Jumat, 13 Desember 2013

Lagi..

Awalnya aku ragu dan aku takut, dengan kedekatan kita yang kembali terjalin.
Sebenarnya aku tidak terlalu berharap untuk dekat kembali denganmu. Karena aku lebih nyaman dengan kemarin yang tanpa kamu.
Tapi aku pikir, mengapa tidak. Toh kita teman. Iyakan ?? dan akhirnya kembali berfikir positif. Mungkin ini awal yang baik.

Beberapa hari aku bersamamu. Aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan. Aku sebahagia ini ? tertawa lepas, bercerita ini itu denganmu. Dekat semakin dekat, dan tanpa aku sadari rasa itu semakin kuat.
Salahku...

Mengapa aku tidak bisa mengontrol perasaan itu ? dan selama kedekatan itu beberapa waktu yang lalu, membuatku kembali terjatuh dan luluh pada sosok itu, yaitu sosokmu. Dan akhirnya kembali berharap...
Oh Tuhan...
Mengapa aku biarkan itu...
Aku pikir kamu juga merasakan hal yang sama denganku, aku kira menyayangiku, iya rasa sayang yang lebih dari teman. Tapi ternyata, haha sudahlah. Mungkin aku nya saja yang terlalu ke GRan.
Mungkin kamu hanya menganggapku teman, teman biasa, yang bisa membuatmu merasa nyaman, barang kali. Aku tidak tau.

Tapi sayang kebahagiaan itu tidak bertahan lama dan harapan itupun kembali pupus. Setelah mimpi buruk membangunkanku. Dan ternyata kenyataan itu lebih indah. Ketika aku dengar kamu sudah menjadi miliknya.
Aku terdiam, sejenak berfikir. Apa-apaan ini ?

Ingin marah, ingin bicara ini itu banyak sekali, hati sudah mulai berdemo. Tapi sungguh, aku tidak berkutik. Otak membeku, hati layu, bahkan...
Aku ini siapa yakan ?

Dan kini aku harus bisa dan terbiasa tanpa kamu. Kamu yang lucu, kamu yang konyol, nyebelin dan ngangenin.

Jalan kita sekarang berbeda, aku harus bisa jalani cinta tulus didalam takdir. Takdirku yang tidak bisa bersamamu. J
Aku menyayangimu, tapi kamu menyayanginya. Cukup adil kok bagiku yang hanya kau jadikan sebagai tempat persinggahan.

Aku harus bisa bersikap dewasa, aku tidak boleh diperbudak oleh kenyataan ini terus-menerus memelihara perasaan tidak rela. Aku harus bisa melepasmu, dan melupakanmu.
Sulit ?
Memang sulit, sangat sulit, tidak segampang kacang melupakan kulitnya, tidak segampang air mata yang menetes dan silih berganti, tidak segampang angga tonjang yang selalu bilang GAMPANG.
Tapi ini harus !!
Iyakan ???
Jujur, untuk saat ini rasa sepi masih terus meratapi. Rasa rindu juga masih terus menggebu. Maklumlah, namanya juga belajar, belajar sedikit demi sedikit tanpa kamu dan tanpa semua-muanya.

Kemaren juga sempat bingung, sikap apa yang harus aku lakukan untuk menghadapimu dan menghadapi ini semua. Oleh karena itu aku lebih memilih untuk diam, dan berpura-pura tenang. Aku butuh waktu untuk itu. Tapi ternyata kamu tidak mengerti.
Aku pun yakin, kamu juga bingung dengan perubahan sikapku.
Jujur aku lelah, aku harus terus bersandiwara dan berpura-pura untuk itu.
Tapi malah sekarang berbalik kau diamkan aku, acuh tak acuh kepadaku, dan masih banyak lagi yang membuatku semakin bingung dan tidak mengerti.

Dan untuk saat ini aku juga masih suka dan masih sering membaca sms terakhirmu. Dan terkadang juga berharap sms darimu itu kembali datang. Tapi yasudahlah, toh semuanya sudah kejadian. Sudah ada yang menggantikan. Iyakan ? kan ada dia J
Dan sepertinya mulai saat ini aku harus segera menghindari hobi yang berhubungan denganmu. Iya itu. Kamu tahu ? kamu pahamkan ?

Tidak sanggup jika aku terus mengingat semua kebaikanmu, malah justru apa yang mereka anggap jahat dan semua keburukanmu hilang dan tak terlihat olehku.
Sempat merasakan sedih yang begitu hebat. Tapi setalah aku sadar. Buat apa ? iyakan ? tidak ada gunanya.

Seharusnya aku senang, melihat orang yang aku sayang sedang bahagia-bahagianya. Dan juga dia, dia yang menyukaimu dengan sangat, akhirnya kau terima. Legalah sudah J
Hidup itu pilihan, dan aku harap pilihanmu itu yang terbaik.

Bertahan sekuat hati. Meski sendiri, itu bukan masalah atau pasal yang membuat hidupku menjadi tidak sah. Eh tapi salah, haha. Aku kan tidak sendirian, ada mereka bukan ? yang menyayangiku dan memperdulikanku, dan mungkin itu lebih dari perdulinya kamu terhadapku.
Aku disini yang selalu berdo’a untuk kebahagiaanmu, dan aku disini sebagai wanita yang sangat menyayangimu “PERNAH”.

Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Dan aku harap kau akan terus bahagia dengannya.
Maafkan aku..

Dan terima kasih untuk semua. Terima kasih karena kau sudah memberiku kesempatan untuk menjadi wanita yang sangat menyayangimu “PERNAH”. Kau sudah menjadikanku wanita yang paling beruntung.

Jangan pernah anggap aku musuh.
Janggan anggap aku hilang atau pergi.
Jangan lupakan aku hanya karena ada dia.
Jangan anggap dia pengganti.
Karena aku berbeda dengannya, dia kekasihmu dan aku temanmu.

Lagi-lagi aku harus berkata, aku tau persis, kalo ini adalah kenyataan dan tinggalah kenangan. Tidak ada lagi kita, yang ada hanya kamu dan dia.

Semua kisah pasti ada akhir yang harus dilalui. Begitu juga akhir kisah ini, aku yakin indah.

Terima kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar