Awalnya aku
ragu dan aku takut, dengan kedekatan kita yang kembali terjalin.
Sebenarnya
aku tidak terlalu berharap untuk dekat kembali denganmu. Karena aku lebih
nyaman dengan kemarin yang tanpa kamu.
Tapi aku
pikir, mengapa tidak. Toh kita teman. Iyakan ?? dan akhirnya kembali berfikir
positif. Mungkin ini awal yang baik.
Beberapa
hari aku bersamamu. Aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan. Aku
sebahagia ini ? tertawa lepas, bercerita ini itu denganmu. Dekat semakin dekat,
dan tanpa aku sadari rasa itu semakin kuat.
Salahku...
Mengapa aku
tidak bisa mengontrol perasaan itu ? dan selama kedekatan itu beberapa waktu
yang lalu, membuatku kembali terjatuh dan luluh pada sosok itu, yaitu sosokmu.
Dan akhirnya kembali berharap...
Oh Tuhan...
Mengapa aku
biarkan itu...
Aku pikir
kamu juga merasakan hal yang sama denganku, aku kira menyayangiku, iya rasa
sayang yang lebih dari teman. Tapi ternyata, haha sudahlah. Mungkin aku nya
saja yang terlalu ke GRan.
Mungkin kamu
hanya menganggapku teman, teman biasa, yang bisa membuatmu merasa nyaman,
barang kali. Aku tidak tau.
Tapi sayang
kebahagiaan itu tidak bertahan lama dan harapan itupun kembali pupus. Setelah
mimpi buruk membangunkanku. Dan ternyata kenyataan itu lebih indah. Ketika aku
dengar kamu sudah menjadi miliknya.
Aku terdiam,
sejenak berfikir. Apa-apaan ini ?
Ingin marah,
ingin bicara ini itu banyak sekali, hati sudah mulai berdemo. Tapi sungguh, aku
tidak berkutik. Otak membeku, hati layu, bahkan...
Aku ini
siapa yakan ?
Dan kini aku
harus bisa dan terbiasa tanpa kamu. Kamu yang lucu, kamu yang konyol, nyebelin
dan ngangenin.
Jalan kita
sekarang berbeda, aku harus bisa jalani cinta tulus didalam takdir. Takdirku
yang tidak bisa bersamamu. J
Aku
menyayangimu, tapi kamu menyayanginya. Cukup adil kok bagiku yang hanya kau
jadikan sebagai tempat persinggahan.
Aku harus
bisa bersikap dewasa, aku tidak boleh diperbudak oleh kenyataan ini
terus-menerus memelihara perasaan tidak rela. Aku harus bisa melepasmu, dan
melupakanmu.
Sulit ?
Memang
sulit, sangat sulit, tidak segampang kacang melupakan kulitnya, tidak segampang
air mata yang menetes dan silih berganti, tidak segampang angga tonjang yang
selalu bilang GAMPANG.
Tapi ini
harus !!
Iyakan ???
Jujur, untuk
saat ini rasa sepi masih terus meratapi. Rasa rindu juga masih terus menggebu.
Maklumlah, namanya juga belajar, belajar sedikit demi sedikit tanpa kamu dan
tanpa semua-muanya.
Kemaren juga
sempat bingung, sikap apa yang harus aku lakukan untuk menghadapimu dan
menghadapi ini semua. Oleh karena itu aku lebih memilih untuk diam, dan
berpura-pura tenang. Aku butuh waktu untuk itu. Tapi ternyata kamu tidak
mengerti.
Aku pun
yakin, kamu juga bingung dengan perubahan sikapku.
Jujur aku
lelah, aku harus terus bersandiwara dan berpura-pura untuk itu.
Tapi malah
sekarang berbalik kau diamkan aku, acuh tak acuh kepadaku, dan masih banyak
lagi yang membuatku semakin bingung dan tidak mengerti.
Dan untuk
saat ini aku juga masih suka dan masih sering membaca sms terakhirmu. Dan
terkadang juga berharap sms darimu itu kembali datang. Tapi yasudahlah, toh
semuanya sudah kejadian. Sudah ada yang menggantikan. Iyakan ? kan ada dia J
Dan sepertinya
mulai saat ini aku harus segera menghindari hobi yang berhubungan denganmu. Iya
itu. Kamu tahu ? kamu pahamkan ?
Tidak
sanggup jika aku terus mengingat semua kebaikanmu, malah justru apa yang mereka
anggap jahat dan semua keburukanmu hilang dan tak terlihat olehku.
Sempat
merasakan sedih yang begitu hebat. Tapi setalah aku sadar. Buat apa ? iyakan ?
tidak ada gunanya.
Seharusnya
aku senang, melihat orang yang aku sayang sedang bahagia-bahagianya. Dan juga
dia, dia yang menyukaimu dengan sangat, akhirnya kau terima. Legalah sudah J
Hidup itu
pilihan, dan aku harap pilihanmu itu yang terbaik.
Bertahan
sekuat hati. Meski sendiri, itu bukan masalah atau pasal yang membuat hidupku
menjadi tidak sah. Eh tapi salah, haha. Aku kan tidak sendirian, ada mereka
bukan ? yang menyayangiku dan memperdulikanku, dan mungkin itu lebih dari
perdulinya kamu terhadapku.
Aku disini
yang selalu berdo’a untuk kebahagiaanmu, dan aku disini sebagai wanita yang
sangat menyayangimu “PERNAH”.
Aku yakin
semuanya akan baik-baik saja. Dan aku harap kau akan terus bahagia dengannya.
Maafkan
aku..
Dan terima
kasih untuk semua. Terima kasih karena kau sudah memberiku kesempatan untuk
menjadi wanita yang sangat menyayangimu “PERNAH”. Kau sudah menjadikanku wanita
yang paling beruntung.
Jangan
pernah anggap aku musuh.
Janggan anggap
aku hilang atau pergi.
Jangan
lupakan aku hanya karena ada dia.
Jangan
anggap dia pengganti.
Karena aku
berbeda dengannya, dia kekasihmu dan aku temanmu.
Lagi-lagi
aku harus berkata, aku tau persis, kalo ini adalah kenyataan dan tinggalah
kenangan. Tidak ada lagi kita, yang ada hanya kamu dan dia.
Semua kisah
pasti ada akhir yang harus dilalui. Begitu juga akhir kisah ini, aku yakin
indah.
Terima kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar