Jumat, 27 Desember 2013

Cerita

Aku sudah tau sekarang bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana rasanya ditinggalkan, disakiti, disiakan, dikhianati, disayang, dibahagiakan, cinta dan mencintai, dan semua yang berhubungan dengan hidup. Itu semua datang menghampiri silih berganti, bergulir dari waktu ke waktu tak pernah berakhir.

Sempat tersirat dibenakku, dan berbagai pertanyaan-pertanyaan kecilpun bermunculan. Kenapa hidup seperti ini ? kenapa sepertinya keadilan tidak pernah berpihak kepadaku. Dan waktu yang terkadang memihakpun hanya sebentar aku rasakan. Apakah kalian pernah berfikir seperti itu ? mungkin ~

Dan cinta...
Mencintai dan dicintai itu indah. Namun berbeda, ketika kita mencintai seseorang namun rasa cinta itu tak terbalaskan. Dan orang itu lebih memilih orang lain untuk dicintainya. Sebelumnya kita tidak hanya duduk diam menanti kehadirannya, yang hanya biasa-biasa saja dalam hidup. Namun lebih. Iya ingin lebih dari sekedar biasa. Kita juga berusaha menanti kehadiran kita sendiri untuk bisa masuk kedalam hati orang tersebut. Kita selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, dan berharap suatu saat jadi nomer satu dan bukan salah satu.

Terkadang memang rumit jika berbicara soal cinta. Aku sendiri selalu kesulitan untuk mengartikannya. Padahal bukan kali pertama aku merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi tidak tau kenapa, untuk cinta yang sempat hadir kemarin benar-benar menguras banyak energi, energi yang diotak maupun yang dihati. Membuat aku lelah, pilu. Terkadang sampai aku bingung dan tidak bisa membedakan mana sabar dan mana bego, jika sudah terkait dengan dia yang aku cintai.

Mungkin karena terlalu sayang dan terlanjur sayang. Sehingga seperti itulah jadinya. Padahal orang yang disayangipun tidak pernah menghiraukan. Tutup mata dan tutup hati. Sangat menyedihkan. Tapi yaa memang begitulah.

Pada awalnya juga aku sempat ketakutan, kebingungan bahkan kesulitan. Aku takut kehilangan dia. Antara dia yang menjadi siapa dihatiku, dan aku yang bukan siapa-siapa dihatinya. Aku bingung, bingung yang benar-benar berketerusan pada saat itu, aku tidak tau harus tetap bertahan atau pergi. Sementara yang aku perjuangkan tak kunjung memberi kepastian.

Dan pada akhirnya semua terjawab sudah. Dan jawaban itu yang sesungguhnya membuat aku kesulitan. Kesulitan dalam segala hal, menerima, mengikhlaskan, merelakan, melupakan, melepaskan, menyembuhkan, bahkan memaafkan. Walau sebetulnya yang berbuat kesalahanpun tidak menyadari akan itu. Diantara tidak peka atau memang pemikiran bocah ? sehingga tidak dapat berfikir lebih jauh dari apa yang dia pikirkan ?

Bukan hanya itu, jikalau boleh jujur aku juga ingin mengatakan “Aku tidak benci hidup, tapi aku benci hati. Kenapa hatiku mencintai orang yang salah ? Kenapa hatiku mencintai orang yang tidak akan pernah bisa mencintaiku ? Dan kenapa aku tidak bisa menerima orang yang mencintaiku ? Kenapa hatiku mencintainya, sementara dia mencintai yang lain ?”

Andai saja waktu bisa bergulir kebelakang, dan aku mendapat pilihan, tentu saja aku akan memilih untuk aku tidak pernah mengenalmu dan tidak pernah mencintaimu. Tapi aku sadar, inilah misteri hidup. Apapun bisa terjadi. Aku tidak menyesali ini, hanya saja jika ada pilihan. Aku akan lebih menggunakan pilihan itu.

Jalan hidup yang kita tempuh memang tak selalu berarah kemana kita mau. Ini ujian, Tuhan pernah menempatkan aku pada peristiwa yang membuat hati lara.
Namun apakah aku pantas tuk terus meratapi itu ? berdiri tanpa melangkah dan melihat tanpa membuka mata. Tidak, tidak seharusnya aku seperti itu. Tuhan itu maha adil, tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dari rencanaku.

Sebelum dia hadir dalam hidupku aku bisa, kenapa dengan saat ini ??? aku harus lebih bisa bukan ? dengan semua yang telah terjadi itu malah justru membuat aku lebih kuat. Memang dia siapa ? dia manusia aku juga manusia kan ? semuanya sama. Tidak ada yang perlu dibandingkan.

Masih pantaskah untuk ditangisi ?
Masih pantaskah untuk diharapkan ?
Kalian tau jawabannya kan ?

Aku yang sempat lemah karena cinta. Dan sekarang aku juga tegar karena cinta.

Tuhan cintailah mereka yang mencintaiku. Siapapun itu.

Dan kini,
Aku bisa,
Dan kalian pun yang sepertiku harus bisa...

Jangan biarkan masa lalumu menjadi penghalang untuk kamu terus melangkah ke masa depan. Yakinlah masa yang akan datang itu akan lebih indah dari masa lalumu. Belajar mengikhlaskan dan mulailah bersahabat dengan kenyataan. Jangan biarkan masa lalumu yang menyakitkan terus menerus menggerogoti hati yang tersisa, yang telah tergores luka. Pertahankanlah, sembuhkanlah, rawatlah dengan baik, hargailah dan perjuangkan kebahagiaanmu. Dan berikan pada seseorang yang selayaknya dan sekiranya pantas bagimu.

Berhentilah memikirkan orang yang tidak memikirkanmu.
Berhentilah memperdulikan orang yang tidak memperdulikanmu. 
Berhentilah berharap pada orang yang menyia-nyiakanmu.
Kamu harus ingat, ada yang lebih penting dari itu semua.
Jangan habiskan waktumu dengan hal yang sia-sia.


Mulailah membuka hati untuk orang lain. semua akan bahagia diahkir cerita...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar