Aku sudah tau sekarang bagaimana
rasanya kehilangan, bagaimana rasanya ditinggalkan, disakiti, disiakan, dikhianati,
disayang, dibahagiakan, cinta dan mencintai, dan semua yang berhubungan dengan
hidup. Itu semua datang menghampiri silih berganti, bergulir dari waktu ke
waktu tak pernah berakhir.
Sempat tersirat
dibenakku, dan berbagai pertanyaan-pertanyaan kecilpun bermunculan. Kenapa hidup
seperti ini ? kenapa sepertinya keadilan tidak pernah berpihak kepadaku. Dan waktu
yang terkadang memihakpun hanya sebentar aku rasakan. Apakah kalian pernah
berfikir seperti itu ? mungkin ~
Dan cinta...
Mencintai dan dicintai
itu indah. Namun berbeda, ketika kita mencintai seseorang namun rasa cinta itu
tak terbalaskan. Dan orang itu lebih memilih orang lain untuk dicintainya. Sebelumnya
kita tidak hanya duduk diam menanti kehadirannya, yang hanya biasa-biasa saja
dalam hidup. Namun lebih. Iya ingin lebih dari sekedar biasa. Kita juga
berusaha menanti kehadiran kita sendiri untuk bisa masuk kedalam hati orang
tersebut. Kita selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, dan berharap suatu
saat jadi nomer satu dan bukan salah satu.
Terkadang memang rumit
jika berbicara soal cinta. Aku sendiri selalu kesulitan untuk mengartikannya. Padahal
bukan kali pertama aku merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi tidak tau
kenapa, untuk cinta yang sempat hadir kemarin benar-benar menguras banyak
energi, energi yang diotak maupun yang dihati. Membuat aku lelah, pilu. Terkadang
sampai aku bingung dan tidak bisa membedakan mana sabar dan mana bego, jika
sudah terkait dengan dia yang aku cintai.
Mungkin
karena terlalu sayang dan terlanjur sayang. Sehingga seperti itulah jadinya. Padahal
orang yang disayangipun tidak pernah menghiraukan. Tutup mata dan tutup hati. Sangat
menyedihkan. Tapi yaa memang begitulah.
Pada awalnya juga aku
sempat ketakutan, kebingungan bahkan kesulitan. Aku takut kehilangan dia. Antara
dia yang menjadi siapa dihatiku, dan aku yang bukan siapa-siapa dihatinya. Aku bingung,
bingung yang benar-benar berketerusan pada saat itu, aku tidak tau harus tetap
bertahan atau pergi. Sementara yang aku perjuangkan tak kunjung memberi
kepastian.
Dan pada akhirnya semua
terjawab sudah. Dan jawaban itu yang sesungguhnya membuat aku kesulitan. Kesulitan
dalam segala hal, menerima, mengikhlaskan, merelakan, melupakan, melepaskan,
menyembuhkan, bahkan memaafkan. Walau sebetulnya yang berbuat kesalahanpun
tidak menyadari akan itu. Diantara tidak peka atau memang pemikiran bocah ?
sehingga tidak dapat berfikir lebih jauh dari apa yang dia pikirkan ?
Bukan hanya itu, jikalau
boleh jujur aku juga ingin mengatakan “Aku tidak benci hidup, tapi aku benci
hati. Kenapa hatiku mencintai orang yang salah ? Kenapa hatiku mencintai orang
yang tidak akan pernah bisa mencintaiku ? Dan kenapa aku tidak bisa menerima
orang yang mencintaiku ? Kenapa hatiku mencintainya, sementara dia mencintai
yang lain ?”
Andai saja waktu bisa
bergulir kebelakang, dan aku mendapat pilihan, tentu saja aku akan memilih
untuk aku tidak pernah mengenalmu dan tidak pernah mencintaimu. Tapi aku sadar,
inilah misteri hidup. Apapun bisa terjadi. Aku tidak menyesali ini, hanya saja
jika ada pilihan. Aku akan lebih menggunakan pilihan itu.
Jalan hidup yang kita
tempuh memang tak selalu berarah kemana kita mau. Ini ujian, Tuhan pernah
menempatkan aku pada peristiwa yang membuat hati lara.
Namun apakah aku pantas
tuk terus meratapi itu ? berdiri tanpa melangkah dan melihat tanpa membuka
mata. Tidak, tidak seharusnya aku seperti itu. Tuhan itu maha adil, tuhan
mempunyai rencana yang lebih indah dari rencanaku.
Sebelum dia hadir dalam
hidupku aku bisa, kenapa dengan saat ini ??? aku harus lebih bisa bukan ?
dengan semua yang telah terjadi itu malah justru membuat aku lebih kuat. Memang
dia siapa ? dia manusia aku juga manusia kan ? semuanya sama. Tidak ada yang
perlu dibandingkan.
Masih pantaskah untuk
ditangisi ?
Masih pantaskah untuk
diharapkan ?
Kalian tau jawabannya kan ?
Aku yang sempat lemah
karena cinta. Dan sekarang aku juga tegar karena cinta.
Tuhan cintailah mereka
yang mencintaiku. Siapapun itu.
Dan kini,
Aku bisa,
Dan kalian pun yang
sepertiku harus bisa...
Jangan biarkan masa
lalumu menjadi penghalang untuk kamu terus melangkah ke masa depan. Yakinlah
masa yang akan datang itu akan lebih indah dari masa lalumu. Belajar
mengikhlaskan dan mulailah bersahabat dengan kenyataan. Jangan biarkan masa
lalumu yang menyakitkan terus menerus menggerogoti hati yang tersisa, yang telah
tergores luka. Pertahankanlah, sembuhkanlah, rawatlah dengan baik, hargailah dan
perjuangkan kebahagiaanmu. Dan berikan pada seseorang yang selayaknya dan sekiranya
pantas bagimu.
Berhentilah memikirkan orang yang tidak memikirkanmu.
Berhentilah memperdulikan orang yang tidak memperdulikanmu.
Berhentilah berharap pada orang yang menyia-nyiakanmu.
Kamu harus ingat, ada yang lebih penting dari itu semua.
Jangan habiskan waktumu dengan hal yang sia-sia.
Mulailah membuka hati
untuk orang lain. semua akan bahagia diahkir cerita...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar