Jumat, 27 Desember 2013

Cerita

Aku sudah tau sekarang bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana rasanya ditinggalkan, disakiti, disiakan, dikhianati, disayang, dibahagiakan, cinta dan mencintai, dan semua yang berhubungan dengan hidup. Itu semua datang menghampiri silih berganti, bergulir dari waktu ke waktu tak pernah berakhir.

Sempat tersirat dibenakku, dan berbagai pertanyaan-pertanyaan kecilpun bermunculan. Kenapa hidup seperti ini ? kenapa sepertinya keadilan tidak pernah berpihak kepadaku. Dan waktu yang terkadang memihakpun hanya sebentar aku rasakan. Apakah kalian pernah berfikir seperti itu ? mungkin ~

Dan cinta...
Mencintai dan dicintai itu indah. Namun berbeda, ketika kita mencintai seseorang namun rasa cinta itu tak terbalaskan. Dan orang itu lebih memilih orang lain untuk dicintainya. Sebelumnya kita tidak hanya duduk diam menanti kehadirannya, yang hanya biasa-biasa saja dalam hidup. Namun lebih. Iya ingin lebih dari sekedar biasa. Kita juga berusaha menanti kehadiran kita sendiri untuk bisa masuk kedalam hati orang tersebut. Kita selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, dan berharap suatu saat jadi nomer satu dan bukan salah satu.

Terkadang memang rumit jika berbicara soal cinta. Aku sendiri selalu kesulitan untuk mengartikannya. Padahal bukan kali pertama aku merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi tidak tau kenapa, untuk cinta yang sempat hadir kemarin benar-benar menguras banyak energi, energi yang diotak maupun yang dihati. Membuat aku lelah, pilu. Terkadang sampai aku bingung dan tidak bisa membedakan mana sabar dan mana bego, jika sudah terkait dengan dia yang aku cintai.

Mungkin karena terlalu sayang dan terlanjur sayang. Sehingga seperti itulah jadinya. Padahal orang yang disayangipun tidak pernah menghiraukan. Tutup mata dan tutup hati. Sangat menyedihkan. Tapi yaa memang begitulah.

Pada awalnya juga aku sempat ketakutan, kebingungan bahkan kesulitan. Aku takut kehilangan dia. Antara dia yang menjadi siapa dihatiku, dan aku yang bukan siapa-siapa dihatinya. Aku bingung, bingung yang benar-benar berketerusan pada saat itu, aku tidak tau harus tetap bertahan atau pergi. Sementara yang aku perjuangkan tak kunjung memberi kepastian.

Dan pada akhirnya semua terjawab sudah. Dan jawaban itu yang sesungguhnya membuat aku kesulitan. Kesulitan dalam segala hal, menerima, mengikhlaskan, merelakan, melupakan, melepaskan, menyembuhkan, bahkan memaafkan. Walau sebetulnya yang berbuat kesalahanpun tidak menyadari akan itu. Diantara tidak peka atau memang pemikiran bocah ? sehingga tidak dapat berfikir lebih jauh dari apa yang dia pikirkan ?

Bukan hanya itu, jikalau boleh jujur aku juga ingin mengatakan “Aku tidak benci hidup, tapi aku benci hati. Kenapa hatiku mencintai orang yang salah ? Kenapa hatiku mencintai orang yang tidak akan pernah bisa mencintaiku ? Dan kenapa aku tidak bisa menerima orang yang mencintaiku ? Kenapa hatiku mencintainya, sementara dia mencintai yang lain ?”

Andai saja waktu bisa bergulir kebelakang, dan aku mendapat pilihan, tentu saja aku akan memilih untuk aku tidak pernah mengenalmu dan tidak pernah mencintaimu. Tapi aku sadar, inilah misteri hidup. Apapun bisa terjadi. Aku tidak menyesali ini, hanya saja jika ada pilihan. Aku akan lebih menggunakan pilihan itu.

Jalan hidup yang kita tempuh memang tak selalu berarah kemana kita mau. Ini ujian, Tuhan pernah menempatkan aku pada peristiwa yang membuat hati lara.
Namun apakah aku pantas tuk terus meratapi itu ? berdiri tanpa melangkah dan melihat tanpa membuka mata. Tidak, tidak seharusnya aku seperti itu. Tuhan itu maha adil, tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dari rencanaku.

Sebelum dia hadir dalam hidupku aku bisa, kenapa dengan saat ini ??? aku harus lebih bisa bukan ? dengan semua yang telah terjadi itu malah justru membuat aku lebih kuat. Memang dia siapa ? dia manusia aku juga manusia kan ? semuanya sama. Tidak ada yang perlu dibandingkan.

Masih pantaskah untuk ditangisi ?
Masih pantaskah untuk diharapkan ?
Kalian tau jawabannya kan ?

Aku yang sempat lemah karena cinta. Dan sekarang aku juga tegar karena cinta.

Tuhan cintailah mereka yang mencintaiku. Siapapun itu.

Dan kini,
Aku bisa,
Dan kalian pun yang sepertiku harus bisa...

Jangan biarkan masa lalumu menjadi penghalang untuk kamu terus melangkah ke masa depan. Yakinlah masa yang akan datang itu akan lebih indah dari masa lalumu. Belajar mengikhlaskan dan mulailah bersahabat dengan kenyataan. Jangan biarkan masa lalumu yang menyakitkan terus menerus menggerogoti hati yang tersisa, yang telah tergores luka. Pertahankanlah, sembuhkanlah, rawatlah dengan baik, hargailah dan perjuangkan kebahagiaanmu. Dan berikan pada seseorang yang selayaknya dan sekiranya pantas bagimu.

Berhentilah memikirkan orang yang tidak memikirkanmu.
Berhentilah memperdulikan orang yang tidak memperdulikanmu. 
Berhentilah berharap pada orang yang menyia-nyiakanmu.
Kamu harus ingat, ada yang lebih penting dari itu semua.
Jangan habiskan waktumu dengan hal yang sia-sia.


Mulailah membuka hati untuk orang lain. semua akan bahagia diahkir cerita...

Kamis, 26 Desember 2013

Just Song ;)

~

You’re everything I thought you never were
And nothing like I thought you could’ve been
But still you live inside of me
So tell me how is that ?

You’re the only one I wish I could forget The only one
I’d love to not forgive
And though you break my heart, you’re the only one
And though there are times when I hate you
Cause I can’t erase
The times that you hurt me
And put tears on my face
And even now while
I hate youIt pains me to say
I know I’ll be there at the end of the day

I don’t wanna be without you babe I don’t want a broken heart
Don’t wanna take a breath with out you babe I don’t wanna play that part
I know that
I love you
But let me just say
I don’t want to love you in no kind of way no no
I don’t want a broken heart
And I don’t wanna play the broken-hearted girl...No...No
No broken-hearted girl
I’m no broken-hearted girl

Something that I feel I need to say
But up to now I’ve always been afraid
That you would never come around
And still I want to put this out
You say you’ve got the most respect for me
But sometimes I feel you’re not deserving me
And still you’re in my heart But you’re the only one and yes
There are times when
I hate youBut I don’t complain
Cause I’ve been afraid that you would've walk away
Oh but now I don’t hate you I’m happy to say
That I will be there at the end of the day

I don’t wanna be without you babe
I don’t want a broken heart
Don’t wanna take a breath with out you babe
I don’t wanna play that part
I know that I love you
But let me just say
I don’t want to love you in no kind of way no no
I don’t want a broken heart
And I don’t wanna play the broken-hearted girl...No…No
No broken-hearted girl

Now I’m at a place I thought I’d never be…Oooo
I’m living in a world that’s all about you and me…yeah
Ain't gotta be afraid my broken heart is free
To spread my wings and fly away
Away With you
yeah yeah yeah, ohh ohh ohh

I don’t wanna be without my baby
I don’t wanna a broken heart
Don’t want to take a breath with out my baby
I don’t wanna play that part
I know that I love you
But let me just say
I don’t want to love you in no kind of way..
No..No I don’t want a broken heart
I don’t wanna play the broken-hearted girl..No..No..
No broken-hearted girl
Broken-hearted girl No…no…
No broken-hearted girl
No broken-hearted girl

Broken-Hearted Girl Beyonce 

                                       I really like this song. This song describe my experience in the past...

Selasa, 24 Desember 2013

Ayah ~ Bunda

Selamat pagi ayah, selamat pagi bunda, selamat pagi masa depanku dan selamat pagi dunia.

Pagi ini aku bahagia, bahkan sangat bahagia, karena Tuhan masih memberiku kesempatan untuk aku dapat melihat wajah terindah dan senyum tertulus dari ayah dan bunda. Aku masih dapat mencium dan memeluk mereka dengan erat. Dan begitupun sebaliknya, ayah dan bunda selalu memberiku pelukan-pelukan hangat yang membuatku semakin rindu, disaat aku tak berada didekatnya.

Aku selalu berdo’a dan memohon kepada Tuhan, agar Tuhan selalu menjaga, melindungi dan menyayangi ayah dan bunda. Aku tidak ingin mereka bersedih, aku tidak ingin mereka menangis karena kenakalan yang aku buat. Jikalau suatu saat mereka menangis, aku pun ingin tangisan mereka itu karena bahagia dan bangga dengan prestasi yang aku dapat.

Aku tidak ingin mereka sakit yaallah, aku ingin mereka selalu sehat dan bahagia. Ingin rasanya aku membalas semua yang telah ayah bunda berikan kepadaku, yang sedari dulu timangan, manja dan kasih selalu mereka berikan. Tapi aku belum mampu, aku belum bisa menjadi yang terbaik untuk mereka. Aku nakal, aku bandel, bahkan seringkali membuat ayah dan bunda marah.

Tapi lagi-lagi, ayah dan bunda yang seringkali membuat hatiku luluh. Aku tahu, kemarahan ayah bunda itu demi kebaikanku. Kata-kata bijak yang terucap dari bibir ayah, dan nasehat-nasehat terbaik dari bunda. Itu yang selalu aku ingat, itu yang seringkali membuat aku rindu, dan itulah salah satu bekal untuk masa depanku.

Ayah dan bunda lah alasanku mengapa aku sampai saat ini masih ada, mereka yang menguatkan aku. Mereka mengajarkanku segalanya. Mereka mengajarkanku untuk menhadapi hidup dan bagaimana bersahabat dengan kenyataan.

Karena ayah dan bundalah aku bisa berada disini dan bisa seperti ini. Tanpa mereka aku tidak akan menjadi apa-apa dan aku bukan siapa-siapa.
Yaallah aku sayang ayah bunda, aku ingin mereka selalu berada didekatku, aku ingin selalu bersama mereka dalam bahagia dan dalam lindunganmu.

Berikan waktu lebih lama untuk aku bersama mereka yaallah, jangan ambil mereka, jangan bawa ayah dan bunda ku pergi. Aku masih ingin terus berada dipelukannya, aku ingin membahagiakannya. Aku tidak ingin kehilangan...

Thank you so much for ayah bunda, you are my everything.


Love you ˘)ε˘`) (˘з˘)

Senin, 23 Desember 2013

Cinta Bukan Drama

Aku selalu bingung dan merasa kesulitan, jika sudah menyangkut tentangmu. Aku tidak tahu harus memulai dari mana  untuk aku menulis ataupun bercerita. Kepada selembar kertas dari sebuah pena. Ataupun dari bibirku kepada manusia yang berada disekitarku.

Ribuan kosakata, bahkan bahasa tubuh yang selalu aku gerak-gerikkan semakin membuat aku sendiri mumet. Bahkan mungkin bukan hanya aku yang mumet, mereka pun terkadang mumet aku buat. Bahkan mungkin bosan, jenuh, dan kesal mendengar cerita dan ocehanku yang itu-itu saja. Iya aku tahu, dan aku menyadari itu.

Aku sendiripun heran, mengapa aku begitu dan selalu begitu. Aku selalu bertanya-tanya dalam hati, haruskah aku bertahan ? atau pergi ? Bukankah sudah seharusnya aku melupakan seseorang yang sudah melukaiku berkali-kali ? walau yang melukaipun tak pernah menyadari. Dan juga mencoba melepas, membiarkanmu pergi dan bahagia dengan pilihanmu saat ini. Iya seharusnya.

Bukan malah diam-diam memperhatikanmu, memperdulikanmu, mengkhawatirkanmu, cemas yang berlebihan, bahkan bukan hanya itu. Rasa cemburu yang juga terkadang mengusik hati dan jiwa. Pikiran berterbangan entah kemana dan selalu tidak menentu. Sebenarnya jikalau dipikir-pikir itu sangat lucu, dan gelagak tawa pun keluar dari bibirku sendiri, seperti orang gila jika sudah menyangkut ini. Demi apapun, saat ini aku tidak bisa menahannya. Tepat pukul 23:50, aku menulis ini sembari tertawa-tawa sendiri. Hahaha. *bukan bermaksud untuk gila. Tapi memang sepertinya sudah, hehe. Sudah melewati fase kegilaan itu maksud saya, paska kejadian beberapa waktu yang lalu.

Sebab apa ? yang aku cemburui itu adalah pacarmu, sedangkan aku ? aku hanya saudaramu. Haha, iya kau bilang “kamu itu saudaraku”. Pantaskah ? seorang sodara, mencemburui pacar saudaranya sendiri. Hahaha wkwkwk. Tapi sebenarnya aku tidak perduli dengan itu semua, because kita saudara jauh. Saudara baru jadi lah lebih tepatnya :D

Kesedihan yang hebat, dan kegalauan yang berat kemarin, paska kudengar kau jadian dengannya kini sudah mulai mereda dan perlahan memudar. Air mata mulai berganti dengan tawa. Rasa iri, cemburu juga sudah tak sebesar pada saat itu. Belajar mengikhlaskan. Hehe. Namun aku heran dengan rasa takut, entah kenapa dan mengapa rasa takut selalu menyelubungi dinding hati, dan enggan pergi. Padahal aku sudah berkali-kali melawannya, dan sudah kucoba mengusirnya. Tetapi tetap saja.

Masih misteri ? iya jelas masih misteri, karena aku belum mendapatkan jawaban yang akurat dan berimbang tentang rasa TAKUT itu. Sebenarnya takut kenapa ? dan kenapa ada rasa takut ? entahlah~. Mungkin dicerita selanjutnya aku akan menemukan jawaban itu.

Untuk kali ini aku tidak bermaksud untuk drama, bahkan bukan hanya kali ini, yang lalu-lalu pun aku tidak mengartikannya sebagai drama. Hanya saja orang yang membacanya, yang tidak mengetahui betul siapa aku, seperti kamu dan yang lain, pasti mengira ini itu yang aku tulis adalah sebuah drama belaka, sandiwara, hiperbola, berlebihan, lebay atau apapun itu. Dan bisa-bisa namaku juga berganti, menjadi Drama Queen. Sungguh nama yang indah J

Tapi tidaklah, sungguh aku tidak ingin dengan nama itu. Karena aku bukan ratu drama. Hanya saja hatiku yang terlalu perasa, dan otakku yang terlalu pemikir. Walau terkadang apa yang aku rasa dan aku pikirkan itu tidak terlalu penting, tapi tetap saja kuteruskan. Sehingga berujunglah seperti itu. Seperti itu, yaa berujung luka dan sedih.

Intinya sekarang, aku jelaskan dengan sejelas-jelasnya, aku hanya SEMPAT berdrama. Itupun didepanmu saja. Dan hanya sebentar.
Dan pada akhirnya ? kamu tahukan apa yang aku rasakan sebenarnya ? aku jujur dengan semua-muanya. Iyalah, karena apa ? aku tidak ingin menjadi manusia yang terus membohongi perasaanku sendiri. Lama kelamaan juga enggak sanggup -__-

Setidaknya saat ini kau sudah tahu siapa aku, setidaknya aku sudah jujur, sudah menunjukkan sikapku yang sebenarnya. Kalau pada saat itu, aku hanya berusaha sok kuat, sok tegar, sok happy, padahal dalam hati menangis. Dan aslinya lemah. * KEMARIN. Huaaa, malu sedikit. Pada diri sendiri.

Tapi yasudahlah, yang lalu biarkan berlalu. Dan yang rindu biarkan tetap merindu. Hehehe. Seperti aku yang selalu merindukanmu. Entah apa yang aku rindukan, asli, bener aku gak tahu. Yang penting rindu deh. Dan yang paling penting, sudah tidak berharap.

Tidak berdosakan merindukan pacar orang ? *Ooh jelas tidaaak. *apaan sii wkwk. Dan tenang saja, rindunya kadang-kadang saja kok. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Dan lagi, aku kan tidak mengganggu hubungan kalian, aku tidak merugikan pihak manapun, justru kamulah yang diuntungkan. Kerena selalu dirindukan :D

Dan pada akhirnya aku tahu klimaks cerita cinta ini. Cerita cintaku yang cukup menorehkan banyak persepsi dan kegilaan. Hahaha
Selamat tinggal kesayanganku.
Selamat tinggal temanku.
Selamat tinggal masa laluku.
*sedikit berepetisi ;)

Dan selamat datang sodaraku.
Selamat datang juga masa depanku.

bye paii ku ( #`⌂´)/┌

Terima kasih :)

Minggu, 22 Desember 2013

I B U

Dalam sepi ini ku teringat, akan wajahmu
Wajahmu dulu yang berparas cantik, penuh kasih, penuh cinta, penuh kehangatan..
Yang dulu diwaktu aku kecil, engkau selalu menimangku, menciumku, menyayangiku dengan setulus hatimu
Tak pernah engkau merasa lelah, merasa sukar , merasa bosan dengan segala ocehan-ocehan dan tangisanku
Selalu tersenyum dengan apapun tingkah konyol dan nakal yang pernah aku lakukan…

Hingga ku beranjak Dewasa …
Canda tawa, suka duka kita lalui bersama
Bercerita tentang mimpi-mimpi indah yang akan kuraih
Disaat ku merasa sedih, kau berikan nasehat-nasehat terbaikmu
Kau beriku pelukan terhangat, yang membuat aku merasa nyaman, dan selalu ingin merasakannya lagi…

Sejenak ku tersenyum, menitihkan air mata
Lalu apa yang aku lihat sekarang ???
Ibu ibu…
Kau terbaring lemah tiada berdaya, tidak bersuara, tiada satu kata pun terlontar dari bibirmu…
Air mataku pun, kau balas dengan pandangan sedih, dan seiring engkau tersenyum lembut memandangiku
Mengapa kau memandangiku begitu dalam, hingga perih aku rasakan

Ibu apa yang terjadi ibu ???
Apa yang engkau rasakan ibu ???
Aku mohon ibu, jangaaan…
Jangan ibuuuu..
Ooh ibu...


Jumat, 13 Desember 2013

Lagi..

Awalnya aku ragu dan aku takut, dengan kedekatan kita yang kembali terjalin.
Sebenarnya aku tidak terlalu berharap untuk dekat kembali denganmu. Karena aku lebih nyaman dengan kemarin yang tanpa kamu.
Tapi aku pikir, mengapa tidak. Toh kita teman. Iyakan ?? dan akhirnya kembali berfikir positif. Mungkin ini awal yang baik.

Beberapa hari aku bersamamu. Aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan. Aku sebahagia ini ? tertawa lepas, bercerita ini itu denganmu. Dekat semakin dekat, dan tanpa aku sadari rasa itu semakin kuat.
Salahku...

Mengapa aku tidak bisa mengontrol perasaan itu ? dan selama kedekatan itu beberapa waktu yang lalu, membuatku kembali terjatuh dan luluh pada sosok itu, yaitu sosokmu. Dan akhirnya kembali berharap...
Oh Tuhan...
Mengapa aku biarkan itu...
Aku pikir kamu juga merasakan hal yang sama denganku, aku kira menyayangiku, iya rasa sayang yang lebih dari teman. Tapi ternyata, haha sudahlah. Mungkin aku nya saja yang terlalu ke GRan.
Mungkin kamu hanya menganggapku teman, teman biasa, yang bisa membuatmu merasa nyaman, barang kali. Aku tidak tau.

Tapi sayang kebahagiaan itu tidak bertahan lama dan harapan itupun kembali pupus. Setelah mimpi buruk membangunkanku. Dan ternyata kenyataan itu lebih indah. Ketika aku dengar kamu sudah menjadi miliknya.
Aku terdiam, sejenak berfikir. Apa-apaan ini ?

Ingin marah, ingin bicara ini itu banyak sekali, hati sudah mulai berdemo. Tapi sungguh, aku tidak berkutik. Otak membeku, hati layu, bahkan...
Aku ini siapa yakan ?

Dan kini aku harus bisa dan terbiasa tanpa kamu. Kamu yang lucu, kamu yang konyol, nyebelin dan ngangenin.

Jalan kita sekarang berbeda, aku harus bisa jalani cinta tulus didalam takdir. Takdirku yang tidak bisa bersamamu. J
Aku menyayangimu, tapi kamu menyayanginya. Cukup adil kok bagiku yang hanya kau jadikan sebagai tempat persinggahan.

Aku harus bisa bersikap dewasa, aku tidak boleh diperbudak oleh kenyataan ini terus-menerus memelihara perasaan tidak rela. Aku harus bisa melepasmu, dan melupakanmu.
Sulit ?
Memang sulit, sangat sulit, tidak segampang kacang melupakan kulitnya, tidak segampang air mata yang menetes dan silih berganti, tidak segampang angga tonjang yang selalu bilang GAMPANG.
Tapi ini harus !!
Iyakan ???
Jujur, untuk saat ini rasa sepi masih terus meratapi. Rasa rindu juga masih terus menggebu. Maklumlah, namanya juga belajar, belajar sedikit demi sedikit tanpa kamu dan tanpa semua-muanya.

Kemaren juga sempat bingung, sikap apa yang harus aku lakukan untuk menghadapimu dan menghadapi ini semua. Oleh karena itu aku lebih memilih untuk diam, dan berpura-pura tenang. Aku butuh waktu untuk itu. Tapi ternyata kamu tidak mengerti.
Aku pun yakin, kamu juga bingung dengan perubahan sikapku.
Jujur aku lelah, aku harus terus bersandiwara dan berpura-pura untuk itu.
Tapi malah sekarang berbalik kau diamkan aku, acuh tak acuh kepadaku, dan masih banyak lagi yang membuatku semakin bingung dan tidak mengerti.

Dan untuk saat ini aku juga masih suka dan masih sering membaca sms terakhirmu. Dan terkadang juga berharap sms darimu itu kembali datang. Tapi yasudahlah, toh semuanya sudah kejadian. Sudah ada yang menggantikan. Iyakan ? kan ada dia J
Dan sepertinya mulai saat ini aku harus segera menghindari hobi yang berhubungan denganmu. Iya itu. Kamu tahu ? kamu pahamkan ?

Tidak sanggup jika aku terus mengingat semua kebaikanmu, malah justru apa yang mereka anggap jahat dan semua keburukanmu hilang dan tak terlihat olehku.
Sempat merasakan sedih yang begitu hebat. Tapi setalah aku sadar. Buat apa ? iyakan ? tidak ada gunanya.

Seharusnya aku senang, melihat orang yang aku sayang sedang bahagia-bahagianya. Dan juga dia, dia yang menyukaimu dengan sangat, akhirnya kau terima. Legalah sudah J
Hidup itu pilihan, dan aku harap pilihanmu itu yang terbaik.

Bertahan sekuat hati. Meski sendiri, itu bukan masalah atau pasal yang membuat hidupku menjadi tidak sah. Eh tapi salah, haha. Aku kan tidak sendirian, ada mereka bukan ? yang menyayangiku dan memperdulikanku, dan mungkin itu lebih dari perdulinya kamu terhadapku.
Aku disini yang selalu berdo’a untuk kebahagiaanmu, dan aku disini sebagai wanita yang sangat menyayangimu “PERNAH”.

Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Dan aku harap kau akan terus bahagia dengannya.
Maafkan aku..

Dan terima kasih untuk semua. Terima kasih karena kau sudah memberiku kesempatan untuk menjadi wanita yang sangat menyayangimu “PERNAH”. Kau sudah menjadikanku wanita yang paling beruntung.

Jangan pernah anggap aku musuh.
Janggan anggap aku hilang atau pergi.
Jangan lupakan aku hanya karena ada dia.
Jangan anggap dia pengganti.
Karena aku berbeda dengannya, dia kekasihmu dan aku temanmu.

Lagi-lagi aku harus berkata, aku tau persis, kalo ini adalah kenyataan dan tinggalah kenangan. Tidak ada lagi kita, yang ada hanya kamu dan dia.

Semua kisah pasti ada akhir yang harus dilalui. Begitu juga akhir kisah ini, aku yakin indah.

Terima kasih :)

Senin, 09 Desember 2013

Ending

Bagaimana mestinya ? membuatmu jatuh hati, meyakinkanmu dan membuatmu percaya.
Haruskah ku tulis berjuta puisi, dan berjuta kata yang membuatmu mengerti dan membalas perasaan ini ?

Sejujurnya aku telah mencoba untuk ikhlas dan rela dengan keputusanmu yang tidak bisa menjadikanku sebagai kekasihmu. Aku paham, aku mengerti, karena itu prinsipmu yang harus aku hargai dan aku terima.

Namun sekarang...
Lain cerita, lain dan lain segala-galanya. Saat ku dengar kau sudah dengannya, kau lebih memilihnya.
Bahkan terlalu sakit bagiku, ketika kau bercerita, kebingunganmu bagaimana cara menyikapi mereka para pencintamu. Kau berkata padaku, terlalu sulit bagimu untuk memberi kepastian kepada mereka. Sungguh egois..

Bahkan pada salah seorang yang sudah benar-benar menyukaimu. Kau bilang tidak menyayanginya, kau bilang hanya karena kau takut menyakitinya.
Dan aku hanya terdiam...
Lalu bagaimana dengan aku ?
Menagapa kau bisa mempunyai rasa takut untuk menyakiti dia, tapi tidak ada rasa takut sedikitpun untuk menyakitiku ?

Lalu aku kau anggap apa ?
Aku yang jelas-jelas saat ini berada didepan matamu, duduk disampingmu dan mendengar semua ceritamu, yang sesungguhnya itu terlalu menyakitkan bagiku. Dan pada saat itu aku harus berpura-pura untuk tegar dan ceria. Maaf terlalu jujur..

Aku yang lebih dulu, bahkan aku orang yang selama ini memperjuangkanmu, bertahan demi kamu. Aku pikir letak kebahagiaanku ada padamu. Tapi sekarang ? apa ? apakah ini adil ? adilkah bagiku ?

Tapi apa ? sekarang apa buktinya ?
Kamu melanggar prinsipmu, kau terlalu cupu, tergoyah dengan semua itu. Aku tau, aku memang tidak berhak dan tidak seharusnya mengatakan ini. Toh itu hak kamu. Urusan kamu, itu hati kamu. Iya kan ? tapi itu memang harus kukatakan.

Seandainya dari awal kau jelaskan, kau katakan apa mau mu dan apa maksudmu. Mungkin itu bisa membuatku sedikit mengerti. Tapi sampai detik ini aku tidak tau apa maksudmu, apa arti dari ini semua. Dan itu yang membuat aku selalu bertanya-tanya. Retoris banget..

Perlahan-lahan kau hancurkan perasaan ini, entah bagaimana bentuknya hati yang aku miliki sekarang. Yang sudah berkalai-kali kau matikan. Dan kau tau ? kali ini sudah benar-benar mati.
Terima kasih..

Aku terima ? sungguh.
Iya aku terima, aku menyadari, tak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk memperjuangkanmu kembali. Apalagi untuk terus bertahan.
Sampai kapanpun aku tidak akan mendapat ruang untuk menyinggahi hatimu. Aku tau, dan aku menyadari itu. Sangat dan sangat menyadari. Walaupun kamu sendiri, sudah terletak disudut hatiku.

Ini saatnya aku untuk mengalah, bahkan bukan hanya mengalah. Aku harus mundur.
Aku bukan siapa-siapa, dan aku bukan apa-apa. Aku yang harus pergi.
Dan kalian yang sekarang sedang bahagia, sampai kapanpun harus tetap bahagia.

Aku tau, inilah kenyataan, ini mungkin juga yang dinamakan cinta. Cinta yang tak pernah terlihat sedikitpun pengorbanannya olehmu.
Terima kasih sudah menjadikanku sebagai sahabatmu sekaligus bonekamu.
Terima kasih sudah menjadikanku perempuan yang paling bahagia disaat berada didekatmu.
Terima kasih sudah membangunkanku dari mimpi indah itu, sehingga sekarang aku tau, aku tidak boleh untuk terus bermimpi. Belajarlah menerima kenyataan seburuk apapun itu.
Terima kasih karena sudah membuatku cengeng.
Terima kasih sudah mengajarkanku arti kesabaran dan menjadikanku perempuan yang kuat.
Terima kasih sudah mau menerima nama paijo dariku.
Terima kasih untuk nama tukiyem yang telah kau beri.
Terima kasih atas cerita cerita indah dan menyakitkan.
Terima kasih sudah mau bercerita kepadaku, itu artinya kamu mempercayaiku.
Terima kasih untuk sabtu malam itu. Itu adalah malam yang paling bahagia sekaligus menyedihkan bagiku sepanjang sejarah perjalanan cintaku.
Terima kasih untuk sakit yang kau beri, semoga kamu tidak akan pernah merasakan sakit seperti yang aku rasa.
Terima kasih untuk semuanya...
Sekarang aku mohon..
Tolong pergi, pergi jauh dari hati dan pikiranku.
Aku mohon jangan ganggu, jangan ganggu aku lagi.
Jangan membuatku lebih gila dari ini.
Jangan biarkan aku terus menjadi perempuan yang bodoh.
Jangan biarkan hatiku yang sudah tidak berbentuk ini terus terpanah dan tertusuk jarum-jarum yang tajam.

Aku mohon, biarkan aku tenang dalam kehampaan ini. Biarkan aku mengubur luka ini.
Biarkan aku sembuhkan ini. Beri waktuku untuk sendiri. Maafkan aku yang sudah pernah menjadikanmu sebagai dewa cintaku...

Terima kasih J