Senin, 03 Februari 2014

Tentangmu Sahabatku

Hari ini aku menulis lagi...

Dan lagi-lagi aku menuliskan tentangmu. Tentangmu yang pernah menjadi yang terindah, terindah didalam hati ini juga terindah dalam kehidupanku. Aku tidak tau sampai kapan aku akan terus bercerita dan menceritakan tentangmu pada selembar kertas putih dan sebuah pena bertinta hitam ini. Mungkin sampai aku bosan, atau kertas dan pena ini yang bosan ? Atau bahkan mungkin pembaca blog setiaku seperti Angel, gerry dan meda juga akan bosan membaca tulisan-tulisanku ? Hmm, itu bisa saja terjadi.

Terkadang aku bersedih, terkadang juga bahagia. Semua datang silih berganti seperti air mata, dan berputar seperti roda. Tetapi untuk kali ini aku tidak akan membahas kesedihanku, aku akan lebih banyak membahas kebahagiaanku. Kebahagiaan yang berhasil kau ciptakan untukku. Sebenarnya bukan kamu yang menciptakan, kebahagiaan itu ada karena kita sendiri yang menciptakan. Tapiii, kebahagiaanku ini lain. Kebahagiaanku ini tercipta karena kehadiranmu, yaa jadi kalo kamu tidak hadir jelas kebahagiaanku berkurang, jadi pantaskan aku untuk berterima kasih kepadamu ?

Setiap pagi sebelum pergi kesekolah, disetiap satu langkah keluar dari pintu utama rumahku, aku selalu berkata dalam hati “hari ini akan lebih baik dari hari kemarin, aku kuat, aku rela, aku harus ikhlas, dan aku pasti bisa” dari pagi ke pagi itu yang selalu kuucapkan dan tidak pernah lupa, dan itupun selalu kusertai dengan senyum semangat untuk mengawali hari itu. Mungkin kamu tau apa sebabnya aku mengatakan itu. Kamu pasti tau. 

Setiap harinya aku selalu berharap akan ada perubahan-perubahan yang tidak terduga dalam kehidupanku juga perubahan sikap dalam dirimu terhadapku. Dan yang pasti perubahan baik yang aku harapkan. Senyuman-senyuman kecilmu pun selalu saja ku nanti, saat aku tiba disekolah atau saat aku bertemu denganmu dibeberapa kesempatan. Namun sayangnya akhir-akhir ini senyum itu sangat sulit aku dapatkan. Dan itu juga mungkin sangat sulit untuk kamu lakukan. Hmm, tapi aku tidak pernah berkecil hati teman. Walaupun aku tidak mendapatkan senyum itu, tapi aku masih tetap merasakan kebahagiaan. Karena Tuhan masih memberiku kesempatan untuk melihatmu dalam keadaan baik-baik saja, Tuhan masih memberiku kesempatan untuk mengobati rasa rinduku lewat do’a-do’a sederhana yang selalu kuucap dengan bibir ini. Namun aku yakin, do’a tulus sederhanaku ini akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa untukkmu. Walaupun tidak terlihat, semoga kamu bisa merasakan. 
Tiba-tiba aku berfikir kembali, apalagi jika aku meminta waktumu. Sedangkan senyum saja sangat sulit kau lakukan. Tanpa aku harus mengatakan atau memintapun, aku sudah tau jawabannya.

Jika kamu menyadari dan memahami ini, kebahagiaanku sangat sederhana bukan ?
Namun aku harus tau diri, sesederhana apapun itu mungkin tetap sulit kamu lakukan. Tidak mengapa aku yang selalu harus mengerti tentang keadaanmu, tidak seharusnya aku terlalu memaksakan.
Cerita yang kemarin mungkin sudah berakhir, namun dihari esok aku yakin akan ada cerita yang lebih indah yang sudah Tuhan rangkai, yang saat ini masih dia simpan. Aku yakin
Persahabatan kita yang indah ini tidak akan berakhir sampai disini, sejauh apapun kau meninggalkanku, dan sekeras apapun aku mencoba untuk rela melepaskanmu. Aku dan kamu yang dulu pernah menjadi kita sampai kapanpun itu akan tetap menjadi kita. Sampai nanti kita bertemu kembali dalam cerita pasti kita akan tetap menyebut dulu itu adalah kita, bukan aku, kamu dia atau mereka.
Kenanglah aku jika kau mau. Dan datanglah padaku kapanpun kau membutuhkanku. Aku disini, aku masih disini dan aku akan tetap disini. Dengarkanlah, aku tidak pernah pergi walaupun kini kita jauh.

Terima kasih, kamu adalah salah satu teman terbaikku, diantara mereka teman baikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar