Jumat, 07 Februari 2014

Sadis

“Terlalu sadis caramu, menjadikan diriku pelampiasan cintamu. Agar dia kembali padamu, tanpa perdulinya sakitnya aku” Afgan – sadis.

3 bulan lalu kita masih baik-baik saja. Kita masih berhubungan baik dan berstatus  pacaran. Namun itu 3 bulan lalu, berbeda dengan saat ini setelah kau kembali padanya. Kembali pada mantan kekasihmu, yang sudah memutuskanmu 1 tahun lalu.

Iya tepat 11 Maret tahun lalu pertama kali kita bertemu di taman tidak jauh dari tempat dimana aku dan kamu kuliah. Pada saat itu aku sedang membaca kamus bahasa indonesia. Tiba-tiba kau datang menghampiriku, dan mengajak berkenalan. Tentu saja aku menerima etikat baikmu itu menjadikanku sebagai teman barumu. Ooh ternyata ini yang bernama gerry, mahasiswi jurusan kedokteran,yang selama ini jadi pembicaraan teman-teman dikelasku. Yang katanya sih pacaran sama salah satu cewek terpopuler dikampus. Dan ternyata sii gerry itu juga tidak kalah populer dengan viona mantan kekasihnya itu. Tapi ternyata aku tidak pernah tau, dan tidak pernah mau tau soal mereka, dan hari itu aku baru tau. Hanya saja masih ada rasa tidak percaya, kok bisa yaa cowok paling populer dikampus nyamperin gue seorang Avilla, cewek biasa-biasa saja, dan tidak ada apa-apanya jika dibanding viona. Haha “berbicara dalam hati dan tertawa sendiri.

Minggu pertama, kedua dan ketiga... pertemenan kami semakin dekat sejak berkenalan siang itu tepat tanggal 11 maret. Dalam waktu 3 minggu aku sudah mengetahui banyak tentangmu. Kamu bercerita ini itu, tentangmu, tentang keluargamu, bahkan tentang kisah percintaanmu dengan viona, sii princess kampus. Yang bisa terbilang miris dan sedikit tragis. Kamu menceritakan tentang hubunganmu dengan viona yang berjalan selama 3tahun, dan berakhir 1 tahun lalu. Karena viona lebih memilih cowok baru pilihannya, dan memutuskan untuk pergi meninggalkan gerry. Cukup membuat hatiku terhenyuh mendengar ceritanya, dan ada rasa kasihan pada gerry saat itu.

Dan 2 bulan setelah perkenalan tepat pada tanggal 11 mei, gerry menyatakan perasaannya padaku. Dia bilang dia menyayangiku. Dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Aku masih ragu, aku bimbang harus menjawab “iya” atau “tidak”. Karena sejujurnya aku khawatir, aku khawatir kalau sebenarnya gerry masih mencintai viona dan aku hanya dijadikan sebagai bahan pelampiasan. Tapi tidak bisa berfikir panjang lagi, hanya bisa menjawab “iya” padanya. Karena selama kedekatan 2 bulan itu ternyata berhasil membuat aku merasa  nyaman berada didekatnya dan akupun menyayanginya. Dan aku hanya berharap semoga kedepannya baik-baik saja. Dan dia tidak akan pernah mengecewakanku.

Juni, juli, agustus, september, 4 bulan berpacaran. Rasa bahagia selalu saja gerry hadirkan, dia membuatku semakin yakin bahwa dia benar-benar mencintaiku dan sudah melupakan masa lalunya. Prsangka-prasangka baikku terhadapnya semakin kuat. Rasa takut kehilangan yang hadir sekarang berbeda dengan rasa takut 4bulan lalu ketika status kami masih teman. Harapan semakin tinggi untuk aku bisa mempertahankan hubungan ini dengannya.

Namun seketika semuanya berubah setelah 2 minggu lalu kau meminta izin kepadaku untuk menjenguk viona yang kabarnya sedang sakit dirumahnya. Sikapmu berubah drastis, sudah tidak ada lagi rasa perduli, perhatian, khawatir yang berlebihan yang kau berikan padaku. Pancaran matamu terlihat tak biasa, percikan rasa sayangmu sudah tidak terlihat dari sorot matamu yang indah itu. Padahal  awalnya aku tidak berfikir aneh, aku berusaha untuk berfikir positive dan berharap tidak akan ada hal buruk terjadi. Mungkin juga karena kamu sebentar lagi akan menjadi dokter, jadi aku pikir kamu datang menjenguk sekaligus memeriksa keadaan viona. Tapi ternyata dugaanku salah, semuanya meleset. Kamu datang menemui viona bukan hanya menjenguk dan memeriksa keadaannya, iya, tapi kamu juga mengobati sakitnya. Sakit pada hati viona lebih tepatnya. Ternyata baru aku dengar, viona diputuskan oleh kekasihnya yang dipacarinya selama 1 tahun itu. Dan dia sakit karena itu ?

Lalu mengapa gerry ? gerry yang datang ? sementara aku ?

Kenapa harus gerry yang mengobatinya ?  sementara dia dulu terluka pun karena viona. Dan kini gerry memutuskanku, dia kembali pada viona...

Tuhan, kenapa aku tidak bisa lolos dari kata PISAH. Dan kini aku harus mendapatkan kata itu, begitu berat aku menerima. Dan kata itu aku dapatkan dari sosok laki-laki yang sudah benar-benar aku cintai. Yang aku perjuangkan kebahagiaannya. Yang aku obati luka hatinya. Apakah ini adil ? atau ini sadis ?seperti lagu yang kudengar tadi...  Apakah rasa sayang yang tumbuh perlahan-lahan selama kurang lebih setengah tahun itu, kini perlahan-lahan juga harus aku matikan ? apa aku sanggup ?

Ooh ternyata ini Gerry yang sebenarnya..
Calon dokter spesialis organ dalam. Mempelajari  seluruh organ dalam yang berada pada manusia. Tapi aku rasa kau melupakan sesuatu, yaitu hati. Kau lupa untuk mempelajari itu, sehingga kau tidak tau bagaimana keadaan hati seseorang yang mencintaimu saat terluka, dan bagaimana rasa sakit yang sangat luar biasa. Dan kau pun tidak tau cara mengobatinya.

Dan sekarang kau lakukan itu padaku yang tidak tau apa-apa tentang sakitmu dulu, yang dibuat oleh perempuan lain. aku tidak tau, tapi kau memberi tau dan akhirnya pun aku serta merta merasakannya. Oleh karena itu aku menerimamu. Membantu mengobati lukamu. Tapi ternyata perlakuanmu berbanding terbalik dengan apa yang aku lakukan untukkmu.

Seharusnya aku sadar, kalau sadis itu bukan hanya lagu, bukan hanya ada di sinetron-sinetron atau film. Tapi juga ada dalam kehidupan nyata, seperti kehidupanku saat ini. Dan itu REAL !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar