Senin, 06 Januari 2014

2013 Yang Cengeng

2013, Inilah tahun dimana aku lebih sering mengeluarkan tangis dibanding tawa atas permasalahan yang datang silih berganti menghampiri hidupku.

Tahun ini juga adalah tahun dimana aku mengerti yang sebenarnya tentang persahabatan, percintaan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup. Seperti kebencian, kebohongan, kesakitan, sandiwara, perjuangan, pengorbanan, pengkhianatan bahkan kesetiaan.

Di tahun inilah aku benar-benar merasa menjadi aku yang lemah, terpuruk, sedih yang berketerusan. Dan ditahun ini juga aku merasa menjadi aku yang kuat, tegar, sabar dan paling bahagia. Kesan yang didapatkan setiap tahunnya memang berbeda. Tapi aku merasa ditahun inilah aku mendapatkan sesuatu yang belum pernah aku dapatakan ditahun-tahun sebelumnya.

Segala sesuatunya itu seperti serba kebetulan. Dari A sampai ke Z, dari awal 2013 sampai akhir 2013 kemarin itu. Benar-benar skenario luar biasa yang Allah siapkan untukku. Sepanjang perjalanan 2013 aku merasa kisah hidupku itu sudah seperti kisah-kisah dalam sinetron. Atau memang sinetron itu diangkat dari kisah nyata kehidupan seseorang ? entahlah mana yang benar.

Sebetulnya mungkin bukan kebetulan, tapi memang inilah alur hidupku. Banyak hal ditahun ini yang mendewasakanku, terutama tentang sahabat dan tentang cinta, banyak pelajaran berharga yang aku dapat, yang belum tentu orang lain mendapatkannya. Permasalahan yang datang bertubi-tubi membuatku belajar menjadi manusia yang sedikit jenius. Menyelesaikan segala sesuatu yang rumit dengan cara yang sederhana. Aku belajar banyak dari orang-orang disekelilingku, dari teman, sahabat, keluarga, bahkan orang yang tidak aku kenal sekalipun. Dari yang sangat buruk sampai dengan yang sangatbaik. Dan yang pasti aku harus bisa memfilter itu semua. Cukup tau dengan yang buruk, dan diteladani untuk yang baik.

Ditahun ini juga kelelahan yang maksimal melanda. Bagaimana tidak lelah, masalah rumit ini itu yang datang silih berganti selalusaja menguras air mata berketerusan, melebihi quota yang sudah ditentukan. Dan yang lebih melelahkan lagi masalah itu berasal dari orang itu saja, jika bukan si A ya si B si A si B, terkadang C D E pun iya. Menyesakkan hati, membekukan otak, membuat tulang-tulang ini merasa kaku. Dinding-dinding hati seakan rapuh. Tapi tidak bisa dipungkiri. Tahun inilah, tahun yang penuh hikmah. Aku menjadi tau mana teman, mana sahabat, mana yang jujur, mana yang tulus, mana yang pura-pura dan semuanya. Banyak hal yang terjadi ditahun ini. Yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu.

Rasa ingin tau yang besar sudah menemukan jawabannya ditahun ini, walaupun masih tersisa banyak misteri. Tapi itulah yang aku tunggu. Aku menunggu di season selanjutnya. Mungkin akan lebih menantang dari 2013 itu ? bisa jadi. Tapi aku berharap tidak lebih cengeng dari tahun ini. Tahun ini memang tahun yang penuh air mata dan drama. Tapi walau begitu, menurutku tidak ada hal apapun yang percuma dan sia-sia, karena semua terletak pada bagaiman cara kita berfikir untuk bisa dan berakhir baik dari sebuah usaha. Iya usaha yang aku lakukan di tahun ini.

Dan kesimpulannya adalah, apapun yang aku jalani saat ini, aku harus kuat, aku harus sabar, tegar dan yang paling penting  ikhlas. Aku yakin bukan aku saja yang merasakan segala apa yang aku rasakan saat ini, mereka yang diluar sana juga pasti merasakannya, hanya saja aku tidak mengetahuinya, dan juga cara aku dengan mereka  merasakan itu berbeda.

Yang  harus aku lakukan sekarang adalah aku harus tetap bersyukur dengan ketetapan Allah yang tidak dapat dirubah, bersyukur dengan apa yang aku miliki, yang telah Allah berikan kepadaku. Karena apa yang aku miliki sekarang belum tentu orang lain memilikinya. Karena dengan bersyukur, kita menjadi merasa beruntung, dan dengan rasa syukur juga kita tidak pernah merasa kurang.

Aku yakin, ini adalah scenario terbaik, yang Allah beri untukku. Allah memberikan scenario ini kepadaku, karena Allah tau, aku pemain terbaik dalam drama nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar