Selamat
siang gamerku. Dicuaca siang ini yang sangat panas dan dalam kedaan mengantuk,
tiba-tiba aku teringat padamu. Bagaimana kabarmu ? sedang apa dan dimana wahai
gamerku ? dan apakah kau masih mengingatku ? Aku sangat berharap semoga saja
kau masih mengingat semua tentangku, walaupun kini aku tidak tau engkau ada dimana.
Dan mungkin ditempatmu yang jauh disana, sudah ada seseorang yang menghuni
hatimu dan membahagiakanmu. Mungkin ~
Tapi
aku tidak perduli, yang terpenting adalah do’aku menyertaimu. Aku selalu
memohon kepada Tuhanku agar dia selalu menjaga dan melindungimu. Memberikan
yang terbaik untukmu, dan kebahagiaan yang sempurna selalu hadir dalam
kehidupanmu walaupun tanpa aku dan bukan aku yang masuk kedaftar absen pencipta
kebahagiaanmu itu.
Aku
paham dan mengerti betul tentangmu. Apa yang menyenangkan untukmu, menyebalkan,
membosankan, pokoknya segala sesuatu dari yang kamu sukai sampai kamu benci.
Dan sampai sekarang aku juga masih mengingat pristiwa terkonyol pada bulan
Desember 2 tahun lalu. Itu sungguh kejadian yang tak akan pernah terlupakan
sepanjang sejarah kehidupanku saat bersamamu. Pada saat itu kita sedang makan
berdua dikantin sekolah, tiba-tiba kau bersin kearahku, dan aku memarahimu “kok
kamu bersin kearah aku sih, gak tau apa orang lagi makan” dan kamu hanya
menjawab “mana ada, enggak kok” dengan muka polos tanpa rasa bersalah, disusul
dengan tawamu yang menggelegak, padahal jelas-jelas pada saat itu rok
sekolahku terlihat sedikit titik-titik basah karena terkena bersinan mu itu. Tanduk
dua langsung tumbuh dikepalaku. Ada satu lagi, saat kau mengantarku pulang
berkendara motor Astra yang sudah sangat jadul, dibawah terik sinar matahari
yang panas, tiba-tiba terdengar tuuuut...... dan itu suara kentutmu yang
seketika membuat hidungku mengembang dan mengempis tak tahan karena baunya. Aku
menepuk punggungmu, dan kamu hanya tertawa. Hahahaha. Sungguh, gamer yang
jorok. Haha tapi entahlah, mengapa semua itu tidak terlihat sebagai
kekuranganmu, bahkan aku merasa kekonyolan yang selama ini kau buat itu sebaagi
pelengkap kekuranganku yang membuat aku merasa nyaman, tenang dan senang saat
berada didekatmu. Karena selalu saja kau buat aku tertawa. Hmm..
Bujukan-bujukan
lembut nan alay yang selalu kau gunakan sebagai jurus ampuhmu untuk meredam
marahku. Kebiasaanmu setiap pagi menelponku, untuk sekedar membangunkanku,
kebiasaanmu memintaku mengucapkan selamat tidur sebagai pelengkap dan pengantar
tidurmu, dan kebiasaanmu setiap pagi disekolah membawa kue ongol-ongol
kesukaanku. Iya itu kebiasaan, kebiasaan yang membuatku rindu. Dan sangat
rindu.
Dan
justru itu kebiasaan yang membuatku harus terbiasa. Iya terbiasa tanpa
kehadiranmu yang sekarang sudah pergi, sejak kelulusan SMA itu.
Rasa
sayang yang dulu mendorongku mencari tau tentangmu dan mencari tau siapa kamu.
Dan setelah aku tau, mengenalmu lebih jauh, dan menyimpan perasaan lebih dalam.
Kau malah pergi begitu saja. Pergi tanpa kata, tanpa cerita. Apakah sekarang
aku juga harus mencari-cari tau dimana keberadaanmu ? agar kita bisa bertemu,
dan aku dapat menepis rinduku. Namun entahlah...
Mungkin
aku harus tidur dulu sejenak, agar aku bisa bermimpi. Mimpi bertemu dengan
gamerku 2tahun lalu, yang saat ini juga masih tetap menjadi gamer didalam
hatiku. Aku rindu, dan sangat kurindu.
sabar :)
BalasHapus:')
BalasHapus