Jumat, 07 Februari 2014

Gmr

Selamat siang gamerku. Dicuaca siang ini yang sangat panas dan dalam kedaan mengantuk, tiba-tiba aku teringat padamu. Bagaimana kabarmu ? sedang apa dan dimana wahai gamerku ? dan apakah kau masih mengingatku ? Aku sangat berharap semoga saja kau masih mengingat semua tentangku, walaupun kini aku tidak tau engkau ada dimana. Dan mungkin ditempatmu yang jauh disana, sudah ada seseorang yang menghuni hatimu dan membahagiakanmu. Mungkin ~

Tapi aku tidak perduli, yang terpenting adalah do’aku menyertaimu. Aku selalu memohon kepada Tuhanku agar dia selalu menjaga dan melindungimu. Memberikan yang terbaik untukmu, dan kebahagiaan yang sempurna selalu hadir dalam kehidupanmu walaupun tanpa aku dan bukan aku yang masuk kedaftar absen pencipta kebahagiaanmu itu.

Aku paham dan mengerti betul tentangmu. Apa yang menyenangkan untukmu, menyebalkan, membosankan, pokoknya segala sesuatu dari yang kamu sukai sampai kamu benci. Dan sampai sekarang aku juga masih mengingat pristiwa terkonyol pada bulan Desember 2 tahun lalu. Itu sungguh kejadian yang tak akan pernah terlupakan sepanjang sejarah kehidupanku saat bersamamu. Pada saat itu kita sedang makan berdua dikantin sekolah, tiba-tiba kau bersin kearahku, dan aku memarahimu “kok kamu bersin kearah aku sih, gak tau apa orang lagi makan” dan kamu hanya menjawab “mana ada, enggak kok” dengan muka polos tanpa rasa bersalah, disusul dengan tawamu yang menggelegak,  padahal jelas-jelas pada saat itu rok sekolahku terlihat sedikit titik-titik basah karena terkena bersinan mu itu. Tanduk dua langsung tumbuh dikepalaku. Ada satu lagi, saat kau mengantarku pulang berkendara motor Astra yang sudah sangat jadul, dibawah terik sinar matahari yang panas, tiba-tiba terdengar tuuuut...... dan itu suara kentutmu yang seketika membuat hidungku mengembang dan mengempis tak tahan karena baunya. Aku menepuk punggungmu, dan kamu hanya tertawa. Hahahaha. Sungguh, gamer yang jorok. Haha tapi entahlah, mengapa semua itu tidak terlihat sebagai kekuranganmu, bahkan aku merasa kekonyolan yang selama ini kau buat itu sebaagi pelengkap kekuranganku yang membuat aku merasa nyaman, tenang dan senang saat berada didekatmu. Karena selalu saja kau buat aku tertawa. Hmm..

Bujukan-bujukan lembut nan alay yang selalu kau gunakan sebagai jurus ampuhmu untuk meredam marahku. Kebiasaanmu setiap pagi menelponku, untuk sekedar membangunkanku, kebiasaanmu memintaku mengucapkan selamat tidur sebagai pelengkap dan pengantar tidurmu, dan kebiasaanmu setiap pagi disekolah membawa kue ongol-ongol kesukaanku. Iya itu kebiasaan, kebiasaan yang membuatku rindu. Dan sangat rindu.
Dan justru itu kebiasaan yang membuatku harus terbiasa. Iya terbiasa tanpa kehadiranmu yang sekarang sudah pergi, sejak kelulusan SMA itu.

Rasa sayang yang dulu mendorongku mencari tau tentangmu dan mencari tau siapa kamu. Dan setelah aku tau, mengenalmu lebih jauh, dan menyimpan perasaan lebih dalam. Kau malah pergi begitu saja. Pergi tanpa kata, tanpa cerita. Apakah sekarang aku juga harus mencari-cari tau dimana keberadaanmu ? agar kita bisa bertemu, dan aku dapat menepis rinduku. Namun entahlah...
Mungkin aku harus tidur dulu sejenak, agar aku bisa bermimpi. Mimpi bertemu dengan gamerku 2tahun lalu, yang saat ini juga masih tetap menjadi gamer didalam hatiku. Aku rindu, dan sangat kurindu.

2 komentar: