Hai kamu yang disana,
yang didekatku, tapi kini terasa jauh. Bagaimana kabarmu saat ini teman
tersayang ? lama kita tak berbincang-bincang, lama kita tak belajar bersama,
lama juga kita tak bermain bersama, lama bujukkanmu tak kurasakan ketika aku
marah dan kau mengharapkanku kembali baik dan kau membuat aku tersenyum, tertawa,
saling mengejek dan konyol. Ditempat itukan biasa kita duduk, minum, memesan 1
gelas milo susu ataupun teh obeng sebagai syarat kita mengunjungi tempat itu
untuk sekedar menumpang WIFI. Masih ingatkah ? jika tidak lupa atau melupakan
pasti kamu masih mengingat itu. Dan kau tahu ? Aku rindu.
Jika ku tanyakan kabar,
mungkin sebenarnya aku tahu kabarmu saat ini. Karena setiap hari, bahkan hampir
setiap waktu aku melihat ragamu. Iya kamu baik sekali bukan dengan warna-warni
hidupmu saat ini tanpa aku. Walaupun beberapa hari lalu aku melihatmu sedikit
lemah dan kurang sehat, dan sempat membuatku begitu khawatir, tapi sudah
teratasi kan ? Lalu ada satu yang tidak aku tahu, bagaimana dengan jiwamu ?
dengan hatimu ? apakah sama seperti ragamu yang lemah dan kurang sehat ? atau
bahkan sebaliknya ? mungkin malah kuat dan sangat sangat sehat bukan ?
Berbagai pertanyaan
selalu ku lontarkan dalam hati. Berkali-kali pemikiran yang sama muncul didalam
uratan-uratan di otakku. Itu saja, itu saja dan selalu itu. Judul masih saja
belum terganti. Pertanyaan tidak ada yang menjawab. Pemikiran sama yang
menggumpal tak dapat dipecahkan, dan sebuah judulpun masih belum ada yang bisa
mengubah. Mungkin karena terlalu indah atau sudah terlalu menyakitkan ?
Entahlah, yang jelas kamu selalu
membuat aku bertanya tentang kamu.
Akupun tidak tau bagaimana cara mengatasinya. Bagaimana bila benar terjadi,
kalau sesungguhnya aku mencintaimu ? apakah aku harus terus bertahan dengan
perasaan ini dan mencintaimu dalam diam, atau aku harus pergi membawa perasaan
ini dan perlahan kulepaskan ?
Pertanyaan selalu saja
bermunculan, tapi aku tidak pernah mendapatkan jawabannya. Sama seperti dulu
ketika aku masih bersama-sama denganmu, dekat denganmu, bagiku kamu itu adalah
sebuah tanda (?). tanda (?) yang sekian lama aku genggam, dan tanda (.) yang
tidak pernah aku dapat. Jikalaupun sekarang sudah dapat, tapi tidak seindah
yang aku harapkan kan ? iya kamu tahu itu. Walau sesungguhnya aku tau, ini
adalah akhir sekaligus awal yang indah untukkmu ketika kamu menemukan seseorang
yang baru hadir dihidupmu. Begitu cepat kamu melupakan aku. Begitu gampangnya
kau pergi dengan torehan-torehan luka kecil yang kian lama kian membesar
dihatiku. Begitu cepat kau langkahkan kaki meninggalkanku dan menghampiri yang
lain. Disaat itu juga luka tak sekedar membesar tapi juga semakin dalam.
Ketika disini aku harus
bangkit sendiri perlahan tanpa kamu, aku harus melawan rasa rindu, rasa
cemburu, rasa sakit, rasa sedih, rasa tidak perduli, rasa sayang dan segala
rasa yang berasal darimu dan untukmu. Iya aku berjuang, aku melawan itu semua.
Ketika aku harus berusaha tegar, juga terkadang menghindar disaat bertemu denganmu
bersama kekasih barumu, kau tau betapa sakitnya pada saat itu ? perih, letih,
seketika menyerang hati.
Ketika aku harus
menghindari kebiasaan-kebiasaan mengasyikan ketika kita masih dekat.
Mendengarkan lagu kesukaanmu juga kesukaanku, menonton film yang pernah kita
tonton bersama, mengunjungi tempat yang sebelumnya pernah kita datangi, itu
semua masih melekat erat dalam pikiranku. Masih teringat segala hal konyol dan
menyebalkan yang kita lakukan dan kita bicarakan jika sudah bersama. Ketika aku
hanya bisa mengatakan “aku pernah kesini kemaren sama dia” kepada teman yang
berusaha menghiburku pasca kau pergi dariku. Dan mereka hanya bisa menghela
napas, sambil berkata “semua tempat perasaan udah didatangin sama kalian ?” dan
aku hanya diam -_-
Kamu tahu ? aku
berusaha keras, aku menghindari itu semua. Bukankah aku sebagai orang yang
sudah dilupakan, juga harus bisa melupakan ? melupakan seseorang yang PERNAH
teramat sangat aku sayang.
Seandainya kamu tahu
itu. Iya seandainya. Seberapa besarkah kamu bisa merasakan ? aku ingin tahu
sebagai seseorang yang pernah kau perdulikan dan saat ini sudah kau lupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar