Sabtu, 04 Januari 2014

Disaat Kamu Pergi

Hai kamu yang disana, yang didekatku, tapi kini terasa jauh. Bagaimana kabarmu saat ini teman tersayang ? lama kita tak berbincang-bincang, lama kita tak belajar bersama, lama juga kita tak bermain bersama, lama bujukkanmu tak kurasakan ketika aku marah dan kau mengharapkanku kembali baik dan kau membuat aku tersenyum, tertawa, saling mengejek dan konyol. Ditempat itukan biasa kita duduk, minum, memesan 1 gelas milo susu ataupun teh obeng sebagai syarat kita mengunjungi tempat itu untuk sekedar menumpang WIFI. Masih ingatkah ? jika tidak lupa atau melupakan pasti kamu masih mengingat itu. Dan kau tahu ? Aku rindu.

Jika ku tanyakan kabar, mungkin sebenarnya aku tahu kabarmu saat ini. Karena setiap hari, bahkan hampir setiap waktu aku melihat ragamu. Iya kamu baik sekali bukan dengan warna-warni hidupmu saat ini tanpa aku. Walaupun beberapa hari lalu aku melihatmu sedikit lemah dan kurang sehat, dan sempat membuatku begitu khawatir, tapi sudah teratasi kan ? Lalu ada satu yang tidak aku tahu, bagaimana dengan jiwamu ? dengan hatimu ? apakah sama seperti ragamu yang lemah dan kurang sehat ? atau bahkan sebaliknya ? mungkin malah kuat dan sangat sangat sehat bukan ?

Berbagai pertanyaan selalu ku lontarkan dalam hati. Berkali-kali pemikiran yang sama muncul didalam uratan-uratan di otakku. Itu saja, itu saja dan selalu itu. Judul masih saja belum terganti. Pertanyaan tidak ada yang menjawab. Pemikiran sama yang menggumpal tak dapat dipecahkan, dan sebuah judulpun masih belum ada yang bisa mengubah. Mungkin karena terlalu indah atau sudah terlalu menyakitkan ? Entahlah, yang jelas kamu selalu membuat aku bertanya tentang kamu. Akupun tidak tau bagaimana cara mengatasinya. Bagaimana bila benar terjadi, kalau sesungguhnya aku mencintaimu ? apakah aku harus terus bertahan dengan perasaan ini dan mencintaimu dalam diam, atau aku harus pergi membawa perasaan ini dan perlahan kulepaskan ?

Pertanyaan selalu saja bermunculan, tapi aku tidak pernah mendapatkan jawabannya. Sama seperti dulu ketika aku masih bersama-sama denganmu, dekat denganmu, bagiku kamu itu adalah sebuah tanda (?). tanda (?) yang sekian lama aku genggam, dan tanda (.) yang tidak pernah aku dapat. Jikalaupun sekarang sudah dapat, tapi tidak seindah yang aku harapkan kan ? iya kamu tahu itu. Walau sesungguhnya aku tau, ini adalah akhir sekaligus awal yang indah untukkmu ketika kamu menemukan seseorang yang baru hadir dihidupmu. Begitu cepat kamu melupakan aku. Begitu gampangnya kau pergi dengan torehan-torehan luka kecil yang kian lama kian membesar dihatiku. Begitu cepat kau langkahkan kaki meninggalkanku dan menghampiri yang lain. Disaat itu juga luka tak sekedar membesar tapi juga semakin dalam.

Ketika disini aku harus bangkit sendiri perlahan tanpa kamu, aku harus melawan rasa rindu, rasa cemburu, rasa sakit, rasa sedih, rasa tidak perduli, rasa sayang dan segala rasa yang berasal darimu dan untukmu. Iya aku berjuang, aku melawan itu semua. Ketika aku harus berusaha tegar, juga terkadang menghindar disaat bertemu denganmu bersama kekasih barumu, kau tau betapa sakitnya pada saat itu ? perih, letih, seketika menyerang hati.

Ketika aku harus menghindari kebiasaan-kebiasaan mengasyikan ketika kita masih dekat. Mendengarkan lagu kesukaanmu juga kesukaanku, menonton film yang pernah kita tonton bersama, mengunjungi tempat yang sebelumnya pernah kita datangi, itu semua masih melekat erat dalam pikiranku. Masih teringat segala hal konyol dan menyebalkan yang kita lakukan dan kita bicarakan jika sudah bersama. Ketika aku hanya bisa mengatakan “aku pernah kesini kemaren sama dia” kepada teman yang berusaha menghiburku pasca kau pergi dariku. Dan mereka hanya bisa menghela napas, sambil berkata “semua tempat perasaan udah didatangin sama kalian ?” dan aku hanya diam -_-
Kamu tahu ? aku berusaha keras, aku menghindari itu semua. Bukankah aku sebagai orang yang sudah dilupakan, juga harus bisa melupakan ? melupakan seseorang yang PERNAH teramat sangat aku sayang.

Seandainya kamu tahu itu. Iya seandainya. Seberapa besarkah kamu bisa merasakan ? aku ingin tahu sebagai seseorang yang pernah kau perdulikan dan saat ini sudah kau lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar