Sabtu, 04 Januari 2014

Gara-gara Lagu (˘ε˘ƪ)

Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya

Ditengah-tengah kesunyian kelas XII IPA 1, yang hanya berisikan beberapa anak, yang sedang sibuk dengan urusan nya masing-masing, ada yang sedang menonton, mendengarkan lagu, mengerjakan tugas biologi dari Madam Vio, browsing dan entah apa saja yang mereka lakukan. Aku tidak tau …

Aku duduk sendiri, di kursi paling belakang, ditemani laptop kesayangan sambil mendengarkan lagu Jodoh pasti bertemu, itulah salah satu lagu terbaru Afgan, yang berhasil membuat air mata ku menetes tiba-tiba. Aku tidak tahu mengapa itu bisa terjadi, mungkin karena terlalu menikmati lagu itu, atau karena memang mungkin lagu itu menggambarkan tentang perasaanku.
Hmm, entahlah ┐(´_`)┌

Berhelai-helai tisu kuhabiskan pada saat itu, sampai-sampai ada salah seorang teman kelasku bernama panji menghampiriku, dan dia berkata juga bertanya “fanny nangis ? kenapa loe nangis ??” Dan aku hanya menjawab, tidak, aku tidak menangis. Dan dia kembali berkata kepadaku, “bohong”, lalu dia pergi meninggalkan kelas. Dan setelah dia keluar, kembali masuk satu teman nya, dan menanyakan hal yang sama “kenapa kamu menangis??” aku pun hanya tersenyum. Ternyata sii panji yang memberi tahunya.
Tapi sudahlah, aku tidak perduli dengan apa yang mereka katakan. Sedangkan orang-orang yang berada dikelas bersamaku saja, seperti tidak perduli.

Memang sebelum dua anak lelaki itu menghampiriku, sudah ada yang manghampiriku terlebih dahulu. Yaitu dia, dia seseorang yang sangat aku sayangi. Dia datang sebentar, melihatku yang sedang menghafal onotomi tubuh manusia, dia hanya tersenyum, dan pergi lagi. Hufhh, dari situlah, aku mulai merasakan bahagia, senang, dag-dig-dug hati berdebar, hahaha, bahkan sedih. Aku tidak tahu persis mengapa seperti itu, perasaanku menjadi tidak menentu, air mata semakin deras menetes, Oh tuhan apa yang terjadi (́_̀)

Dan setelah itu pun ternyata dia kembali datang, dia datang untuk meminjam sepedaku, lebih tepatnya sepeda kesayanganku.  Ternyata dia akan pergi mencari makan siang diluar bersama teman-teman nya. Seiring berjalan nya waktu aku menunggu dia dan sepedaku kembali, perasaan semakin tidak menentu. Aku mencoba keluar dari kelas XI IPA 1 dan menuju ke kelas XI IPA 2, itu adalah kelas dia. Aku pikir mungkin aku bisa sedikit terhibur jika berada disana, walaupun dia tidak berada dikelas pada saat itu. Namun ternyata apa ? ternyata suasana kelas mereka pun tidak beda jauh dengan suasana kelasku, kelas itu terlihat sepi, hanya beberapa orang saja terlihat dan mereka pun sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Aku pun kembali ke kelas, dan kembali mendengarkan lagu itu, ku putar berulang ulang kali lagu itu, hingga aku tertidur. Dan saat aku terbangun pun, suasana kelas ku semakin sepi, karena beberapa temanku sudah pulang, dan belum ada tanda-tanda dia kembali kekelas untuk mengembalikan sepeda biruku itu.

Jam menunjukan pukul 12:30 WIB.
 Aku pun kembali tertidur, dan pada saat itu tiba-tiba terdengar suara memanggil nama ku, aku pun terbangun. Ooh.. ternyata dia datang, aku pun senang bisa melihat wajah nya kembali. Ooh Tuhaan, apa yang terjadi dengan hatiku ? mengapa aku begini ????
Bukan hanya 1 atau 2 kali aku merasakan hal ini, namun sudah terlalu sering. Jujur, sesak sekali dada ini, ingin rasa nya ku keluarkan semua yang ada dibenakku pada saat itu. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa, aku hanya bisa terdiam dan menangis. Tidak bermaksud untuk berlebihan, tapi inilah aku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Apa yang harus aku lakukan untuk dia yang sangat berhasil membuatku terpukau.
Dan akhirnya, setelah itupun aku pulang..

Sembari berdo’a, “yaallah semoga dia tahu apa yang aku rasakan, luluhkan hatinya yaallah” (́_̀)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar