Disaat-saat seperti inilah aku merasakan rindu, rindu yang
teramat dalam.
Disaat sendiri tak ada teman untuk bercerita, tak ada teman
sms, whatsapp, bbm ataupun teman dijejaring sosial lainnya. #kebetulan pulsa
modem habis, gak bisa twitter atau facebook deh. Haha
Dan hanya doa yang bisa kulakukan untuk mengobati rinduku
padanya yang sudah menjadi milik orang lain. Perasaanku ini memang terkadang
seperti majas hiperbola terlalu
berlebih-lebihan dan sedikit alay.
Tapi apa mau dikata ?
Kalo sudah menyangkut perasaan, aku tidak bisa berbuat
banyak, melawan, memberontak, jelas tak bisa. Sekalipun perasaan itu terkadang
salah, yaitu rindu kepada kekasih orang.
Aku memang hanya masa lalumu, aku seseorang yang sudah terlalu
sering kau buang air matanya. Namun dibalik air mata itu, tetap masih ada, dan
memang selalu ada seuntai senyum yang kuhadirkan.
Walaupun senyum itu malah hadir dari sakit yang kau beri. Tetap
saja aku mencoba bertahan pada saat itu.
Tapi sampai detik ini entah mengapa aku masih sangat berharap
kalau kamu akan menjadi masa depanku. Menjadi imamku dan menjadi................
hahahaha, memang sedikit gila dan konyol terkadang apa yang aku pikirkan.
Tapi tidaklah, itu hanya gurauan saja.
Walaupun sebenarnya berharap menjadi nyata J amin hehe
Walaupun sekarang kau sudah dengan yang lain, dan menjadi
milik yang lain pula, aku tidak merasa keberatan ataupun rugi, apalagi iri. Yaa
walaupun rasa cemburu dan nyesek itu datang tiba-tiba, ketika aku melihat kau
dengannya, dan disaat itu pula aku teringat kebersamaan kita 3tahun lalu.
*flashback..
Tapi itu aku anggap wajar kok J
Saat ini kau sudah bersamanya, dan kamu pun terlihat bahagia
dengannya, kalian terlihat sangat cocok. Kamu yang rame, lucu, kocak, cakep, bertemu
dengan dia gadis pendiam, manis, cerdas, ramah, calon dokter pula.
Walaupun hubungan kalian baru berjalan 6 bulan ini, tapi aku
yakin kok hubungan kalian akan bertahan lama. Amiiin hehe.
Aku yakin dia tidak akan tega menyakitimu, membuat mu
bersedih, apalagi menangis.
Walaupun dulu kamu sering melakukan itu padaku, tapi aku
selalu berdoa agar hal itu tidak akan pernah terjadi padamu. Aku selalu berdoa
yang terbaik untukkmu, aku yakin dia akan menjagamu, lebih dari aku menjagamu
dulu.
Iya benar, lebih dari aku menjagamu. Sebab, jika memang dulu
aku bisa menjagamu, pasti sampai sekarang kita masih bersama, tidak akan ku
relakan kau dengan yang lain. Takkan pernah ku lepas L
Tapi entahlah, aku memang dulu agak bodoh. Aku merelakan mu
pergi bersama perempuan lain, perempuan yang tidak baik, yang hanya
memanfaatkan semua yang kau miliki. Padahal pada saat itu sesungguhnya aku
masih sangat menyayangimu.
Kenapa ? kenapa aku begitu ?
Karena pada saat itu perempuan itu adalah sahabatku sendiri. Aku
pikir dia bisa menjagamu dengan baik, dan aku pikir kamu bisa lebih bahagia
dengannya.
Sampai akhirnya aku merelakan kekasihku untuk sahabatku. Merelakan
dia mengganti diriku untuk dirimu. Itulah yang membuatmu membenciku
sampai saat ini.
Kamu pikir aku lebih menyayangi sahabat dibanding kamu, dan pada saat itu kamu juga berkata, kalo aku lebih bisa menjaga perasaan
sahabat dibanding kamu.
Tapi iya memang benar.
Aku sangat bingung, kacau tak menentu pada saat itu. Aku harus
mengorbankan perasaanku, demi orang yang kusayang. Yaitu sahabatku, dan juga
kamu.
Tapi yasudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Bisa gila aku
dibuatnya -___-“
Terbayang-bayang rasa bersalah dan menyesal.
Aku harap semuanya akan baik-baik saja. Sudah sepantasnya
kamu bahagia dengan dia yang kau cinta saat ini. Iya dia seseorang yang hadir
dihidupmu saat ini, calon dokter itu looooh J
Bukan dia yang dulu menyakitimu.
Aku lega, kamu sekarang berada pada seseorang yang baik, yang
memahamimu sepenuhnya.
Kalian sama-sama beruntung. Apalagi kamu J
Tapi apakah kamu tahu semua doa dan harapku itu ?
Haha, aku pikir itu hanya sebuah retoris. Pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Iya jawaban
darimu.
Dan lagi aku juga tidak ingin kau tahu itu, buat malu saja
>,<
Tuhan maha adil, maha baik dan maha segala-galanya. Jikalau memang
kau jodohku, pasti Tuhan akan mempertemukan kita nantinya.
Sejauh apapun kita sekarang, sebenci apapun kamu terhadapku. Dari
3 tahun lalu sampai saat ini.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar