Beberapa waktu
lalu baru saja kau menemuiku.
Meminta maaf
dengan semua yang terjadi antara aku, kamu dan dia, sahabatku juga sahabatmu.
Kau memintaku
untuk mengatakan semua, semua yang aku rasa dan apa yang membuatku seperti ini.
Ketika tiba-tiba
kau mendekat, duduk disampingku. Aku hanya bisa menangis, tak bisa berucap
banyak, air mata yang mewakili tiada henti. *nyesek
Pertanyaan-pertanyaan
yang kau lontarkan, hanya ku jawab seperlunya saja. Dan sedikit basa-basi juga
rayuanmu berhasil membuatku tersenyum kecil.
Apakah kau tahu
bagaimana perasaanku saat itu ?
Sungguh, aku pun
tidak mengerti dengan kemauan hatiku dan perasaanku sendiri, apalagi kamu ? aku
yakin kamu lebih tidak tahu lagi. Dan tidak mau tahu.
Tak bisa ku
gambarkan keadaan hati ini seperti apa pada saat itu.
Tapi aku pikir
kamu sudah mengerti itu semua, setelah apa yang kita bicarakan tadi, dan aku
pikir luka akan segera sembuh walaupun sudah terlalu dalam kau buat.
Tapi ternyata apa
?
Ini kenyataannya ?
pahit !! rasa pare, rasa obat. Ooh !! itu masih mending ternyata.
Aku mungkin yang
salah yaa ?
Apa aku yang
terlalu drama queen ?
Sepertinya tidak !
ini bukan drama.
Tapi ini real !
Ini perasaanku
yang sebenarnya, perasaan yang tidak bisa dibohongi.
Atau mungkin kau
yang bodoh ? atau terlampau pintar ?
Kamu bisa memahami
yang lain, bisa peka dengan yang lain, tapi kenapa tidak denganku ???
Kenapa tiba-tiba
aku menulis ini ?
Mungkin awalnya
karena sebuah harapan, menjadi sayang, dan terlalu sayang, sehingga kecemburuan
terlalu besar ketika kau dekat dengan perempuan lain, dan kebetulan perempuan
itu juga memiliki perasaan yang lain pula.
Lucu memang, hanya
karena membaca mention mu ditwitter dengan dia yang menyukaimu, shock, rasa
khawatir, rasa takut, cemburu tiba-tiba menghampiri. Dan sudah pasti disertai
rasa sedih.
Maaf sayang, bukan
bermaksud berfikir yang tidak baik tentangmu. Tapi aku ingin bertanya, apa yang
akan kamu lakukan pada dia yang menyukaimu ?
Apa kau akan
melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan kepadaku ?
Mempermainkan
perasaanku, bahkan kau anggap cintaku ini hanya sebuah permainan ?
Atau mungkin dia
lebih beruntung dari aku ???
Hanya Tuhan dan
kau yang tahu..
Aku sedih, aku
bingung, aku sakit dan aku juga ingin marah.
Tapi aku siapa ?
Aku tidak punya
hak untuk melakukan itu.
Aku bukan
siapa-siapamu, dan aku juga bukan apa-apamu.
Aku hanya seorang
perempuan yang pernah dekat denganmu dan hanya kau anggap sebagai teman. Iya
teman ! tidak lebih dari itu.
Apa itu bisa
menjadi alasan yang kuat untuk aku marah padamu, dan melampiaskan semua padamu
? tentu tidak !
Bagaimanapun juga
aku harus tetap berupaya tahu diri. Walaupun kenyataannya seperti ini, pahit dan sangat miris.
Semua seolah-olah
memang terlihat baik-baik saja. Tapi tidak dengan hati ini, hati yang sudah
terlanjur kau miliki, tapi juga perlahan-laahn kau hancurkan.
Mungkin selama ini
bibirku terlihat diam, tapi hati ini ? hati ini bergejolak, hati ini ingin
berbicara banyak.
Kamus bahasa
indonesia sampai kamus bahasa inggris saja tidak bisa mengartikan apa yang
dibicarakan hati ini. Tapi tidak dengan kamu kan ?!?
Apakah aku salah
jika aku berharap sedikit saja untuk kamu memahami perasaanku ? wahai Master PHP ??? iya benar. Itu memang
julukan yang tepat untukkmu.
Kau tahu apa yang
sekarang aku rasakan ? kecewa, sedih, benci, marah menjadi satu.
Tapi bagaimana
denganmu ???
Selamat kamu
bahagia disana :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar