Wahai Tuhan penguasa alam, tolong
bantu aku...
Bantu aku menghentikan air mata
ini.
Bantu aku menghentikan kesedihan
ini.
Bantu aku menghentikan drama ini.
Bantu aku melupakan kepedihan ini.
Bantu aku melupakan rasa benci.
Bantu aku menutup mata ini dari
semua pandanganku.
Bantu aku menutup hati ini dari
siapapun terkecuali engkau.
Wahai Tuhan penguasa
Alam, tolong pegangi aku, genggam erat aku. Jangan biarkan aku jatuh, jangan
biarkan aku jatuh terlalu dalam pada ladang dosa yang terkutuk yang engkau
benci.
Wahai Tuhan penguasa alam, beri
aku, beri aku hati yang ikhlas untuk mengikhlaskan. Hati yang ikhlas untuk
melepaskan dan hati yang ikhlas untuk dilepaskan.
Wahai Tuhan penguasa
alam, bantu aku, bantu aku untuk berdamai dengan keadaan dan bantu aku untuk
mendamaikan hati yang rumit dan terlanjur sakit.
Wahai Tuhan penguasa
alam, bantu aku, bantu aku jauh dari rasa penyeselan karena pertemuan dengan
orang-orang yang tidak aku inginkan. Biarkan aku mengerti, aku paham
tanpa menyalahkan bahwa ini memang takdirmu untukku, ini jalan indah nan terjal
yang harus aku lalui.
Wahai Tuhan penguasa
alam, berikan aku pemikiran yang jernih, hati yang bersih yang selalu
berprasangka baik kepada engkau, bahwa rencanamu ini sesungguhnya akan indah
nanti untukku melebihi rencanaku. Jangan biarkan aku berfikir pertemuan semacam
ini dengan mereka adalah musibah, biarkanlah aku mengangap anugrah walau
nyatanya menyisakan luka parah.
Wahai Tuhan penguasa
alam, bimbinglah aku, tuntunlah hatiku, jauhkan dan sembuhkan aku dari
kemunafikan. Genggam erat aku, pegangi aku agar aku tidak jatuh. Jangan biarkan
aku terus berjalan menyesatkan cintaku.
Wahai Tuhan penguasa
alam yang mengatur hidupku, kupasrahkan segala urusanku kepadamu, engkaulah
maha kuasa yang pandai membolak-balikkan hati. Sembuhkan hati yang tersakiti,
hilangkanlah rasa benci, hilangkanlah rasa sesak yang selalu memberontak, bantu
aku untuk memaafkan segalanya.
Wahai Tuhan penguasa alam,
tuntunlah aku, tuntunlah hatiku, dan maafkan aku Tuhan, seorang hamba yang
tidak tahu malu selalu meminta dan merengek namun mengulangi kesalahan yang sama
dan tiada henti berbuat dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar