Minggu, 06 Desember 2015

Tuhanku...

Wahai Tuhan penguasa alam, tolong bantu aku...
Bantu aku menghentikan air mata ini.
Bantu aku menghentikan kesedihan ini.
Bantu aku menghentikan drama ini.
Bantu aku melupakan kepedihan ini.
Bantu aku melupakan rasa benci.
Bantu aku menutup mata ini dari semua pandanganku.
Bantu aku menutup hati ini dari siapapun terkecuali engkau.

Wahai Tuhan penguasa Alam, tolong pegangi aku, genggam erat aku. Jangan biarkan aku jatuh, jangan biarkan aku jatuh terlalu dalam pada ladang dosa yang terkutuk yang engkau benci.
Wahai Tuhan penguasa alam, beri aku, beri aku hati yang ikhlas untuk mengikhlaskan. Hati yang ikhlas untuk melepaskan dan hati yang ikhlas untuk dilepaskan.

Wahai Tuhan penguasa alam, bantu aku, bantu aku untuk berdamai dengan keadaan dan bantu aku untuk mendamaikan hati yang rumit dan terlanjur sakit.

Wahai Tuhan penguasa alam, bantu aku, bantu aku jauh dari rasa penyeselan karena pertemuan dengan orang-orang yang tidak aku inginkan. Biarkan aku  mengerti, aku paham tanpa menyalahkan bahwa ini memang takdirmu untukku, ini jalan indah nan terjal yang harus aku lalui.

Wahai Tuhan penguasa alam, berikan aku pemikiran yang jernih, hati yang bersih yang selalu berprasangka baik kepada engkau, bahwa rencanamu ini sesungguhnya akan indah nanti untukku melebihi rencanaku. Jangan biarkan aku berfikir pertemuan semacam ini dengan mereka adalah musibah, biarkanlah aku mengangap anugrah walau nyatanya menyisakan luka parah.

Wahai Tuhan penguasa alam, bimbinglah aku, tuntunlah hatiku, jauhkan dan sembuhkan aku dari kemunafikan. Genggam erat aku, pegangi aku agar aku tidak jatuh. Jangan biarkan aku terus berjalan menyesatkan cintaku.

Wahai Tuhan penguasa alam yang mengatur hidupku, kupasrahkan segala urusanku kepadamu, engkaulah maha kuasa yang pandai membolak-balikkan hati. Sembuhkan hati yang tersakiti, hilangkanlah rasa benci, hilangkanlah rasa sesak yang selalu memberontak, bantu aku untuk memaafkan segalanya.

Wahai Tuhan penguasa alam, tuntunlah aku, tuntunlah hatiku, dan maafkan aku Tuhan, seorang hamba yang tidak tahu malu selalu meminta dan merengek namun mengulangi kesalahan yang sama dan tiada henti berbuat dosa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar