Senin, 20 Oktober 2014

Aku Masih Bermimpi


Hari ini, hari ini aku bahagia. Entah karena bertemu mereka teman-teman karibku semasa SMA, atau karena diantara mereka ada dia. Iyah, pertemuan tak disengaja hari ini ternyata masih saja membuka sebagian memori diotakku saat bersama dia ‘dulu’. Masih mengingatkan aku dengan berbagai cerita yang dulu sempat tertoreh.
 
Saat-saat seperti inilah, aku selalu sadar. Ternyata aku belum bisa melupakan dia dan semua kenangan yang dulu pernah ada. Disaat-saat bersama seperti tadilah yang membuat hatiku selalu ingin melangkah dan memperjuangkan perasaan ini lagi agar mendapat tempat dihatinya, walau hanya disudut, disudut hatinya. Tapi tak mengapa, setidaknya aku bisa, aku memiliki walau hanya sebagian kecil dari hatinya yang aku miliki.

Dan aku juga sadar, ternyata selama ini aku terlalu memaksakan untuk melupakan. Terlalu memaksakan untuk menghapus dan menganggap semuanya seperti tidak ada apa-apa. Tapi nyatanya ? aku belum bisa melakukan itu. Aku selalu bertekad, namun seketika tekadku melemah ketika aku kembali bertemu dia. Apalagi jika pertemuan itu menghadirkan bahagia yang sangat luar biasa bagiku seperti hari ini. Sudah lama aku tidak merasakan momen seperti tadi bersama dia dan juga mereka. Dan terbawa sampai kerumah, masih saja aku tersenyum-senyum sendiri jika mengingat hal tadi. Haha, andai dia tahu yaallah. Jikalau bahagiaku itu sesederhana ini. Bertemu, bercerita, bisa tertawa bersama.

Jujur saja, sebenarnya aku juga masih berharap. Tapi selama ini aku tidak ingin terlihat berharap, walau sebenarnya aku berharap. Berharap dia bisa membuka hatinya untukku dan melupakan masa lalunya yang dulu. Ya Allah, aku masih berharap dia kembali. Aku ingin dia menjadi lelaki yang baik, bisa lebih baik dan menjadi terbaik.

Ya Allah, jangan biarkan harapan ini terlalu besar, jangan biarkan rasa sayang ini selalu bertahan jika memang engkau tidak menakdirkan dia untukku. Aku sadar, setiap perjuangan pasti selalu membutuhkan pengorbanan. Tapi apa pengorbananku selama ini belum cukup untuk bisa memiliki hatinya ? bahkan pengorbananku agar melihat dia bahagia, walau aku harus merelakan dia dengan orang lain. Semua itu seperti tidak terlihat dimatanya. Yaah aku juga sadar, mungkin terlalu sulit baginya membuka hati untuk orang yang tidak dia cintai. Namun aku ? aku terlalu... terlalu menyayanginya.

Yaallah, jika memang ini salah satu mimpi dari jutaan mimpi yang ada dalam tidurku. Jangan biarkan mimpi ini menjadi mimpi yang terlalu indah, yang membuatku ingin terus menggapainya. Jadikanlah mimpi ini mimpi yang paling sederhana, sesederhana kebahagiaan hari ini, sesederhana do’a yang selalu aku panjatkan, dan sesederhana caraku mencintainya. :’)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar