Rabu, 29 Oktober 2014

1 Jam Saja

Hari ini mungkin adalah salah satu hari terpenting dan terspesial untukku. Saat penantian yang aku rasa cukup panjang, akhirnya terjadi.

Mungkin tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan, mungkin akhirnya pertemuan ini, kebersamaan ini menjadi terasa sangat biasa saja saat diam dan diam itu yang selalu kau berikan.
Dalam hati menahan beribu kata yang seharusnya dapat kulontarkan. Dalam otak tersimpan sejuta pemikiran yang seharusnya tersampaikan.  Namun aku tak semampu itu...
Walaupun ribuan kata dan jutaan pemikiran yang selama ini aku pendam bukan semata-mata soal cinta, bukan semata-mata soal perasaanku yang terpendam, namun sudah kau ketahui.

Aku terlalu takut, aku takut akan semua pengakuan dan kejujuranku justru harus membuatku kehilanganmu seperti dulu. Walaupun saat ini aku tidak memilikimu sebagai seseorang yang kucinta, setidaknya aku memilikimu sebagai sahabatku.

Andai saja, kau mengeluarkan sekelumit kata saja yang dapat membuatku membuka kunci dibibir ini. Andai. Tapi entah, mungkin ini adalah  kesekian kalinya aku harus menelan kekecewaan yang berbumbukan brotowali. Dan kamu tahu apa rasanya ? Pahit ?
Mungkin ini kesekian kali aku merasakan sesaknya dada, saat aku merasakan kebahagiaan yang tak terungkapkan.

Mungkin aku hanya akan merasa hidup ini ajaib, jika aku memiliki waktu 1 Jam Saja untuk mengungkapkan semua-muanya yang lama kupendam, yang sudah terlalu lama menggeliat hati dan mengusik renung-renung jiwa.
26/10/14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar