Kamis, 20 Februari 2014

Sebuah Puisi Untuk Sahabat


Selamat malam sahabatku, bagaimana kabarmu disana ?
Aku harap kau baik-baik saja
Aku harap perlindungan Allah swt selalu menyertaimu setiap saat
Dan aku harap kau juga masih merasakan kerinduan yang sama seperti rinduku padamu
Rindu yang takkan pernah bertepis sebelum kita bertemu
Rindu yang takkan hilang sebelum kita berpelukkan
Rindu yang takkan sirna sebelum kita menangis bersama
Rindu yang takkan musnah sebelum kita tertawa, bercanda bersama
Rindu yang akan tetap menjadi rindu dalam sebuah cerita, cerita kita berdua, cerita dulu sampai saat ini...



Sahabatku ?
Apakah kau tau ?
Aku merasa beruntung dan sangat beruntung bisa menemukan bahkan memiliki sahabat sepertimu
Sahabat yang selalu ada disaat aku sedih
Sahabat yang selalu bersedia menerima kebahagiaan bahkan kesakitan yang aku rasakkan
Sahabat yang selalu memperjuangkan kebahagiaanku
Sahabat yang selalu menjaga rahasia-rahasiaku
Sahabat yang selalu melengkapi kekuranganku
Sahabat yang rela malu demi aku
Sahabat yang selalu mendo’akan yang terbaik untukku
Sahabat yang berani menegurku disaat aku salah
Sahabat yang tidak menginginkanku menangis
Bahkan sahabat yang bersedia menghapus air mataku, jika aku sudah terlanjur menangis

Kau sahabat bukan sekedar sebutan sahabat, bukan sekedar nama, bukan sekedar pengakuan, pengakuan dariku atau pengakuan darimu
Namun sebuah pengakuan kita yang disertai dengan sebuah pembuktian
Kau sahabat terhebatku, sahabat sejatiku
Bukan sekedar untuk hahaha, bahkan kau pun ada disaat aku huhuhu
Walau kini kita telah jauh, namun hati kita terasa dekat bukan ?
Bukan hal besar bagiku, jarak jauh kita bukan antara langit dan bumi
Kita masih berada didunia yang sama
Aku harap kau takkan pernah hilangkan ingatanmu tentang aku
Disaat aku masih disini, atapun disaat aku mati nanti :’)

Dan malam ini tertulislah sebuah puisi, sebuah hadiah kerinduanmu kepadaku.

Jika kau masih merindu, merindukanku  :’)





Kita akan kesana sayang, mengejar mimpi yang indah dan seterang bintang...
Kita akan kesana dan akan tetap berlari kesana, sampai akhirnya kita mendapatkannya.

Selasa, 18 Februari 2014

Cerita Rabu


Hari ini hari rabu. Aku menjalani rutinitasku seperti biasa, layaknya seoarang pelajar yaa aku belajar, dan yang pasti belajarnya di sekolah dong  ? yaa dirumah juga sih “kadang-kadang”hehe. Dengan rok biru, baju kotak-kotak dan dasi biru yang sudah melekat dalam tubuhku. Begitupun mereka teman-teman dikelasku, yang memakai seragam sama sepertiku. Suasana dikelas tidak pernah berganti. Masih ribut, rame, brisik dan tidak karuan, dengan isi kelas kebanyakan anak cowok yang bandel, susah diatur dan ada beberapa yang misterius, juga anak cewek yang hanya 8orang saja. Kegiatan mereka cukup bervariasi, ada yang main hp, dengar lagu, bbman, main game dilaptop, dan tidak ketinggalan dengan twitter dan facebooknya yang ON, dan itu hampir semua, termasuk aku. Hehe. Tidak ada yang membuka buku pelajaran satupun, atau sekedar membuka notepad ++  untuk belajar koding-koding yang sudah diberikan pak Ronald. Memang sedikit memusingkan dan membingungkan koding itu, sepusing dan sebingung otak dan perasaanku menghadapi hidup ini. Haha, dan suasana seperti inipun sangat membosankan. *curhat :P

Aku hanya duduk diam, sambil mendengar music, dan seperti apa yang tadi aku bilang ON twitter dan facebook juga. Tapi tenang saja sudah aku log out kedua sosmed dunia maya itu. Apalagi twitter, harus, kudu dan wajib aku tutup memang, jika tidak bisa sakit lama-lama aku melihatnya, pedih, atau bahkan meneteskan air mata akibat terkena sinar radiasi dari laptop itu. Hahaha, iyakan ?

Tapi bukan, bukan itu yang aku maksud. Bukan itu sebab akibat aku meneteskan air mata. Sebenarnya aku tadi melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul diTLku. Iya kicauan-kicauan orang sebelahku dengan pacarnya, pacar barunya. Sedikit shock melihatnya, dan sedikit menggeligit dihati. Tiba-tiba terasa seperti ada banyak semut berkerumunan didalam dada, ah tapi bukan, ini bukan semut. Ini seperti jarum tajam, jarum tajam yang panjangnya kurang lebih 1meter yang terasa sedang menusuk-nusuk hati, dan asap-asap yang tiba-tiba nimbrung membuat dada sesak alias nyesek. Iya itulah yang saat ini aku rasakan.

Bagaimana tidak. Coba aku ingin tanyakan kepadamu, bagaimana perasaanmu jika mencintai seseorang yang dekat denganmu, dekat dalam artian, dia satu sekolah denganmu, satu kelas bahkan duduk saja sebelahan, tapi dia sekarang sudah menjadi milik orang lain. Emang sih baru pacar, dan katanya selama janur kuning belum melengkung, kita masih berhak loh mencintai ataupun dicintai orang lain, seperti aku yang masih mencintainya. Hehehe. 

Bisa membayangkankan ? bagaimana sakitnya, nyeseknya, cemburunya, envynya dan yang pasti membutuhkan kesabaran dan kekuatan yang super ekstra untuk menghadapi itu semua. Tapi mungkin itu belum seberapa, kan baru melihat mereka mentionan, sayang-sayangan didunia maya. Belum taukan bagimana rasanya jika melihat mereka duduk berdua, ngobrol atau bahkan mungkin jalan bareng ? dan jika salah satu mereka bukan hanya mention lewat twitter, atau bahkan salah satu mereka terutama yang cowok, menyebut atau sedang menceritakan pacarnya itu didepan teman-temannya, dan pada saat yang bersamaan disitu ada aku seseorang yang selama ini rasa sayangnya diabaikan. Kebayang gak sih ? mendidihkan pasti otak kepala beserta hati.

Bukan hanya itu dan bukan sebatas itu artian dekat yang aku sebutkan tadi. Diluar itupun sebelumnya kami dekat. Yaa gimana sih kedekatan sepasang insan yang sedang merasakan jatuh cinta atau yang biasa disebut KASMARAN. Kemana-mana hampir selalu bersamaan, dari mulai belajar sampai main, juga bareng, dimana ada aku disitu ada dia dan dimana ada dia disitu ada aku. Dari mulai hal yang kecil sampai yang besar entah apapun itu, jika posisinya sudah berada didekat orang yang kita sayang, pasti bawaannya aman, nyaman tenang dan menyenangkan kan ? believe or not, pasti kamu akan menjawab IYA !!

Namun ternyata dugaan aku salah. Yang selama ini aku pikir jatuh cinta itu kami rasakan sama-sama, ternyata apa ? Aku merasakannya sendirian, seorang diri, dewekan and just alone. Mungkin ini salahku juga, kenapa aku mengira kalau dia juga merasakan apa yang aku rasakan, yaitu cinta. Aku terlalu berharap, aku kPDan, aku terlalu cepat mangambil kesimpulan kalau dia juga suka aku. Tapi bukankah itu wajar ? wajar kalau kita sebagai cewek mengira seseorang yang kita sayang, apalagi dia dekat dengan kita, dia tau perasaan kita yang sebenarnya kepada dia, dan seseorang itu memberikan harapan, respond yang baik, yang seakan-akan dia juga memiliki perasaan yang sama halnya seperti kita kepada dia. Perempuan mana coba yang tidak luluh hatinya ? Wajarkan ? wajar banget. Karena orang itu juga memberikan harapan. Bukan hanya kita yang berharap.

Tapi apa yang terjadi ? yaa begitu. Mengejutkan..

Kemarin dengar, katanya sih “gak mau pacaran dulu” entah benar entah salah, entah iya entah tidak, tidak tau pasti sii yaa siapa yang mengatakan seperti itu. Yang pasti kata-kata itu terucap dari bibir dia sendiri, dan aku mendengarnya pun dengan telinga sendiri, bukan telinga pinjaman tetangga depan, belakang ataupun sebelah. Ya jadi saya berpikir dan bertekad untuk menunggu, karena apa ? karena saya benar-benar menyayanginya. Bahkan lebih dari itu.

Aku tidak ingin menyebutkan namanya, atupun nama dari kekasihnya itu. Tapi yang pasti, pacar dia, kekasih dia, adik dia atau apapun itu sebutannya, seseorang yang aku kenal. Mungkin dia tidak perduli aku dan pacarnya itu siapa, ada hubungan apa atau ada kedekatan yang bagaimana, tapi yang jelas pacar tersayangnya itu tau, bagaimana dulu sang pacar bersikap kepadaku, bagaimana dia bercerita, bahkan mengucapkan sesuatu hal yang menurut aku itu menyangkut hati nurani. Pacar sang cowok itu bukan orang lain bagiku, bahkan sudah pernah berstatus kakak adean. Tapi itu dulu. Dan dulu itu berbeda dengan saat ini setelah semuanya berubah.

Yaa seperti itulah. Dan kesimpulannya, keadaan hatimu, keadaan kamu dan semua yang ada padamu itu berbeda dan semuanya telah berubah. Tapi ada yang aku herankan, kenapa hati ini, pikiran ini, perasaan ini bahkan kelas ini, dari pagi sampai sesiang ini, berjam-jam dan berlembar-lembar aku menulis, itu tidak ada perbedaan maupun perubahan sama sekali. Dang ding dong... to le lang *tepuk jidat.

Bertanya-tanya dalam hati “Mengapa manusia yang sudah mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang baru masuk dalam kehidupannya, sangat mudah melupakan seseorang yang telah lama dikenal dan disakitinya. Sementara seseorang yang telah disakiti sekaligus pernah dibahagiakan, berusaha untuk menyembuhkan luka yang dibuat oleh manusia tersebut. Dan itu amat sangat sulit.