Senin, 24 Februari 2014
Kamis, 20 Februari 2014
Sebuah Puisi Untuk Sahabat
Selamat
malam sahabatku, bagaimana kabarmu disana ?
Aku
harap kau baik-baik saja
Aku
harap perlindungan Allah swt selalu menyertaimu setiap saat
Dan
aku harap kau juga masih merasakan kerinduan yang sama seperti rinduku padamu
Rindu
yang takkan pernah bertepis sebelum kita bertemu
Rindu
yang takkan hilang sebelum kita berpelukkan
Rindu
yang takkan sirna sebelum kita menangis bersama
Rindu
yang takkan musnah sebelum kita tertawa, bercanda bersama
Rindu
yang akan tetap menjadi rindu dalam sebuah cerita, cerita kita berdua, cerita
dulu sampai saat ini...
Sahabatku
?
Apakah
kau tau ?
Aku
merasa beruntung dan sangat beruntung bisa menemukan bahkan memiliki sahabat
sepertimu
Sahabat
yang selalu ada disaat aku sedih
Sahabat
yang selalu bersedia menerima kebahagiaan bahkan kesakitan yang aku rasakkan
Sahabat
yang selalu memperjuangkan kebahagiaanku
Sahabat
yang selalu menjaga rahasia-rahasiaku
Sahabat
yang selalu melengkapi kekuranganku
Sahabat
yang rela malu demi aku
Sahabat
yang selalu mendo’akan yang terbaik untukku
Sahabat
yang berani menegurku disaat aku salah
Sahabat
yang tidak menginginkanku menangis
Bahkan
sahabat yang bersedia menghapus air mataku, jika aku sudah terlanjur menangis
Kau
sahabat bukan sekedar sebutan sahabat, bukan sekedar nama, bukan sekedar
pengakuan, pengakuan dariku atau pengakuan darimu
Namun
sebuah pengakuan kita yang disertai dengan sebuah pembuktian
Kau
sahabat terhebatku, sahabat sejatiku
Bukan
sekedar untuk hahaha, bahkan kau pun ada disaat aku huhuhu
Walau
kini kita telah jauh, namun hati kita terasa dekat bukan ?
Bukan
hal besar bagiku, jarak jauh kita bukan antara langit dan bumi
Kita
masih berada didunia yang sama
Aku
harap kau takkan pernah hilangkan ingatanmu tentang aku
Disaat
aku masih disini, atapun disaat aku mati nanti :’)
Dan
malam ini tertulislah sebuah puisi, sebuah hadiah kerinduanmu kepadaku.
Jika
kau masih merindu, merindukanku :’)
Kita akan
kesana sayang, mengejar mimpi yang indah dan seterang bintang...
Kita akan
kesana dan akan tetap berlari kesana, sampai akhirnya kita mendapatkannya.
Selasa, 18 Februari 2014
Cerita Rabu
Hari ini
hari rabu. Aku menjalani rutinitasku seperti biasa, layaknya seoarang pelajar
yaa aku belajar, dan yang pasti belajarnya di sekolah dong ? yaa dirumah
juga sih “kadang-kadang”hehe. Dengan rok biru, baju kotak-kotak dan dasi biru
yang sudah melekat dalam tubuhku. Begitupun mereka teman-teman dikelasku, yang
memakai seragam sama sepertiku. Suasana dikelas tidak pernah berganti. Masih
ribut, rame, brisik dan tidak karuan, dengan isi kelas kebanyakan anak cowok
yang bandel, susah diatur dan ada beberapa yang misterius, juga anak cewek yang
hanya 8orang saja. Kegiatan mereka cukup bervariasi, ada yang main hp, dengar
lagu, bbman, main game dilaptop, dan tidak ketinggalan dengan twitter dan
facebooknya yang ON, dan itu hampir semua, termasuk aku. Hehe. Tidak ada yang
membuka buku pelajaran satupun, atau sekedar membuka notepad ++ untuk
belajar koding-koding yang sudah diberikan pak Ronald. Memang sedikit
memusingkan dan membingungkan koding itu, sepusing dan sebingung otak dan
perasaanku menghadapi hidup ini. Haha, dan suasana seperti inipun sangat
membosankan. *curhat :P
Aku hanya
duduk diam, sambil mendengar music, dan seperti apa yang tadi aku bilang ON
twitter dan facebook juga. Tapi tenang saja sudah aku log out kedua sosmed
dunia maya itu. Apalagi twitter, harus, kudu dan wajib aku tutup memang, jika
tidak bisa sakit lama-lama aku melihatnya, pedih, atau bahkan meneteskan air
mata akibat terkena sinar radiasi dari laptop itu. Hahaha, iyakan ?
Tapi bukan,
bukan itu yang aku maksud. Bukan itu sebab akibat aku meneteskan air mata.
Sebenarnya aku tadi melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul diTLku. Iya
kicauan-kicauan orang sebelahku dengan pacarnya, pacar barunya. Sedikit shock
melihatnya, dan sedikit menggeligit dihati. Tiba-tiba terasa seperti ada banyak
semut berkerumunan didalam dada, ah tapi bukan, ini bukan semut. Ini seperti
jarum tajam, jarum tajam yang panjangnya kurang lebih 1meter yang terasa sedang
menusuk-nusuk hati, dan asap-asap yang tiba-tiba nimbrung membuat dada sesak
alias nyesek. Iya itulah yang saat ini aku rasakan.
Bagaimana
tidak. Coba aku ingin tanyakan kepadamu, bagaimana perasaanmu jika mencintai
seseorang yang dekat denganmu, dekat dalam artian, dia satu sekolah denganmu,
satu kelas bahkan duduk saja sebelahan, tapi dia sekarang sudah menjadi milik
orang lain. Emang sih baru pacar, dan katanya selama janur kuning belum
melengkung, kita masih berhak loh mencintai ataupun dicintai orang lain,
seperti aku yang masih mencintainya. Hehehe.
Bisa
membayangkankan ? bagaimana sakitnya, nyeseknya, cemburunya, envynya dan yang
pasti membutuhkan kesabaran dan kekuatan yang super ekstra untuk menghadapi itu
semua. Tapi mungkin itu belum seberapa, kan baru melihat mereka mentionan,
sayang-sayangan didunia maya. Belum taukan bagimana rasanya jika melihat mereka
duduk berdua, ngobrol atau bahkan mungkin jalan bareng ? dan jika salah satu
mereka bukan hanya mention lewat twitter, atau bahkan salah satu mereka
terutama yang cowok, menyebut atau sedang menceritakan pacarnya itu didepan
teman-temannya, dan pada saat yang bersamaan disitu ada aku seseorang yang
selama ini rasa sayangnya diabaikan. Kebayang gak sih ? mendidihkan pasti otak
kepala beserta hati.
Bukan hanya
itu dan bukan sebatas itu artian dekat yang aku sebutkan tadi. Diluar itupun
sebelumnya kami dekat. Yaa gimana sih kedekatan sepasang insan yang sedang
merasakan jatuh cinta atau yang biasa disebut KASMARAN. Kemana-mana hampir selalu
bersamaan, dari mulai belajar sampai main, juga bareng, dimana ada aku disitu
ada dia dan dimana ada dia disitu ada aku. Dari mulai hal yang kecil sampai
yang besar entah apapun itu, jika posisinya sudah berada didekat orang yang
kita sayang, pasti bawaannya aman, nyaman tenang dan menyenangkan kan ? believe
or not, pasti kamu akan menjawab IYA !!
Namun
ternyata dugaan aku salah. Yang selama ini aku pikir jatuh cinta itu kami
rasakan sama-sama, ternyata apa ? Aku merasakannya sendirian, seorang diri,
dewekan and just alone. Mungkin ini salahku juga, kenapa aku mengira kalau dia
juga merasakan apa yang aku rasakan, yaitu cinta. Aku terlalu berharap, aku
kPDan, aku terlalu cepat mangambil kesimpulan kalau dia juga suka aku. Tapi
bukankah itu wajar ? wajar kalau kita sebagai cewek mengira seseorang yang kita
sayang, apalagi dia dekat dengan kita, dia tau perasaan kita yang sebenarnya
kepada dia, dan seseorang itu memberikan harapan, respond yang baik, yang
seakan-akan dia juga memiliki perasaan yang sama halnya seperti kita kepada
dia. Perempuan mana coba yang tidak luluh hatinya ? Wajarkan ? wajar banget.
Karena orang itu juga memberikan harapan. Bukan hanya kita yang berharap.
Tapi apa
yang terjadi ? yaa begitu. Mengejutkan..
Kemarin
dengar, katanya sih “gak mau pacaran dulu” entah benar entah salah, entah iya
entah tidak, tidak tau pasti sii yaa siapa yang mengatakan seperti itu. Yang
pasti kata-kata itu terucap dari bibir dia sendiri, dan aku mendengarnya pun
dengan telinga sendiri, bukan telinga pinjaman tetangga depan, belakang ataupun
sebelah. Ya jadi saya berpikir dan bertekad untuk menunggu, karena apa ? karena
saya benar-benar menyayanginya. Bahkan lebih dari itu.
Aku tidak
ingin menyebutkan namanya, atupun nama dari kekasihnya itu. Tapi yang pasti,
pacar dia, kekasih dia, adik dia atau apapun itu sebutannya, seseorang yang aku
kenal. Mungkin dia tidak perduli aku dan pacarnya itu siapa, ada hubungan apa
atau ada kedekatan yang bagaimana, tapi yang jelas pacar tersayangnya itu tau,
bagaimana dulu sang pacar bersikap kepadaku, bagaimana dia bercerita, bahkan
mengucapkan sesuatu hal yang menurut aku itu menyangkut hati nurani. Pacar sang
cowok itu bukan orang lain bagiku, bahkan sudah pernah berstatus kakak adean.
Tapi itu dulu. Dan dulu itu berbeda dengan saat ini setelah semuanya berubah.
Yaa seperti
itulah. Dan kesimpulannya, keadaan hatimu, keadaan kamu dan semua yang ada
padamu itu berbeda dan semuanya telah berubah. Tapi ada yang aku herankan,
kenapa hati ini, pikiran ini, perasaan ini bahkan kelas ini, dari pagi sampai
sesiang ini, berjam-jam dan berlembar-lembar aku menulis, itu tidak ada
perbedaan maupun perubahan sama sekali. Dang ding dong... to le lang *tepuk
jidat.
Bertanya-tanya
dalam hati “Mengapa manusia yang sudah mendapatkan kebahagiaan dengan orang
yang baru masuk dalam kehidupannya, sangat mudah melupakan seseorang yang telah
lama dikenal dan disakitinya. Sementara seseorang yang telah disakiti sekaligus
pernah dibahagiakan, berusaha untuk menyembuhkan luka yang dibuat oleh manusia
tersebut. Dan itu amat sangat sulit.
Langganan:
Komentar (Atom)
