Andai engkau tahu
betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu
betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Ditengah-tengah kesunyian kelas XII IPA 1, yang hanya berisikan
beberapa anak, yang sedang sibuk dengan urusan nya masing-masing, ada yang
sedang menonton, mendengarkan lagu, mengerjakan tugas biologi dari Madam Vio,
browsing dan entah apa saja yang mereka lakukan. Aku tidak tau …
Aku duduk sendiri, di kursi paling belakang, ditemani laptop
kesayangan sambil mendengarkan lagu Jodoh pasti bertemu, itulah salah satu lagu
terbaru Afgan, yang berhasil membuat air mata ku menetes tiba-tiba. Aku tidak
tahu mengapa itu bisa terjadi, mungkin karena terlalu menikmati lagu itu, atau
karena memang mungkin lagu itu menggambarkan tentang perasaanku.
Hmm, entahlah ┐(´_`)┌
Berhelai-helai tisu kuhabiskan pada saat itu, sampai-sampai
ada salah seorang teman kelasku bernama panji menghampiriku, dan dia berkata
juga bertanya “fanny nangis ? kenapa loe nangis ??” Dan aku hanya menjawab,
tidak, aku tidak menangis. Dan dia kembali berkata kepadaku, “bohong”, lalu dia
pergi meninggalkan kelas. Dan setelah dia keluar, kembali masuk satu teman nya,
dan menanyakan hal yang sama “kenapa kamu menangis??” aku pun hanya tersenyum.
Ternyata sii panji yang memberi tahunya.
Tapi sudahlah, aku tidak perduli dengan apa yang mereka
katakan. Sedangkan orang-orang yang berada dikelas bersamaku saja, seperti
tidak perduli.
Memang sebelum dua anak lelaki itu menghampiriku, sudah ada
yang manghampiriku terlebih dahulu. Yaitu dia, dia seseorang yang sangat aku
sayangi. Dia datang sebentar, melihatku yang sedang menghafal onotomi tubuh
manusia, dia hanya tersenyum, dan pergi lagi. Hufhh, dari situlah, aku mulai merasakan bahagia, senang, dag-dig-dug
hati berdebar, hahaha, bahkan sedih. Aku tidak tahu persis mengapa seperti itu,
perasaanku menjadi tidak menentu, air mata semakin deras menetes, Oh tuhan apa
yang terjadi (⌣́_⌣̀)
Dan setelah itu pun ternyata dia kembali datang, dia datang
untuk meminjam sepedaku, lebih tepatnya sepeda kesayanganku. Ternyata dia
akan pergi mencari makan siang diluar bersama teman-teman nya. Seiring berjalan
nya waktu aku menunggu dia dan sepedaku kembali, perasaan semakin tidak
menentu. Aku mencoba keluar dari kelas XI IPA 1 dan menuju ke kelas XI IPA 2, itu
adalah kelas dia. Aku pikir mungkin aku bisa sedikit terhibur jika berada
disana, walaupun dia tidak berada dikelas pada saat itu. Namun ternyata apa ?
ternyata suasana kelas mereka pun tidak beda jauh dengan suasana kelasku, kelas
itu terlihat sepi, hanya beberapa orang saja terlihat dan mereka pun sedang
sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Aku pun kembali ke kelas, dan kembali
mendengarkan lagu itu, ku putar berulang ulang kali lagu itu, hingga aku
tertidur. Dan saat aku terbangun pun, suasana kelas ku semakin sepi, karena
beberapa temanku sudah pulang, dan belum ada tanda-tanda dia kembali kekelas
untuk mengembalikan sepeda biruku itu.
Jam menunjukan pukul 12:30 WIB.
Aku pun kembali tertidur, dan pada saat itu tiba-tiba
terdengar suara memanggil nama ku, aku pun terbangun. Ooh.. ternyata dia
datang, aku pun senang bisa melihat wajah nya kembali. Ooh Tuhaan, apa yang
terjadi dengan hatiku ? mengapa aku begini ????
Bukan hanya 1 atau 2 kali aku merasakan hal ini, namun sudah
terlalu sering. Jujur, sesak sekali dada ini, ingin rasa nya ku keluarkan semua
yang ada dibenakku pada saat itu. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa, aku hanya bisa
terdiam dan menangis. Tidak bermaksud untuk berlebihan, tapi inilah aku, aku
tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Apa yang harus aku lakukan untuk dia
yang sangat berhasil membuatku terpukau.
Dan akhirnya, setelah itupun aku pulang..
Sembari berdo’a, “yaallah semoga dia tahu apa yang aku
rasakan, luluhkan hatinya yaallah” (⌣́_⌣̀)