Gak habis pikir, gak nyangka.
Ternyata ini yah yang dinamakan persahabatan ?
Bahkan saudara ? Iya, kamu menganggapku sebagai kakakmu bukan ?
Tapi adakah cara seorang sahabat memperlakukan sahabatnya seperti ini
?
Selama ini Aku berusaha menjadi yang terbaik, menjadi seseorang yang
bisa memberi kenyamanan, ketika seseorang berada didekatku.
Sebisa mungkin aku tutupi semua kekuranganmu, menutupi semua yang
tidak seharusnya aku tutupi, walaupun itu perbuatan jahatmu sekalipun. Karena
aku tahu, itu memang tugasku sebagai seorang sahabat.
Aku tidak pernah menceritakan keburukanmu, aku selalu berusaha
menjaga nama baikmu, didepan siapapun itu.
Karena apa ? Aku sadar akan teman. Teman dekat malah, sahabat, sodara
katamu.
Tapi apa yang kamu lakukan terhadapku sekarang ? Bukankah itu
berbanding terbalik dengan apa yang aku lakukan padamu ?
Bukan bermaksud mengungkit, minta imbalan atau
pamrih, tidak.
Tapi jujur, aku benar-benar tidak menyangka.
Mengapa aku bisa masuk kedalam lubang yang sama. Lubang yang dibuat
oleh sahabatku sendiri.
Setelah permasalahan beberapa waktu lalu, yang kamu kira aku
mengambil pacarmu. “padahal aku yang memperkenalkan kalian. Kalau aku mau, tdak
akan mungkin ku kenalkan padamu”. Lah sekarang ini ?
Bodoh yaa aku. Tapi lebih bodoh kamu.
Semuanya bisa berantakan, kacau, hanya gara-gara seorang lelaki. Iya,
dulu kau memusuhiku karena itu. Dan yang kedua sekarang karena temanku, temanku
bahkan temanmu juga. Tepatnya seseorang yang sangat kusayang. “hmm, tapi itu
kemarin. Beberapa waktu yang lalu, belum lama memang"
Tapi asal kamu tahu, sekarang bukan itu permasalahannya, bukan karena
lelaki yang tidak peka itu.
Tapi karena kamu. Kamu teman dekatku, seseorang yang sudah lama
kukenal, seseorang yang aku sayang. Yang sampai hati mengeluarkan kata-kata
yang seharusnya tidak kau katakan dari bibir manismu itu, kepada yang kau sebut
kakakmu ini.
Kali ini aku ingin bertanya.
Sebenarnya apa salahku ?
Adakah sesuatu atau hal apa yang membuatmu tidak menyukaiku, sehingga
kamu berbuat seperti ini ? atau memang kamu melakukan ini bukan hanya kepadaku
? bahkan temanmu yang lain ?
Sakit rasanya..
Kamu tempat dimana aku bercerita, berbagi, bercanda, bersendau gurau,
bermain bersama, sampai hati yaah membuatku terluka, membuatku bersedih seperti
ini.
Terkadang jika kau ada masalah dengan teman yang lain kau bercerita
kepadaku, mencari posisi yang paling baik dan benar untukmu.
Menceritakan keburukan mereka kepadaku, mencaci maki mereka. Tapi aku
diam. Aku tidak pernah mengadu kepada mereka dengan apa yang kau ceritakan
kepadaku.
Karena aku sadar, kau adalah sahabatku.
Kamu yang seharusnya aku jaga, jaga hatinya, jaga nama baiknya, dan
sebisa mungkin menjaga semua yang ada padamu.
Tapi bagaimana denganmu ?
Apakah kamu melakukan itu padaku ?
Apakah kamu melakukan itu padaku ?
Menjagaku ?
Oh tidaak..
Atau mungkin kamu memperlakukan aku sama seperti kamu memperlakukan
mereka ? menceritakan keburukanku, mencaci makiku didepan mereka ? “bisa jadi”
Maaf sayang..
Bukan bermaksud zo’udzon, tapi memang benar apa kata kak dw, kalau
setiap manusia itu mempunyai topengnya masing-masing.
Seperti kamu. Tapi dengan kamu bertopeng atau tidak sekalipun aku sudah tahu siapa kamu
sebenarnya.
Kamu memang baik, terlihat perduli, bahkan terlihat sayang sekali.
Tapi itu didepanku..
Tapi bagaimana saat kamu berada dibelakangku ?
Apa ? apa yang kamu lakukan ?
Kembali kepermasalahan kedua, tentang lelaki sekaligus teman lelaki
yang tidak peka itu.
Aku jelaskan, tolong digaris bawahi dan dipahami yaa...
Bukan bermaksud aku untuk marah berlebihan atau seperti yang kau bilang,
yaitu lebay. Tidak sama sekali.
Tapi kamu juga perempuan, sama seperti aku. Seharusnya kamu lebih
mengerti, lebih paham, dengan perasaan seseorang yang kau anggap kakakmu.
Itu seperti apa ?
Sedih, sakit, kau tahu ?
Atau bahkan kau tidak perduli ?
Hmm...
Aku tidak melarangmu untuk dekat dengan siapapun, bahkan dengan dia
seseorang yang aku sayang sekalipun. Karena apa ? karena aku tahu kalian hanya
sebatas teman, sama seperti aku. Aku juga hanya temannya. “tapi jikalau engkau ingin lebih
yaa tidak apa-apa. Aku rela, karena aku pun sadar, sudah terlalu sakit dan
lelah untuk terus bertahan”.
Karena apa ?
Aku sadar aku bukan siapa-siapa dia, dan aku bukan apa-apa. Aku hanya
seorang perempuan biasa, seorang perempuan yang merasakan cinta seperti
perempuan lain pada umumnya.
Namun aku tahu, cintaku itu dianggap permainan olehnya. “maaf aku
sedikit bercerita”.
Sulit dimengerti, dan sangat sulit dipercaya.
Masih pantaskah kau kusayang ? ku jaga ? wahai sahabatku, sodaraku,
bahkan adikku ?
Setelah semua yang terjadi..
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku katakan dan aku
lakukan.
Sedih, sakit, kecewa, ragu bercampur menjadi satu.
Apakah kamu masih bisa kupercaya ?
Bukan aku sok atau merasa paling, dengan menulis ini, atau bermaksud
memojokkanmu, itu tidak.
Tapi memang inilah caraku yang ketiga yang membuatku merasa lebih
baik, setelah cara pertama & kedua, tidak lagi bisa mengatasi, yaitu dengan
menangis dan tidur.
Air mataku sudah hampir habis malam itu, disaat aku menulis ini.
Iya aku menulis ini sembari aku meneteskan air mata. Kau tau itu ?
Aku yakin, kau akan mengatakan “dasar cengeng”. Tapi memang benar aku
cengeng. Haha
Tapi yasudahlah...
Semuanya sudah terjadi,dan sudah pasti berlalu.
Dan memang setelah semua yang terjadi, cukup aku jadikan pelajaran,
pelajaran yang berharga dalam hidup dan pasti penuh hikmah.
Menjadikanku lebih kuat, lebih dewasa, lebih mnegerti semua-muanya,
tentang hidup, tentang cinta, dan bahkan tentang teman.
Aku harus lebih berhati-hati bukan untuk kedepannya ?~
Maafkan aku...
Maaf aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu sahabat, sodara,
adikku sayang.
Hanya ini yang bisa kutulis.
Suatu saat semoga kamu membacanya. Maaf sayang jika ini sedikit
menyakitkan.
Tapi aku harap dengan ini bisa membuatmu lebih mengerti, sekarang
atau nantinya.
Dan satu pesanku, belajarlah menghargai sebuah persahabatan, karena
itulah salah satu yang paling berharga
yang kamu miliki setelah keluargamu.
Semoga kamu mendapatkan teman yang lebih baik dari aku...
Good bye :’)
Kita tetap teman..
ketika persahabatan dipertanyakan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar