Sampai saat ini
aku masih sering berfikir, bahkan bertanya-tanya, tanpa aku tahu siapa yang
harus menjawab pertanyaanku ini.
Kenapa aku bisa
sesayang ini sama kamu ? bahkan kenapa kamu bisa membuat aku sesayang ini sama
kamu ?
Yang awalnya
biasa-biasa saja, tapi bisa menjadi luar biasa.
Sampai saat ini
aku masih tidak mengerti dengan jalan fikiranmu, dengan segala sikap yang dulu kamu
kasih ke aku, perhatian, keperdulian, dan semua yang membuat aku nyaman dan
merasa senang ketika berada didekatmu.
Sehingga pada
saat itu aku mengira,
kalau kamu itu menyayangiku. Sayang, iya sayang, bukan sebagai teman, tapi
lebih dari itu.
Dengan seiring berjalannya waktu, dekat semakin dekat aku denganmu, dalam semakin dalam perasaan itu, dan akhirnya terciptalah menjadi sebuah harapan, harapan yang sangat besar untuk aku bisa bersamamu.
Menunggu dan
terus menunggu, aku menunggu mu untuk mengatakan sesuatu yang dalam pikiranku,
mungkin itu perasaan mu yang sebenarnya kapadaku.
Ternyata iya
benar, kamu mengatakan itu semua, mengatakan yang sebenarnya. Tapi sayang semua
yang kamu katakan, bukan yang aku harapkan, bukan yang selama ini aku kira. Ternyata salah..
Disaat aku
sudah benar-benar menyayangimu, bahkan sudah terlalu sering air mata ini
menetes karenamu, sedih karenamu, karena memang hati ini, perasaan ini sudah
terlalu lelah menunggu kepastian darimu, barulah aku tahu perasaanmu yang
sesungguhnya, bahkan tanpa kesengajaan aku mengatahui itu semua.
Kecewa, marah,
sakit, melebur jadi satu.
Kenapa ?
Kenapa baru
sekarang kamu katakan semua ?
Seandainya tanpa
ada kesengajaan itu, apakah kamu akan jujur ? apakah kamu akan mengatakan semua
yang sebenarnya kapadaku ? Atau kamu akan membuat aku tuk terus berharap,
berharap dibawah naungan perasaaan yang sudah terlalau lelah.
Benar-benar
sulit ku mengerti jalan fikiranmu.
Mengapa harus
selalu aku yang terus berfikir ? terus merasa ? terus mengerti ? tentang semua
ini…
Aku yang salah,
mungkin karena aku yang terlalu berharap, aku terlalu perasa, dengan semua,
semua yang kamu berikan,
semua yang aku rasakan, kebahagiaan yang tercipta karena kamu, padahal mungkin
pada dasarnya kamu seperti itu, baik, dan perduli dengan semua orang.
Atau memang kamu
yang belum bisa mengerti, belum bisa memahami, belum merasa peka dengan
perasaan seseorang yang benar-benar menyayangimu, sehingga kamu seperti ini ???
Tanpa kamu
sadar, kamu melukai halusnya perasaan seseorang yang tulus menyayangimu.
Yaitu A K U.
Tapi yasudahlah,
entah..
Sudah terlalu
lelah aku merasa, bahkan sampai tidak tahu apalagi yang harus aku katakan,
semuanya sudah berlalu, hanya sakit dan kenangan yang tersisa.
Air mata ini yang
bisa menjawab semuanya, dan air mata ini juga menyadarkanku bahwa kamu tidak
akan pernah jadi milikku. Bahkan sampai air mata tak dapat menetes dan habis
terurai sekalipun.
Satu yang harus
kamu tahu, sesakit apapun aku, sekecewa apapun aku, semarah apapun aku, aku
tidak akan pernah bisa membencimu. Karena apa ? karena rasa sayang aku lebih
besar dari itu semua, kamu memang tidak mengajarkanku segalanya, tapi dengan
ini, kamu mengajarkanku agar lebih berhati-hati dengan sebuah HARAPAN.
Aku
percaya, suatu saat nanti pasti kamu akan mengerti..
Tertulis 28/05/2013 :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar