Jumat, 16 Januari 2015

Temanku. Penulisku.

Saat aku kembali membaca tulisan-tulisanmu itu, yang salah satunya memang tertulis untukku. Aku kembali tersadar, sebutan "sahabat" itu memang sangat sulit kau berikan kepadaku.
Aku tahu, dan kamu pun juga pernah mengatakan alasan itu. Peristiwa dimasa lalu bersama temanmu yang menyisakan luka, yang mungkin membuatmu seperti ini. Iyah, bisa dikatakan sulit percaya "kembali" pada setiap orang yang hadir dikehidupanmu.

Terkadang juga aku merasa kau sangat berbeda, kau seperti melupakan aku, kau terlihat sudah cukup bahagia dengan mereka teman-teman yang menyayangimu, yang memperdulikanmu, bahkan lebih dari aku. Jujur, terkadang aku cemburu, aku merasa sedih, sebal, dan merasakan rasa yang lain-lainnya, kau tau itu apakan ? tentu saja.  Tapi entahlah, rasa cemburu, rasa sedih, rasa sebal itu selalu luntur ketika kau luangkan waktumu untuk kita. Dan itu sangat berharga bagiku :')

Iya, dan dimasjid, masjid itulah yang menjadi tempat ternyaman dan teraman kita untuk sekedar bertemu, bercerita, bahkan berdo'a dan saling mendo'akan. Amin Insya Allah. Sembari bercerita seperti ini, sungguh aku menjadi sangat rindu akan peristiwa itu. Apalagi jika mengingat gaya superman mu kemarin, aku sungguh tidak bisa menahan tawa, bahkan tawaku sampai mengeluarkan air mata. Betapa bersyukur dan bahagianya aku mempunyai teman aneh dan menyebalkan sepertimu.

>>> 

Dan untuk saat ini, status bukanlah perihal penting lagi yang ingin aku dapatkan darimu seperti dulu. Yang aku rasa, kamu ada dan aku ada. Kita disini bersama-sama, berjuang dengan cara kita masing-masing tetapi tetap saling mendo'akan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar