Saat aku kembali membaca
tulisan-tulisanmu itu, yang salah satunya memang tertulis untukku. Aku kembali
tersadar, sebutan "sahabat" itu memang sangat sulit kau berikan
kepadaku.
Aku tahu, dan kamu pun juga
pernah mengatakan alasan itu. Peristiwa dimasa lalu bersama temanmu yang
menyisakan luka, yang mungkin membuatmu seperti ini. Iyah, bisa dikatakan sulit
percaya "kembali" pada setiap orang yang hadir dikehidupanmu.
Terkadang juga aku merasa kau
sangat berbeda, kau seperti melupakan aku, kau terlihat sudah cukup bahagia
dengan mereka teman-teman yang menyayangimu, yang memperdulikanmu, bahkan lebih
dari aku. Jujur, terkadang aku cemburu, aku merasa sedih, sebal, dan merasakan rasa
yang lain-lainnya, kau tau itu apakan ? tentu saja. Tapi entahlah, rasa
cemburu, rasa sedih, rasa sebal itu selalu luntur ketika kau luangkan waktumu
untuk kita. Dan itu sangat berharga bagiku :')
Iya, dan dimasjid, masjid itulah
yang menjadi tempat ternyaman dan teraman kita untuk sekedar bertemu,
bercerita, bahkan berdo'a dan saling mendo'akan. Amin Insya Allah. Sembari
bercerita seperti ini, sungguh aku menjadi sangat rindu akan peristiwa itu.
Apalagi jika mengingat gaya superman mu kemarin, aku sungguh tidak bisa menahan
tawa, bahkan tawaku sampai mengeluarkan air mata. Betapa bersyukur dan
bahagianya aku mempunyai teman aneh dan menyebalkan sepertimu.
>>>
Dan untuk saat ini, status
bukanlah perihal penting lagi yang ingin aku dapatkan darimu seperti dulu. Yang
aku rasa, kamu ada dan aku ada. Kita disini bersama-sama, berjuang dengan cara
kita masing-masing tetapi tetap saling mendo'akan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar