Rabu, 28 Januari 2015

Seperti Kemarin

Apakah benar rasa ini datang ?
Rasa seperti kemarin yang aku rasakan, menjadi rasa yang sekarang kembali aku rasakan.
Jika kenyataan adalah apa yang kita rasakan saat ini, berarti ini benar ? ini adalah sebuah kenyataan.

Rindu..
Rindu itu kembali datang.
Dan jika rindu itu datang, apakah aku harus tetap membiarkannya ? membiarkannya semakin dalam dan dalam..
Lalu, jika itu kecewa apa aku harus terpaksa memaafkan ?
Lalu, jika itu benci apa aku harus melupakan ?
Rindu, kecewa, benci memang tak mengerti. Datang, kembali datang menyiksa, kembali datang merunsingkan hati yang perlahan menenang.

Rindu,
Jika kau ingin datang, datanglah sebentar.
Kembalilah pergi bersama hembusan-hembusan angin yang membuat senyap sunyi hati malam ini.
Kembalilah kau kepada pemilikmu disana...
Biarkan aku tenang disini dengan paisan-paisan baru yang sedang kembali kurangkai.
kurangkai sendiri tanpamu wahai pemilik rindu...

Biarkan aku bahagia apa adanya disini,
Biarkan aku kosongkan hati, tanpa kau menempati,
Biarkan relung ini bebas,
Berikan aku jalan, jalan tanpa jebakan jatuh dan mencinta seperti yang lalu-lalu..

Biarkan aku disini, disini membunuh rindu itu, membunuh dan mengembalikannya padamu...
Ini Rindu, rindu seperti kemarin... Rindu rindu mematikan, pergilah kau bersama pemilikmu..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar