Rabu, 28 Januari 2015

Seperti Kemarin

Apakah benar rasa ini datang ?
Rasa seperti kemarin yang aku rasakan, menjadi rasa yang sekarang kembali aku rasakan.
Jika kenyataan adalah apa yang kita rasakan saat ini, berarti ini benar ? ini adalah sebuah kenyataan.

Rindu..
Rindu itu kembali datang.
Dan jika rindu itu datang, apakah aku harus tetap membiarkannya ? membiarkannya semakin dalam dan dalam..
Lalu, jika itu kecewa apa aku harus terpaksa memaafkan ?
Lalu, jika itu benci apa aku harus melupakan ?
Rindu, kecewa, benci memang tak mengerti. Datang, kembali datang menyiksa, kembali datang merunsingkan hati yang perlahan menenang.

Rindu,
Jika kau ingin datang, datanglah sebentar.
Kembalilah pergi bersama hembusan-hembusan angin yang membuat senyap sunyi hati malam ini.
Kembalilah kau kepada pemilikmu disana...
Biarkan aku tenang disini dengan paisan-paisan baru yang sedang kembali kurangkai.
kurangkai sendiri tanpamu wahai pemilik rindu...

Biarkan aku bahagia apa adanya disini,
Biarkan aku kosongkan hati, tanpa kau menempati,
Biarkan relung ini bebas,
Berikan aku jalan, jalan tanpa jebakan jatuh dan mencinta seperti yang lalu-lalu..

Biarkan aku disini, disini membunuh rindu itu, membunuh dan mengembalikannya padamu...
Ini Rindu, rindu seperti kemarin... Rindu rindu mematikan, pergilah kau bersama pemilikmu..





Selasa, 20 Januari 2015

Curhat Curian Di Pagi Hari

Pagi ini gue bener-bener bingung mau ngapain. Gue ngerasa kerjaan gue udah selesai, walaupun sebenernya kerjaan itu masih banyak banget. Tapi emang kalo udah lewatin yang namanya closing, amanlah kita. Pikiran tenang hatipun senang. Emosi jiwa para bos-bos besarpun memadam.

Sebenernya gue jadi flashback dikit nih, jadi inget pas jaman-jaman sekolah kemaren, kalo ada jam kosong, kelas gaduh gak jelas, pasti gue selalu buka laptop terus pindah tempat duduk kedepan, kekursi + meja guru. Hehe, gak sopan ya gue wkwk. Tapi emang, aslinya itu tempat teraman buat gue. Soalnya gue duduk diem didepan ada yang gue kerjain. Jadi butuh tempat aman biar mereka gak ganggu, gak rusuhin, dan gak liat apa yang gue kerjain.

Iyaaa, jaman sekolah dulu, gue tuh lagi sering-seringnya galau. Galau gak punya duit, galau dimakan temen, haha dan galau gegara cinta gue bertepuk sebelah tangan. Wkwk, sorry yaa gue curcol. Gak sengaja, tapi emang niat sih. Hehe. Jadi itulah, gue jadi sering curhat di Microsoft Word hahahahaha.

Makanya sekarang gue bingung mau ngapain. Soalnya udah beberapa bulan ini gue jauh dari kata dan rasa galau. Jadi menurut gue gada yang mesti gue tulis, gada yang mesti gue curhatin. Saat ini gue bahagia, dengan semua yang baru dihidup gue. Pekerjaan baru, teman-teman baru, pengalaman baru. Pokoknya banyaklah, yang bikin gue bahagia, yang mesti gue syukurin dengan gue ucap ataupun gue bilang dalam hati tanpa perlu gue tulis, karena emang gak jago nulis.

Gak kayak dulu, kalo lagi nyesek, walaupun udah diungkapin, udah diceritain kayak mana ketemen juga kadang tetep masih nyesek, malah kadang ada yang ngebocorin curhatan gue. Sebelkan ? makanya gue lebih milih cerita disini dibanding ke orang.
Tapi yaudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Hidup ini kedepan kok, yang belakang jadiin pelajaran aja. Biar gue lebih kuat, lebih baik lagi eaakkkk !!! haha

Dan pagi ini curcolan gue bener-bener gak disengaja. Cuma isi waktu luang aja daripada gue balik galau terus ngantuk juga gegara denger lagu-lagu jawa yang superduper mellow dan bermakna itu yang lagi temen kantor gue puter. wkwk.

Byee...


Jumat, 16 Januari 2015

Temanku. Penulisku.

Saat aku kembali membaca tulisan-tulisanmu itu, yang salah satunya memang tertulis untukku. Aku kembali tersadar, sebutan "sahabat" itu memang sangat sulit kau berikan kepadaku.
Aku tahu, dan kamu pun juga pernah mengatakan alasan itu. Peristiwa dimasa lalu bersama temanmu yang menyisakan luka, yang mungkin membuatmu seperti ini. Iyah, bisa dikatakan sulit percaya "kembali" pada setiap orang yang hadir dikehidupanmu.

Terkadang juga aku merasa kau sangat berbeda, kau seperti melupakan aku, kau terlihat sudah cukup bahagia dengan mereka teman-teman yang menyayangimu, yang memperdulikanmu, bahkan lebih dari aku. Jujur, terkadang aku cemburu, aku merasa sedih, sebal, dan merasakan rasa yang lain-lainnya, kau tau itu apakan ? tentu saja.  Tapi entahlah, rasa cemburu, rasa sedih, rasa sebal itu selalu luntur ketika kau luangkan waktumu untuk kita. Dan itu sangat berharga bagiku :')

Iya, dan dimasjid, masjid itulah yang menjadi tempat ternyaman dan teraman kita untuk sekedar bertemu, bercerita, bahkan berdo'a dan saling mendo'akan. Amin Insya Allah. Sembari bercerita seperti ini, sungguh aku menjadi sangat rindu akan peristiwa itu. Apalagi jika mengingat gaya superman mu kemarin, aku sungguh tidak bisa menahan tawa, bahkan tawaku sampai mengeluarkan air mata. Betapa bersyukur dan bahagianya aku mempunyai teman aneh dan menyebalkan sepertimu.

>>> 

Dan untuk saat ini, status bukanlah perihal penting lagi yang ingin aku dapatkan darimu seperti dulu. Yang aku rasa, kamu ada dan aku ada. Kita disini bersama-sama, berjuang dengan cara kita masing-masing tetapi tetap saling mendo'akan.


Selasa, 13 Januari 2015

1 Hari Bersama Spongebob



Hari itu tepat pada hari jum’at, hari yang penuh berkah. Yaa memang setiap hari selalu ada keberkahan yang datang berbeda-beda, bukan hanya hari jum’at. Tapi pada saat itu ada keajaiban, ada keberkahan, ada kebahagiaan yang tak terhingga yang terasa jelas dan nyata dalam hatiku, juga terlihat oleh mataku, yaitu dengan hadirnya sahabatku. Iya sahabat terbaikku.

Aku bahagia, aku sungguh sangat bahagia, karena pada akhirnya mimpi kami menjadi kenyataan. Mimpi ketika kami saling berjauhan, mimpi kami dulu, yang ingin bermain bersama, tertawa bersama, menangis, makan, foto-foto, bercerita dan melakukan hal konyol layaknya sepasang sahabat sejati seperti patrick dan spongebob. Dan itu semua terwujud dalam waktu 1 hari. Waktu yang sangat singkat bukan ?

Menurutku itu adalah kebahagiaan yang sangat luar biasa, waktu singkat yang sangat berharga, bisa mewujudkan berbagai impian dan berjuta-juta kenangan indah yang takkan pernah terlupakan.
Sempat, kebersamaan kami itu disertai dengan air mata, tapi tak mengapa, ini adalah air mata kebahagiaan, air mata rasa syukur, air mata yang tidak sayang diteteskan untuk seorang sahabat sehebat dia.
Oh iya, aku sampai lupa. Hari jum’at  itu juga bertepatan dengan hari lahir sahabatku itu, ulang tahunnya yang ke 18. Tapi sayang, aku tidak dapat memberikan kado istimewa apapun padanya. Maaf :’(
Aku hanya bisa memberikan waktuku padanya. Bukan sebuah kado yang terbungkus cantik, rapi, banyak isi dan terikat oleh pita-pita indah. Hmm, yaa begitulah.
Tapi sayang, keesokan harinya aku kembali bersedih, aku harus merelakan dia kembali kekotanya, dan aku kembali kekotaku. Sedih, tapi itu harus. Aku yakin suatu hari nanti kami akan bertemu lagi, kembali mewujudkan berbagai mimpi dan menciptakan berjuta-juta memori. Walaupun itu hanya dalam waktu satu hari.
Dan izinkanlah aku, untuk membuka berjuta-juta memori indah itu ketika aku rindu. Rindu kepadamu sahabatku. Spongebob kurusku :’)
08/08/14