Hai
mantan, mantan calon pacar. Apakabar ? bagaimana liburanmu di bandung tahun ini
? pasti sangat menyenangkan bukan ? setelah hampir setengah tahun ini kamu
merasakan kepenatan dan rasa lelah yang sangat luar biasa karena tuntutan
pekerjaanmu itu. Haha, terkesan sekali yaa kalau aku sok tau. Padahal aku
memang tahu, karena memang kamu yang menceritakan itu semuakan ? sebelum kita
sejauh ini. Memang tidak sepenuhnya kamu bercerita, tapi setidaknya aku tahu.
Tahu pekerjaanmu yang membuatmu stres setengah mati itu.
Oh iya
ntan, maaf yaa jika aku menuliskan tentangmu lagi. Iya kamu yang selalu aku
tulis, tapi tidak pernah kamu baca. Aku rasa kamu tidak keberatan dengan
tulisan-tulisan ini yang kesekian kalinya menceritakan tentangmu. Karena
membacanya pun kamu enggan, apalagi untuk berkomentar. Komentar tentang tulisan
ini yang semuanya menceritakan tentang kamu, dan apalagi untuk berkomentar
tentang perasaan. Perasaanku ntan. Hmm, but it’s oklah. Aku mengerti dan sangat
mengerti. Karena memang aku yang selalu mengerti kamu tanpa kamu menyadari akan
hal itu.
Nah
ntan, kita jauh yaa sekarang ???
Iya,
karena memang aku yang memilih untuk menjauh. Aku lebih memilih jarak daripada
kamu, karena jarak ternyata lebih tahu tentang perasaanku dibanding kamu. Kamu
tahu kenapa ??? kenapa ntan ??? tidak tahukan ??? yaah hal inilah yang selalu
aku sesalkan, yang selalu membuat aku kesal. Kamu tidak pernah mau bertanya,
kamu tidak pernah mau ingin tahu tentang perasaan seseorang yang diam-diam
sangat memperdulikanmu. Kamu membiarkan perasaan orang yang menyayangimu jatuh
berkali-kali dalam ketidakpastian. Kamu bermain kesana-sini dengan mudahnya,
sementara kamu tidak pernah menoleh. Disini, disini ada aku yang selalu mendo’akanmu.
Jujur,
aku sakit, dan sampai saat ini masih sakit. Jujur, aku belum bisa memaafkanmu.
Entah karena luka yang terlalu dalam, atau karena memang maafmu kemarin belum
didasari ketulusan. Sehingga aku memaafkan saja sangat sulit. Yaa begitulah
hati, dia tidak akan pernah bisa menjadi seperti waktu.
Oyah
ntan, mungkin telingamu sekarang sudah merasa adem yaa, tak panas seperti dulu
lagi. Karena dulu aku mungkin sering menceritakanmu kepada sahabatku, bersedih,
mengeluh ini itu tentangmu terhadap mereka. Sekarang kamu sudah bisa cukup
tenang ntan, aku tidak melakukan hal konyol itu lagi. Aku sudah berhenti
bercerita kepada makhluk hidup semacam manusia. Aku lebih memilih bercerita
disini dan disana, dengan dia yang menciptakanmu yang sempat menjadi yang
terindah untukku.
Oyah 1
lagi, aku hampir lupa. Sepertinya julukanku untukmu juga terlalu memaksa yaa.
Mantan Calon Pacar, maaf tidak bermaksud, tidak bermaksud untuk berharap, tidak
bermaksud untuk apa-apa, karena memang aku juga sudah tidak mengharapkanmu
seperti dulu. Kamu tahu kan ntan betapa kreativnya aku ? jadi maklum saja jika
aku membuat nama sebagus dan seunik ini untukmu. Semoga kamu menyukainya J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar