Selasa, 16 Desember 2014

Dear Mantan Calon Pacar :')


Hai mantan, mantan calon pacar. Apakabar ? bagaimana liburanmu di bandung tahun ini ? pasti sangat menyenangkan bukan ? setelah hampir setengah tahun ini kamu merasakan kepenatan dan rasa lelah yang sangat luar biasa karena tuntutan pekerjaanmu itu. Haha, terkesan sekali yaa kalau aku sok tau. Padahal aku memang tahu, karena memang kamu yang menceritakan itu semuakan ? sebelum kita sejauh ini. Memang tidak sepenuhnya kamu bercerita, tapi setidaknya aku tahu. Tahu pekerjaanmu yang membuatmu stres setengah mati itu.

Oh iya ntan, maaf yaa jika aku menuliskan tentangmu lagi. Iya kamu yang selalu aku tulis, tapi tidak pernah kamu baca. Aku rasa kamu tidak keberatan dengan tulisan-tulisan ini yang kesekian kalinya menceritakan tentangmu. Karena membacanya pun kamu enggan, apalagi untuk berkomentar. Komentar tentang tulisan ini yang semuanya menceritakan tentang kamu, dan apalagi untuk berkomentar tentang perasaan. Perasaanku ntan. Hmm, but it’s oklah. Aku mengerti dan sangat mengerti. Karena memang aku yang selalu mengerti kamu tanpa kamu menyadari akan hal itu.

Nah ntan, kita jauh yaa sekarang ???
Iya, karena memang aku yang memilih untuk menjauh. Aku lebih memilih jarak daripada kamu, karena jarak ternyata lebih tahu tentang perasaanku dibanding kamu. Kamu tahu kenapa ??? kenapa ntan ??? tidak tahukan ??? yaah hal inilah yang selalu aku sesalkan, yang selalu membuat aku kesal. Kamu tidak pernah mau bertanya, kamu tidak pernah mau ingin tahu tentang perasaan seseorang yang diam-diam sangat memperdulikanmu. Kamu membiarkan perasaan orang yang menyayangimu jatuh berkali-kali dalam ketidakpastian. Kamu bermain kesana-sini dengan mudahnya, sementara kamu tidak pernah menoleh. Disini, disini ada aku yang selalu mendo’akanmu.

Jujur, aku sakit, dan sampai saat ini masih sakit. Jujur, aku belum bisa memaafkanmu. Entah karena luka yang terlalu dalam, atau karena memang maafmu kemarin belum didasari ketulusan. Sehingga aku memaafkan saja sangat sulit. Yaa begitulah hati, dia tidak akan pernah bisa menjadi seperti waktu.
Oyah ntan, mungkin telingamu sekarang sudah merasa adem yaa, tak panas seperti dulu lagi. Karena dulu aku mungkin sering menceritakanmu kepada sahabatku, bersedih, mengeluh ini itu tentangmu terhadap mereka. Sekarang kamu sudah bisa cukup tenang ntan, aku tidak melakukan hal konyol itu lagi. Aku sudah berhenti bercerita kepada makhluk hidup semacam manusia. Aku lebih memilih bercerita disini dan disana, dengan dia yang menciptakanmu yang sempat menjadi yang terindah untukku.


Oyah 1 lagi, aku hampir lupa. Sepertinya julukanku untukmu juga terlalu memaksa yaa. Mantan Calon Pacar, maaf tidak bermaksud, tidak bermaksud untuk berharap, tidak bermaksud untuk apa-apa, karena memang aku juga sudah tidak mengharapkanmu seperti dulu. Kamu tahu kan ntan betapa kreativnya aku ? jadi maklum saja jika aku membuat nama sebagus dan seunik ini untukmu. Semoga kamu menyukainya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar