Selasa, 30 Desember 2014

Ya Allah...

Ya Allah,..

Jadikanlah rasa ini sebatas rasa mengagumi.
Jadikanlah rasa ini sebatas rasa takjub.
Jadikanlah rasa ini rasa yang wajar dan biasa saja atas apa yang engkau beri dalam kehidupan hamba, yang hanya dapat hamba lihat dan hamba rasakan tanpa hamba memiliki.
Jangan jadikan rasa ini rasa yang lebih dari itu.

Ya Allah,..
Jadikanlah rasa kagum ini sebagai motivasi hamba agar dapat menjadi baik seperti apa yang hamba kagumi, bahkan lebih. Lebih dari apa yang hamba kagumi.

Jadikanlah rasa ini, sebagai rasa syukur atas perasaan indah yang sempat kau beri, walau tak sempat dan tak harus memiliki.

Dan,

Jadikanlah rasa kagum dan rasa berbagai rasa yang sedang hamba rasakan saat ini sebagai kebaikan-kebaikan yang engkau ridha'i dan terjauhkan dari keburukan yang engkau benci.

Ya Allah Ya Rabb, sederhanakanlah rasa ini dalam mengagumi apa yang engkau ciptakan, tapi luar biasakanlah rasaku ini dalam mencintai engkau.

Amin Yarabbal'alamin...


Selasa, 16 Desember 2014

Dear Mantan Calon Pacar :')


Hai mantan, mantan calon pacar. Apakabar ? bagaimana liburanmu di bandung tahun ini ? pasti sangat menyenangkan bukan ? setelah hampir setengah tahun ini kamu merasakan kepenatan dan rasa lelah yang sangat luar biasa karena tuntutan pekerjaanmu itu. Haha, terkesan sekali yaa kalau aku sok tau. Padahal aku memang tahu, karena memang kamu yang menceritakan itu semuakan ? sebelum kita sejauh ini. Memang tidak sepenuhnya kamu bercerita, tapi setidaknya aku tahu. Tahu pekerjaanmu yang membuatmu stres setengah mati itu.

Oh iya ntan, maaf yaa jika aku menuliskan tentangmu lagi. Iya kamu yang selalu aku tulis, tapi tidak pernah kamu baca. Aku rasa kamu tidak keberatan dengan tulisan-tulisan ini yang kesekian kalinya menceritakan tentangmu. Karena membacanya pun kamu enggan, apalagi untuk berkomentar. Komentar tentang tulisan ini yang semuanya menceritakan tentang kamu, dan apalagi untuk berkomentar tentang perasaan. Perasaanku ntan. Hmm, but it’s oklah. Aku mengerti dan sangat mengerti. Karena memang aku yang selalu mengerti kamu tanpa kamu menyadari akan hal itu.

Nah ntan, kita jauh yaa sekarang ???
Iya, karena memang aku yang memilih untuk menjauh. Aku lebih memilih jarak daripada kamu, karena jarak ternyata lebih tahu tentang perasaanku dibanding kamu. Kamu tahu kenapa ??? kenapa ntan ??? tidak tahukan ??? yaah hal inilah yang selalu aku sesalkan, yang selalu membuat aku kesal. Kamu tidak pernah mau bertanya, kamu tidak pernah mau ingin tahu tentang perasaan seseorang yang diam-diam sangat memperdulikanmu. Kamu membiarkan perasaan orang yang menyayangimu jatuh berkali-kali dalam ketidakpastian. Kamu bermain kesana-sini dengan mudahnya, sementara kamu tidak pernah menoleh. Disini, disini ada aku yang selalu mendo’akanmu.

Jujur, aku sakit, dan sampai saat ini masih sakit. Jujur, aku belum bisa memaafkanmu. Entah karena luka yang terlalu dalam, atau karena memang maafmu kemarin belum didasari ketulusan. Sehingga aku memaafkan saja sangat sulit. Yaa begitulah hati, dia tidak akan pernah bisa menjadi seperti waktu.
Oyah ntan, mungkin telingamu sekarang sudah merasa adem yaa, tak panas seperti dulu lagi. Karena dulu aku mungkin sering menceritakanmu kepada sahabatku, bersedih, mengeluh ini itu tentangmu terhadap mereka. Sekarang kamu sudah bisa cukup tenang ntan, aku tidak melakukan hal konyol itu lagi. Aku sudah berhenti bercerita kepada makhluk hidup semacam manusia. Aku lebih memilih bercerita disini dan disana, dengan dia yang menciptakanmu yang sempat menjadi yang terindah untukku.


Oyah 1 lagi, aku hampir lupa. Sepertinya julukanku untukmu juga terlalu memaksa yaa. Mantan Calon Pacar, maaf tidak bermaksud, tidak bermaksud untuk berharap, tidak bermaksud untuk apa-apa, karena memang aku juga sudah tidak mengharapkanmu seperti dulu. Kamu tahu kan ntan betapa kreativnya aku ? jadi maklum saja jika aku membuat nama sebagus dan seunik ini untukmu. Semoga kamu menyukainya J

Sabtu, 13 Desember 2014

Said, Thank God For The Happy.

Selamat pagi dunia, selamat pagi sahabatku...
Bagaimana perasaanmu disabtu pagi yang cerah ini ? berbahagiakah ? atau justru sebaliknya ?
Semoga kalian merasa seperti yang aku rasa disabtu pagi ini. Alhamdulilah aku masih diberi kesempatan oleh Allah swt untuk merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa dan tak terhingga ini. Kenapaa ? entahlah, penyebab pasti sungguh aku tidak mengetahui, yang jelas perasaanku saat ini begitu damai dan indah.

Entah karena dia, entah karena tawa & kegilaan sahabat yang semalam tadi kusaksikan, entah karena teman-teman kantor yang kocak dan menyenangkan, atau karena gelagak tawa ibu yang sempat kudengar lewat telepon semalam ? entah , entah dan entahlah. Yang jelas itu semua adalah cinta, cinta yang Allah berikan kepadaku manusia paling beruntung didunia ini. Perkara tulus tidaknya cinta itu, kuserahkan kembali pada sang maha tau. Karena dialah sang maha pemberi, maha pemberi segalanya lewat orang-orang terhebat yang selama ini berada disekelilingku. Lewat mereka, orang yang bertahan lama disampingku ataupun yang hanya sementara.

Apapun dan siapapun itu, yang membuat sedih atau senang, yang membawa suka atau duka, yang memberi luka atau cinta, aku tidak perduli. Yang terpenting pada saat ini aku bahagia, aku bersyukur. Karena lewat merekalah, orang-orang yang Allah kirim, menjadikanku pribadi yang kuat, yang hebat, yang tangguh, yang sehat lahir maupun batin, yang pandai, yang cantik, bisa berfikir luas dan cerdas dan begitu banyak mendapat pelajaran hidup yang sangat-sangat berarti. Mungkin kebahagiaan yang saat ini aku rasakan belum berakhir, masih ada kebahagiaan-kebahagiaan yang akan datang lagi silih berganti. Satu detik kemudian, 1 menit kemudian, 1 jam, 1 minggu, 1 bulan bahkan tahun. Sampai aku lupa akan musuh kebahagiaan itu, iya. Tahukah kalian itu apa ? jelas tau dan pasti taukaan ?

Hehe, yaa begitulah aku. Menjadi manusia yang terlalu optimis dalam menyambut kebahagiaan. Yaa begitulah aku, sang pemimpi keindahan yang Allah hadirkan. Yaa begitulah aku. Jangan bilang lebay yaa ;) aku memang begitu.

Itu mungkin memang hanya sebuah keyakinan, sugesti, mimpi, tapi kalian tau ? itu akan menjadi kenyataan. Amin insyaallah, kebahagiaan yang terus menerus itu akan selalu datang. Karena apa yang kita pikirkan itulah yang kan terjadi. Karena aku memikirkan hal-hal yang membahagiakan, maka aku akan bahagia. Jika dicelah-celah kebahagiaan itu datang sedikit cobaan, bersabarlah. Anggap saja, itu hanya sebuah krikil-krikil. Ingat! Itu bukan sebuah penghalang.

Yaa begitulah teman.
Janganlah kita menjadi manusia yang selalu bersedih, jangan kita menjadi manusia yang terus menerus mengeluh dan protes, jangan kita menjadi manusia yang berketerusan berprasangka buruk kepada Allah dan membuat kita lupa akan nikmatnya.

Marilah kita bersyukur. Bersyukur. Sekecil apapun itu nikmatnya.
Karena semakin kita bersyukur, semakin kita diberi lebih. Percayalah :’)

Sambut kebahagiaan itu dengan cara kita masing-masing. Selama itu masih dijalan yang baik dan diridho’i oleh sang maha pencipta yang menciptakan kita.
Keep strong, keep fight, keep moving, keep calm, keep sile aaaaand stay happy :****

Don't worry, Allah is with us.