Malam sudah semakin larut. Jam
dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul 22:01. Tapi entah mengapa, rasanya
aku ingin sekali menuliskan sesuatu. Iya, sesuatu yang terjadi disetiap langkah
dalam kehidupanku.
Akhir-akhir ini memang aku sangat
jarang menulis, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Karena memang beberapa bulan
terakhir ini aku begitu sulit meluangkan waktu untuk menulis. Jujur saja, beban
hidup terasa semakin berat jika tidak aku bagikan pada teman setiaku seperti
selembar kertas putih dan sang penerjemah seperti penaku ini. Kegiatan akhir
sekolah yang cukup menyita waktu, pikiran, perasaan, energi juga isi dompetku
yang semakin hari semakin menipis saja, bahkan sampai tidak ada isinya. Jika
aku boleh berkata jujur, sungguh itu sangat melelahkan.
Tapi lagi-lagi aku harus sadar dan
harus bangun dari tidur ini. Karena jika aku terus tertidur dan tersesat dalam
sebuah mimpi buruk, itu akan lebih melelahkan bukan ? aku akan terus berada
pada hitam dan tidak akan pernah menemukan putih. Iya mungkin seperti itu.
Sehubungan dengan hitam putih, juga baik buruk aku jadi teringat pada sebuah
kalimat. Yang seperti ini,
“Jika ingin menjadi pembicara yang
baik, kita harus menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu”
“Jika ingin menjadi penulis yang
baik, kita juga harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu”
Itu adalah kalimat yang pernah aku
baca pada sebuah artikel. Kalimat itu juga sering aku dengar pada sebuah acara televisi.
Selain itu guru bahasa inggrisku Mr. Azzam juga sering mengatakan itu kepada
kami ketika belajar dikelas. Kalimat yang sudah tidak asing lagi memang
ditelingaku. Hampir disetiap kesempatan atau acara yang berhubungan dengan alat
indera untuk berbicara, melihat, dan mendengar pasti kalimat itu tidak
lupa mereka sampaikan. Iya itu semata-mata hanya untuk memberi pemahaman kepada
kita, agar kita lebih menghormati siapapun yang berbicara dan siapapun yang
berkarya dalam bentuk tulisan atau apapun.
Nah dari 2 kalimat diatas itulah ini
aku mulai belajar. Karena jujur saja, sejak duduk di Sekolah Dasar aku memang
sangat hobi menulis. Apa yang aku tulis adalah pengalaman-pengalaman pribadiku
yang terjadi setiap harinya. Terkadang aku menuangkankannya dalam bentuk diary
juga puisi, tapi ketika duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama aku lebih suka
menuangkannya dalam bentuk puisi. Sampai saat ini aku duduk dibangku SMK kelas
3, akupun masih menulis, entah itu puisi, cerpen ataupun pengalaman pribadiku juga
pengalaman orang lain, walaupun sempat vakum beberapa tahun karena suatu
keadaan tapi tetap saja itu tidak menghilangkan semangatku untuk tetap menulis.
Memang seharusnya itu aku lakukan
dari dulu, sebelum aku menjadi penulis memang aku harus menjadi pembaca yang
baik dulu. Oops, bukan penulis, maksudku calon penulis hehehe. Sebenarnya dulu
aku tidak terlalu berambisi untuk menjadi seorang penulis, aku hanya sekedar
hobi. Itu saja tidak lebih. Tapi setelah melihat karya-karya penulis besar
seperti Andrea Hirata yang membuat novel berjudul Laskar Pelangi, hingga cerita
dari novelnya itu difilmkan dan sangat laris aku menjadi terinspirasi. Bukan
karena larisnya aku terinspirasi, melainkan karena karyanya yang luar biasa itu
sehingga banyak orang jatuh cinta dan ingin menyaksikan karyanya itu. Bukan
hanya Andrea Hirata yang menjadi inspirasi bagiku, tapi penulis-penulis senior
lainnya pun menginspirasiku agar aku bisa hebat seperti mereka yaitu press
ananta, dewi lestari dan raditya dika. Semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi
seperti mereka. Amin O:)
Jujur, terkadang aku juga
sedikit merasa iri dengan penulis-penulis muda yang seumuran denganku, yang
sudah berhasil menciptakan suatu karya yang bisa dibagikan kebanyak orang,
seperti novel atau cerpen-cerpen yang mereka buat yang menjadi bacaan disebuah
majalah atau buku-buku remaja lainnya. Aku terkadang berfikir dan bertanya
dalam hati, apakah aku bisa seperti mereka ? yang berkarya, dan karyanya itu
disukai serta bermanfaat untuk orang banyak ? Bahkan bisa seperti Andrea Hirata
dan penulis hebat lainnya. Apakah mungkin ?
Iya itu yang selalu menjadi
pertanyaan. Dan akan mendapat jawaban jika aku terus berusaha untuk terus
meraihnya. Asalkan aku Optimis, aku pasti bisa dan pasti bisa !!
Dan menulis tidak akan pernah
berakhir, sebelum kehidupan ini berakhir. Jadi menurutku dalam sebuah
hidup disetiap langkah yang kita jalani, itulah yang menjadi bahan kita untuk
tetap menulis apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Entah itu suka, duka, cita
dan lara. Entah itu cerita kita atau cerita mereka yang bersedia berbagi cerita
dengan kita. Dan kita abadikan menjadi sebuah tulisan yang lebih bernilai dan
bermanfaat, dibanding kita menjadi seorang yang banyak bicara dan
membicarakannya dari satu orang ke orang lainnya. Iya itu menurutku.
Aku sangat berterima kasih kepada
siapapun yang sudah bersedia membaca tulisanku selama ini. Maaf, jika sedikit
membosankan, aku tahu dan aku menyadari. Karena mungkin ada dibeberapa judul,
bahkan hampir kebanyakan judul tulisan, yang aku bahas hanyalah soal Cinta dan
jika kalian sadar, itupun melulu orang yang sama. Dan itulah sesungguhnya
inspirasi terbesarku, yang menumbuhkan kembali gairah jemariku untuk menuliskan
kisah demi kisah yang aku lalui selama mengenalnya. Baik itu kisah bahagia
maupun kisah sedih. Telah tertuang dalam tulisan itu, dan tak jarang
tertorehkan senyum maupun tangis seiring jemari dan penaku menari-nari diatas
kertas itu. Maaf :’)
Sangat banyak harapanku. Dan ada
beberapa harapan yang aku harapkan dari kalian sahabat-sahabatku yang sudah
bersedia membaca tulisanku. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepada
kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca huruf demi huruf, kata demi
kata, baris demi baris, kalimat demi kalimat dan paragraf demi paragraf
tulisanku ini. Aku harap kalian tidak akan pernah bosan dan akan tetap
menyempatkan untuk mampir ke blogku, untuk sekadar melihat apakah ada tulisan
terbaru dan bersedia membacanya kembali hehehe. Dan aku juga sangat
mengharapkan do’a kalain agar cita-citaku suatu saat nanti akan terwujud. Dan
aku juga mendo’akan kalian, semoga apapun harapan dan cita-cita kalian suatu
saat nanti juga akan menjadi kenyataan. Amin ya Allah O:)
Terima Kasih Allah.
Terima Kasih Bapak dan Mama.
Terima Kasih Guruku dan terima kasih
sahabat-sahabatku :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar