Senin, 03 November 2014

Menulis Untuk Penulis

Malam sudah semakin larut. Jam dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul 22:01. Tapi entah mengapa, rasanya aku ingin sekali menuliskan sesuatu. Iya, sesuatu yang terjadi disetiap langkah dalam kehidupanku.

Akhir-akhir ini memang aku sangat jarang menulis, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Karena memang beberapa bulan terakhir ini aku begitu sulit meluangkan waktu untuk menulis. Jujur saja, beban hidup terasa semakin berat jika tidak aku bagikan pada teman setiaku seperti selembar kertas putih dan sang penerjemah seperti penaku ini. Kegiatan akhir sekolah yang cukup menyita waktu, pikiran, perasaan, energi juga isi dompetku yang semakin hari semakin menipis saja, bahkan sampai tidak ada isinya. Jika aku boleh berkata jujur, sungguh itu sangat melelahkan.

Tapi lagi-lagi aku harus sadar dan harus bangun dari tidur ini. Karena jika aku terus tertidur dan tersesat dalam sebuah mimpi buruk, itu akan lebih melelahkan bukan ? aku akan terus berada pada hitam dan tidak akan pernah menemukan putih. Iya mungkin seperti itu. Sehubungan dengan hitam putih, juga baik buruk aku jadi teringat pada sebuah kalimat. Yang seperti ini,


“Jika ingin menjadi pembicara yang baik, kita harus menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu”
“Jika ingin menjadi penulis yang baik, kita juga harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu”

Itu adalah kalimat yang pernah aku baca pada sebuah artikel. Kalimat itu juga sering aku dengar pada sebuah acara televisi. Selain itu guru bahasa inggrisku Mr. Azzam juga sering mengatakan itu kepada kami ketika belajar dikelas. Kalimat yang sudah tidak asing lagi memang ditelingaku. Hampir disetiap kesempatan atau acara yang berhubungan dengan alat indera untuk berbicara, melihat, dan mendengar pasti  kalimat itu tidak lupa mereka sampaikan. Iya itu semata-mata hanya untuk memberi pemahaman kepada kita, agar kita lebih menghormati siapapun yang berbicara dan siapapun yang berkarya dalam bentuk tulisan atau apapun.

Nah dari 2 kalimat diatas itulah ini aku mulai belajar. Karena jujur saja, sejak duduk di Sekolah Dasar aku memang sangat hobi menulis. Apa yang aku tulis adalah pengalaman-pengalaman pribadiku yang terjadi setiap harinya. Terkadang aku menuangkankannya dalam bentuk diary juga puisi, tapi ketika duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama aku lebih suka menuangkannya dalam bentuk puisi. Sampai saat ini aku duduk dibangku SMK kelas 3, akupun masih menulis, entah itu puisi, cerpen ataupun pengalaman pribadiku juga pengalaman orang lain, walaupun sempat vakum beberapa tahun karena suatu keadaan tapi tetap saja itu tidak menghilangkan semangatku untuk tetap menulis.

Dan setelah duduk dibangku SMK inilah aku baru paham tentang kalimat itu. Jadi aku lebih bisa menghargai siapapun orang yang berbicara dan karya siapapun yang sudah terjilid menjadi sebuah buku. Iya saat ini aku jadi hobi membaca, padahal dulu aku sangat malas dengan yang namanya buku tebal seperti novel, apalagi jika aku disuruh membacanya. Ooh tidaaak :(

Memang seharusnya itu aku lakukan dari dulu, sebelum aku menjadi penulis memang aku harus menjadi pembaca yang baik dulu. Oops, bukan penulis, maksudku calon penulis hehehe. Sebenarnya dulu aku tidak terlalu berambisi untuk menjadi seorang penulis, aku hanya sekedar hobi. Itu saja tidak lebih. Tapi setelah melihat karya-karya penulis besar seperti Andrea Hirata yang membuat novel berjudul Laskar Pelangi, hingga cerita dari novelnya itu difilmkan dan sangat laris aku menjadi terinspirasi. Bukan karena larisnya aku terinspirasi, melainkan karena karyanya yang luar biasa itu sehingga banyak orang jatuh cinta dan ingin menyaksikan karyanya itu. Bukan hanya Andrea Hirata yang menjadi inspirasi bagiku, tapi penulis-penulis senior lainnya pun menginspirasiku agar aku bisa hebat seperti mereka yaitu press ananta, dewi lestari dan raditya dika. Semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi seperti mereka. Amin O:)

Jujur, terkadang  aku juga sedikit merasa iri dengan penulis-penulis muda yang seumuran denganku, yang sudah berhasil menciptakan suatu karya yang bisa dibagikan kebanyak orang, seperti novel atau cerpen-cerpen yang mereka buat yang menjadi bacaan disebuah majalah atau buku-buku remaja lainnya. Aku terkadang berfikir dan bertanya dalam hati, apakah aku bisa seperti mereka ? yang berkarya, dan karyanya itu disukai serta bermanfaat untuk orang banyak ? Bahkan bisa seperti Andrea Hirata dan penulis hebat lainnya. Apakah mungkin ?

Iya itu yang selalu menjadi pertanyaan. Dan akan mendapat jawaban jika aku terus berusaha untuk terus meraihnya. Asalkan aku Optimis, aku pasti bisa dan pasti bisa !!

Dan menulis tidak akan pernah berakhir,  sebelum kehidupan ini berakhir. Jadi menurutku dalam sebuah hidup disetiap langkah yang kita jalani, itulah yang menjadi bahan kita untuk tetap menulis apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Entah itu suka, duka, cita dan lara. Entah itu cerita kita atau cerita mereka yang bersedia berbagi cerita dengan kita. Dan kita abadikan menjadi sebuah tulisan yang lebih bernilai dan bermanfaat, dibanding kita menjadi seorang yang banyak bicara dan membicarakannya dari satu orang ke orang lainnya. Iya itu menurutku.

Aku sangat berterima kasih kepada siapapun yang sudah bersedia membaca tulisanku selama ini. Maaf, jika sedikit membosankan, aku tahu dan aku menyadari. Karena mungkin ada dibeberapa judul, bahkan hampir kebanyakan judul tulisan, yang aku bahas hanyalah soal Cinta dan jika kalian sadar, itupun melulu orang yang sama. Dan itulah sesungguhnya inspirasi terbesarku, yang menumbuhkan kembali gairah jemariku untuk menuliskan kisah demi kisah yang aku lalui selama mengenalnya. Baik itu kisah bahagia maupun kisah sedih. Telah tertuang dalam tulisan itu, dan tak jarang tertorehkan senyum maupun tangis seiring jemari dan penaku menari-nari diatas kertas itu. Maaf :’)
 
Sangat banyak harapanku. Dan ada beberapa harapan yang aku harapkan dari kalian sahabat-sahabatku yang sudah bersedia membaca tulisanku. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca huruf demi huruf, kata demi kata, baris demi baris, kalimat demi kalimat dan paragraf demi paragraf tulisanku ini. Aku harap kalian tidak akan pernah bosan dan akan tetap menyempatkan untuk mampir ke blogku, untuk sekadar melihat apakah ada tulisan terbaru dan bersedia membacanya kembali hehehe. Dan aku juga sangat mengharapkan do’a kalain agar cita-citaku suatu saat nanti akan terwujud. Dan aku juga mendo’akan kalian, semoga apapun harapan dan cita-cita kalian suatu saat nanti juga akan menjadi kenyataan. Amin ya Allah O:)

Terima Kasih Allah.
Terima Kasih Bapak dan Mama.
Terima Kasih Guruku dan terima kasih sahabat-sahabatku :’)
 

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar