Sabtu, 26 Oktober 2013

Inikah Persahabatan ?


Gak habis pikir, gak nyangka.
Ternyata ini yah yang dinamakan persahabatan ?
Bahkan saudara ? Iya, kamu menganggapku sebagai kakakmu bukan ?

Tapi adakah cara seorang sahabat memperlakukan sahabatnya seperti ini ?

Selama ini Aku berusaha menjadi yang terbaik, menjadi seseorang yang bisa memberi kenyamanan, ketika seseorang berada didekatku.
Sebisa mungkin aku tutupi semua kekuranganmu, menutupi semua yang tidak seharusnya aku tutupi, walaupun itu perbuatan jahatmu sekalipun. Karena aku tahu, itu memang tugasku sebagai seorang sahabat.

Aku tidak pernah menceritakan keburukanmu, aku selalu berusaha menjaga nama baikmu, didepan siapapun itu.
Karena apa ? Aku sadar akan teman. Teman dekat malah, sahabat, sodara katamu.
Tapi apa yang kamu lakukan terhadapku sekarang ? Bukankah itu berbanding terbalik dengan apa yang aku lakukan padamu ?
Bukan bermaksud mengungkit, minta imbalan atau pamrih, tidak.


Tapi jujur, aku benar-benar tidak menyangka.
Mengapa aku bisa masuk kedalam lubang yang sama. Lubang yang dibuat oleh sahabatku sendiri.
Setelah permasalahan beberapa waktu lalu, yang kamu kira aku mengambil pacarmu. “padahal aku yang memperkenalkan kalian. Kalau aku mau, tdak akan mungkin ku kenalkan padamu”. Lah sekarang ini ?


Bodoh yaa aku. Tapi lebih bodoh kamu.

Semuanya bisa berantakan, kacau, hanya gara-gara seorang lelaki. Iya, dulu kau memusuhiku karena itu. Dan yang kedua sekarang karena temanku, temanku bahkan temanmu juga. Tepatnya seseorang yang sangat kusayang. “hmm, tapi itu kemarin. Beberapa waktu yang lalu, belum lama memang"

Tapi asal kamu tahu, sekarang bukan itu permasalahannya, bukan karena lelaki yang tidak peka itu.
Tapi karena kamu. Kamu teman dekatku, seseorang yang sudah lama kukenal, seseorang yang aku sayang. Yang sampai hati mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak kau katakan dari bibir manismu itu, kepada yang kau sebut kakakmu ini.

Kali ini aku ingin bertanya.
Sebenarnya apa salahku ?
Adakah sesuatu atau hal apa yang membuatmu tidak menyukaiku, sehingga kamu berbuat seperti ini ? atau memang kamu melakukan ini bukan hanya kepadaku ? bahkan temanmu yang lain ?

Sakit rasanya..
Kamu tempat dimana aku bercerita, berbagi, bercanda, bersendau gurau, bermain bersama, sampai hati yaah membuatku terluka, membuatku bersedih seperti ini.

Terkadang jika kau ada masalah dengan teman yang lain kau bercerita kepadaku, mencari posisi yang paling baik dan benar untukmu.
Menceritakan keburukan mereka kepadaku, mencaci maki mereka. Tapi aku diam. Aku tidak pernah mengadu kepada mereka dengan apa yang kau ceritakan kepadaku.
Karena aku sadar, kau adalah sahabatku.
Kamu yang seharusnya aku jaga, jaga hatinya, jaga nama baiknya, dan sebisa mungkin menjaga semua yang ada padamu.


Tapi bagaimana denganmu ?
Apakah kamu melakukan itu padaku ?
Menjagaku ?
Oh tidaak..
Atau mungkin kamu memperlakukan aku sama seperti kamu memperlakukan mereka ? menceritakan keburukanku, mencaci makiku didepan mereka ? “bisa jadi”


Maaf sayang..
Bukan bermaksud zo’udzon, tapi memang benar apa kata kak dw, kalau setiap manusia itu mempunyai topengnya masing-masing.
Seperti kamu. Tapi dengan kamu bertopeng atau tidak sekalipun aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya.


Kamu memang baik, terlihat perduli, bahkan terlihat sayang sekali. Tapi itu didepanku..
Tapi bagaimana saat kamu berada dibelakangku ?
Apa ? apa yang kamu lakukan ?


Kembali kepermasalahan kedua, tentang lelaki sekaligus teman lelaki yang tidak peka itu.
Aku jelaskan, tolong digaris bawahi dan dipahami yaa...
Bukan bermaksud aku untuk marah berlebihan atau seperti yang kau bilang, yaitu lebay. Tidak sama sekali.

Tapi kamu juga perempuan, sama seperti aku. Seharusnya kamu lebih mengerti, lebih paham, dengan perasaan seseorang yang kau anggap kakakmu.
Itu seperti apa ?
Sedih, sakit, kau tahu ?
Atau bahkan kau tidak perduli ?

Hmm...
Aku tidak melarangmu untuk dekat dengan siapapun, bahkan dengan dia seseorang yang aku sayang sekalipun. Karena apa ? karena aku tahu kalian hanya sebatas teman, sama seperti aku. Aku juga hanya temannya. “tapi jikalau engkau ingin lebih yaa tidak apa-apa. Aku rela, karena aku pun sadar, sudah terlalu sakit dan lelah untuk terus bertahan”.

Karena apa ?
Aku sadar aku bukan siapa-siapa dia, dan aku bukan apa-apa. Aku hanya seorang perempuan biasa, seorang perempuan yang merasakan cinta seperti perempuan lain pada umumnya.
Namun aku tahu, cintaku itu dianggap permainan olehnya. “maaf aku sedikit bercerita”.

Sulit dimengerti, dan sangat sulit dipercaya.
Masih pantaskah kau kusayang ? ku jaga ? wahai sahabatku, sodaraku, bahkan adikku ?
Setelah semua yang terjadi..

Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku katakan dan aku lakukan.
Sedih, sakit, kecewa, ragu bercampur menjadi satu.
Apakah kamu masih bisa kupercaya ?

Bukan aku sok atau merasa paling, dengan menulis ini, atau bermaksud memojokkanmu, itu tidak.
Tapi memang inilah caraku yang ketiga yang membuatku merasa lebih baik, setelah cara pertama & kedua, tidak lagi bisa mengatasi, yaitu dengan menangis dan tidur.

Air mataku sudah hampir habis malam itu, disaat aku menulis ini.
Iya aku menulis ini sembari aku meneteskan air mata. Kau tau itu ?

Aku yakin, kau akan mengatakan “dasar cengeng”. Tapi memang benar aku cengeng. Haha

Tapi yasudahlah...
Semuanya sudah terjadi,dan sudah pasti berlalu.
Dan memang setelah semua yang terjadi, cukup aku jadikan pelajaran, pelajaran yang berharga dalam hidup dan pasti penuh hikmah.
Menjadikanku lebih kuat, lebih dewasa, lebih mnegerti semua-muanya, tentang hidup, tentang cinta, dan bahkan tentang teman.
Aku harus lebih berhati-hati bukan untuk kedepannya ?~

Maafkan aku...
Maaf aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu sahabat, sodara, adikku sayang.
Hanya ini yang bisa kutulis.
Suatu saat semoga kamu membacanya. Maaf sayang jika ini sedikit menyakitkan.
Tapi aku harap dengan ini bisa membuatmu lebih mengerti, sekarang atau nantinya.

Dan satu pesanku, belajarlah menghargai sebuah persahabatan, karena itulah salah satu yang  paling berharga yang kamu miliki setelah keluargamu.

Semoga kamu mendapatkan teman yang lebih baik dari aku...
Good bye :’)

Kita tetap teman..

                            ketika persahabatan dipertanyakan...