Siang
ini nafasku terhenti beberapa detik. Saluran pernafasanku sepertinya tidak
berfungsi dengan baik, bahkan sampai saat ini dadaku masih sesak. Ada sebab
yang membuatku menjadi seperti itu, yaa beginilah akibatnya sangat buruk
bagi pernafasan juga otakku. Setelah beberapa menit yang lalu menemukan
sebuah artikel yang muncul diberanda facebookku, yang dibagikan oleh pengguna
facebook yang lain.
Ya
Rabbi, menghela nafas berjuta-juta kali sembari aku beristighfar. Seburuk
itukah berada diposisiku saat ini? posisi yang tidak pernah aku inginkan,
posisi yang tidak pernah aku duga bahwa aku akan mengalaminya, posisi yang
bahkan dulu sangat aku benci, sangat aku hindari dengan aku teramat kuat
menjaga diriku sendiri, posisi yang sesungguhnya itu bukan aku, posisi yang
entahlah mengapa saat ini terjadi kepadaku.
Aku
kembali merenung tiada guna, kembali berfikir tiada henti sampai aku lelah,
sampai tidak dapat berkata apapun. Hanya air mata yang menetes yang masih
menjadi sisa dipipiku saat ini. Aku masih terisak, aku berteriak serak
memanggil Tuhan. Bertanya berkali-kali dengan pertanyaan yang sama. Ya Tuhan...
apakah ini takdirku? mengapa engkau menakdirkan ini padaku? mengapa harus aku?
mengapa kau tidak membiarkan aku untuk terus berjalan diatas benar? mengapa
engkau memberi belokan itu? mengapa belokan itu berisi salah? Aku terisak tanpa
air mata, seakan memprotes segala sesuatu yang telah Tuhan takdirkan untukku.
Tuhan,
ini bukan yang aku mau. Ini sama sekali tidak aku inginkan. Tidak pernah
tersirat sedikitpun dalam benakku, bahwa aku menjadi perempuan lain yang masuk
kedalam sebuah hubungan yang telah berikrar, menjadi perempuan lain dalam
ikatan suci yaitu sebuah pernikahan. Mengapa engkau membiarkan aku tertarik
kesana, mengapa engkau membiarkan dia menarikku jauh kesana, mengapa engkau
tidak membantukku untuk mengontrol perasaanku? mengapa engkau membiarkanku
untuk terus masuk? mengapa ada dia? mengapa harus dia yang hadir? mengapa harus
dia yang membantukku untuk bangkit disaat aku terpuruk dengan cinta masa
laluku? mengapa harus dia yang menggantikkan masa laluku, sementara dia tidak
mungkin ada untuk masa depanku? mengapa harus dia yang memaksaku berhenti
berharap dari cinta lamaku? mengapa harus dia yang engkau takdirkan untuk
leluasa mengotak-atik perasaanku pada saat itu? mengapa kau takdirkan benteng
hatiku yang begitu keras, runtuh oleh seorang lelaki yang sudah berstatus?
Tuhan,
engkau yang paling mengetahui perjalanan hidupku, engkau dan 1 sahabatku yang
tahu bagaimana aku menikmati setiap proses hijrahku. Itu bukan mudah kan? dari
aku jatuh, aku merangkak, mencoba berdiri walau terkadang kembali terjatuh,
tapi terus bangkit, berjalan-pelan, menikmati setiap proses susah payah dengan
suka duka. Masih teringat betul semua itu di otakku. Lalu sangat disayangkan
runtuh hancur begitu saja.
Engkau
pun mengetahui Tuhan, bagaimana perasaanku berproses sampai pada akhirnya aku
jatuh hati kepada lelaki itu. Aku menolak begitu keras. Kau tahu sikap apa yang
aku ambil disaat dia terus menggangguku. Aku sama sekali tidak ingin. Tapi
Tuhan, hatiku luluh oleh lelaki seperti dia. Entah laki-laki macam apa, yang
selalu membicarakan komitmen, namun tidak dapat setia dengan komitmen yang
telah dia buat.
Mereka,
sahabat-sahabatku, keluargaku, menyalahkan aku. Padahal mereka tahu apa yang
sebenarnya terjadi. Apalagi isi semesta yang tidak tahu apapun tentang kami,
lalu tiba-tiba mengetahui perkara ini? Apakah aku tidak buruk dimata isi
semesta? Apakah aku tidak sehina yang semesta kira? Meraka akan memojokkanku,
akan membenciku, akan menganggap aku sebagai perusak rumah tangga orang.
Sementara dia? dia laki-laki yang sampai saat ini memegangiku, dia laki-laki
yang sampai saat ini memintaku agar terus bertahan, agar terus bersabar. Apa
ada yang menghakimi dia? apa akan ada yang menyalahkan dia? tidakkan? semuanya
akan berakibat padaku.
Tuhan,
jika dapat waktu berputar kembali ke masa lampau, tidak akan aku rela telingaku
mendengar segala sesuatu yang dia ceritakan tentang kehidupannya. Kehidupan dia
dari masa anak-anak, remaja hingga dewasa. Tentang masa lalu nya, dan tentang
apa yang saat ini dia jalani, menikahi seorang perempuan yang tidak dia cintai
dan tidak dia inginkan...
Jika
aku