Senin, 18 Januari 2016

SALAH

Hari-hariku saat ini menjadi sangat aku benci.
Ditambah dengan orang-orang disekelilingku yang terlihat sangat menyebalkan dan memuakkan dimataku. Makinlah dipenuhi rasa benci.
Entahlah apa yang terjadi padaku saat ini.
Segala rasa yang sudah jelas salah selalu bergejolak didalam dada, salah itu tak ingin meninggalkanku pergi, dia selalu hinggap merusak jiwa, mempengaruhiku agar terus menikmati ketidakberesan ini.
Dan ketika aku yang memutuskan pergi, salah itupun mengikuti, terus dan selalu mengikuti seakan dia tidak rela jika aku pergi, berlari meninggalkannya.
Aku merangkak berderai air mata, ada banyak jemari-jemari kecil disana, berada didepanku yang berusaha menggapai tanganku yang aku gunakan untuk merangkak.
Pedih, perih, berdarah-darah, aku sudah sangat kesakitan, tanganku sudah kucoba ku angkat keatas untuk menggapai jemari itu, namun rasanya seperti jauh sekali, rasanya sangat sulit ku gapai, padahal berada didepanku.
Aku menangis lagi, mereka masih mengulurkan jemarinya.
Aku terus mencoba meraih jemari-jemari itu. Aku masih semangat, aku masih ingin terus meraih jemari itu hingga aku menggenggamnya. Dan dituntunnya berjalan, hingga aku menemukan jalan pulang.
Namun celakanya, aku kelelahan, aku terlalu lemah, sakitku parah. Sudah separah ini, seharusnya aku lebih berusaha lagi untuk bisa berdiri terlepas dari salah dan menggapai jemari yang menolongku. Dan apalah daya, aku masih berada disitu.
Luar biasanya, jemari itu masih ada, mereka tidak pernah pergi, mereka menyadarkanku, mereka ingin aku bangkit, hidup dengan ceriaku seperti dulu yang pernah aku lukis setiap hari.
Aku bisa, aku harus bisa, aku pasti bisa. Aku akan terus berusaha. Jangan lelah karenaku. Aku disinipun kelelahan, kesakitan, dan kalian yang selalu mengobatinya. Kalianlah insan-insan terbaik pilihan Tuhan yang diutus untuk menjagaku. Iyakan?Maafkan. Maafkan egoku, maafkan hatiku yang entah mengapa sekarang membatu, tak terarah, tak menentu. Hatiku terluka parah, jiwaku sakit, karena diriku sendiri dan karena dia...
 SALAH yang merusak jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar