Rabu, 26 Maret 2014

Dan Inilah Sisa Rindu Itu

Hai selamat malam. Sedang apa kamu disana ? Bagaimana kabarmu ? Apakah baik ? atau sangat baik ? Apapun itu aku harap salah satunya menyertaimu.


Kamu tahu saat ini aku berada dimana ? saat ini aku berada ditempat dimana kita belajar bersama untuk yang terakhir kalinya. Tempat dimana kamu menyuapiku makanan yang sudah tak kuselerai itu, untuk terakhir kalinya. Tempat dimana kau mengejekku gara-gara sumpit, untuk yang terakhir kalinya. Tempat dimana aku dan kamu tertawa bersama untuk terakhir kalinya. Dan tempat aku merasakan kekecewaan yang begitu dalam, dan kali ini bukan terakhir kali, namun kesekian kali. Iya, terakhir kalinya untuk kita. Bukankah sekarang kita sudah tidak bisa melakukannya ? melakukan itu semua, belajar, tertawa, bercanda bersama. Tepatnya berdua. Karena keadaan yang beralasan yang menuntutku bahkan mungkin menuntutmu untuk kita tak bersama lagi. Menjadi layaknya sahabat atau bahkan saudara, seperti yang kau ucapkan kemarin. Saudara yang sudah terlanjur ku cintai.

Tahukah kamu ? Aku mencoba untuk tegar tanpa kamu selama 3 bulan terakhir ini. Tahukah kamu ? aku melakukan itu begitu semangat. Aku ingin segera melupakanmu dan melupakan semua tentang kita. Namun tak tahu mengapa kenangan yang sudah terlanjur ku anggap indah dan berhasil membuatku bahagia itu selalu melekat dalam hati dan pikiranku, dan akupun mencoba untuk tak membukanya, aku menutupnya pelan-pelan, agar aku tidak terus terlarut dalam sebuah kenangan. Dan entah mengapa hari ini, iya hari ini, aku merasakan kerinduan yang begitu dalamnya. Rindu yang selama 3 bulan ini selalu kuhindari dan aku lawan. Tapi hari ini ? hari ini aku tidak bisa. Mungkin karena mimpi itu ? iya mungkin. Karena semalam aku memimpikanmu. Sampai pada akhirnya aku berada ditempat ini. Mungkin dengan datangnya aku ketempat ini, tempat untuk pertama dan terakhir kalinya kita datangi berdua, mungkin rasa rindu ini akan sedikit terobati. Haha, konyol...

Semoga kamu selalu bahagia dengan pilihanmu sekarang. Aku tidak bisa berharap lebih dari itu bukan ? karena saat ini, mungkin aku tidak lebih dari serpihan kisah masa lalumu yang sudah tidak memiliki tempat atau mungkin yang sudah kau hilangkan keberadaannya. Atau bahkan mungkin, bukan sama sekali. Iya, bukan bagian dari kisahmu. Tak mengapa bagiku, yang terpenting adalah kau harus bahagia. Meski bahagiamu sedikit menyisakan luka untukku.

Dan tenang saja. Seperti yang sudah kutulis sebelumnya, rasaku sudah mati untukmu. Karena kau sendiri yang telah mematikannya. Hanya saja disini, dihati ini masih tersisa rasa rindu. Rasa rindu yang tatkala datang menghampiri.
Dan jika aku boleh jujur. Kamu saat ini sudah seperti orang asing, kamu bukanlah seperti seseorang yang kukenal dulu. Kamu berubah begitu cepat. Bisa saja itu kamu yang sebenarnya. Atau mungkin itu bukan kamu ?

Tapi yasudahlah, seharusnya aku sadar. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk aku merasakan rindu itu terlalu dalam, ini bukan waktu yang tepat untuk aku mengingat-ingat itu semua. Ini adalah waktu untuk aku fokus menghadapi Ujian-ujian sekolah dan Ujian Nasional yang akan segera datang. Iya aku harus fokus. Aku hanya membutuhkan sedikit waktu untuk aku belajar materi Ujian Nasional itu. Tapi aku membutuhkan banyak waktu untuk aku belajar melupakanmu.
Dan intinya waktu kita untuk bersama-sama tinggal menghitung hari saja. Karena kita akan segera menutup masa itu, masa putihabu. Iya kita akan berpisah. Pasti aku akan sangat merindukanmu :’)

Dan tempat ini, tempat ini adalah saksi bisu, saksi bisu dimana aku merasakan kekecewaan yang teramat dalam. Saksi bisu dimana aku juga terbius oleh sebuah kenyataan yang kau ungkapkan. Saksi bisu dimana saat itu aku harus bersabar dan menahan segala rasa yang ingin aku lontarkan kepadamu. Dan saksi bisu atas segala kerinduan yang terpendam yang saat ini aku rasakan. Aku disini. Aku memang disini dan kali ini aku sendiri. Tanpa kamu dan tanpa siapapun. Hanya sisa-sisa rindu itu yang turut menggelayut dalam jiwa yang terus dirundung sepi.

Untukmu yang selalu kusebut dalam do'a :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar