Hai
selamat malam. Sedang apa kamu disana ? Bagaimana kabarmu ? Apakah baik ? atau
sangat baik ? Apapun itu aku harap salah satunya menyertaimu.
Kamu
tahu saat ini aku berada dimana ? saat ini aku berada ditempat dimana kita
belajar bersama untuk yang terakhir kalinya. Tempat dimana kamu menyuapiku
makanan yang sudah tak kuselerai itu, untuk terakhir kalinya. Tempat dimana kau
mengejekku gara-gara sumpit, untuk yang terakhir kalinya. Tempat dimana aku dan
kamu tertawa bersama untuk terakhir kalinya. Dan tempat aku merasakan
kekecewaan yang begitu dalam, dan kali ini bukan terakhir kali, namun kesekian
kali. Iya, terakhir kalinya untuk kita. Bukankah sekarang kita sudah tidak bisa
melakukannya ? melakukan itu semua, belajar, tertawa, bercanda bersama.
Tepatnya berdua. Karena keadaan yang beralasan yang menuntutku bahkan mungkin
menuntutmu untuk kita tak bersama lagi. Menjadi layaknya sahabat atau bahkan
saudara, seperti yang kau ucapkan kemarin. Saudara yang sudah terlanjur ku
cintai.
Tahukah
kamu ? Aku mencoba untuk tegar tanpa kamu selama 3 bulan terakhir ini. Tahukah
kamu ? aku melakukan itu begitu semangat. Aku ingin segera melupakanmu dan
melupakan semua tentang kita. Namun tak tahu mengapa kenangan yang sudah
terlanjur ku anggap indah dan berhasil membuatku bahagia itu selalu melekat
dalam hati dan pikiranku, dan akupun mencoba untuk tak membukanya, aku
menutupnya pelan-pelan, agar aku tidak terus terlarut dalam sebuah kenangan.
Dan entah mengapa hari ini, iya hari ini, aku merasakan kerinduan yang begitu
dalamnya. Rindu yang selama 3 bulan ini selalu kuhindari dan aku lawan. Tapi
hari ini ? hari ini aku tidak bisa. Mungkin karena mimpi itu ? iya mungkin.
Karena semalam aku memimpikanmu. Sampai pada akhirnya aku berada ditempat ini.
Mungkin dengan datangnya aku ketempat ini, tempat untuk pertama dan terakhir
kalinya kita datangi berdua, mungkin rasa rindu ini akan sedikit terobati.
Haha, konyol...
Semoga
kamu selalu bahagia dengan pilihanmu sekarang. Aku tidak bisa berharap lebih
dari itu bukan ? karena saat ini, mungkin aku tidak lebih dari serpihan kisah
masa lalumu yang sudah tidak memiliki tempat atau mungkin yang sudah kau
hilangkan keberadaannya. Atau bahkan mungkin, bukan sama sekali. Iya, bukan
bagian dari kisahmu. Tak mengapa bagiku, yang terpenting adalah kau harus
bahagia. Meski bahagiamu sedikit menyisakan luka untukku.
Dan
tenang saja. Seperti yang sudah kutulis sebelumnya, rasaku sudah mati untukmu.
Karena kau sendiri yang telah mematikannya. Hanya saja disini, dihati ini masih
tersisa rasa rindu. Rasa rindu yang tatkala datang menghampiri.
Dan
jika aku boleh jujur. Kamu saat ini sudah seperti orang asing, kamu bukanlah
seperti seseorang yang kukenal dulu. Kamu berubah begitu cepat. Bisa saja itu
kamu yang sebenarnya. Atau mungkin itu bukan kamu ?
Tapi
yasudahlah, seharusnya aku sadar. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk aku
merasakan rindu itu terlalu dalam, ini bukan waktu yang tepat untuk aku
mengingat-ingat itu semua. Ini adalah waktu untuk aku fokus menghadapi
Ujian-ujian sekolah dan Ujian Nasional yang akan segera datang. Iya aku harus
fokus. Aku hanya membutuhkan sedikit waktu untuk aku belajar materi Ujian
Nasional itu. Tapi aku membutuhkan banyak waktu untuk aku belajar melupakanmu.
Dan
intinya waktu kita untuk bersama-sama tinggal menghitung hari saja. Karena kita
akan segera menutup masa itu, masa putihabu. Iya kita akan berpisah. Pasti aku
akan sangat merindukanmu :’)
Dan
tempat ini, tempat ini adalah saksi bisu, saksi bisu dimana aku merasakan
kekecewaan yang teramat dalam. Saksi bisu dimana aku juga terbius oleh sebuah
kenyataan yang kau ungkapkan. Saksi bisu dimana saat itu aku harus bersabar dan
menahan segala rasa yang ingin aku lontarkan kepadamu. Dan saksi bisu atas
segala kerinduan yang terpendam yang saat ini aku rasakan. Aku disini. Aku
memang disini dan kali ini aku sendiri. Tanpa kamu dan tanpa siapapun. Hanya
sisa-sisa rindu itu yang turut menggelayut dalam jiwa yang terus dirundung
sepi.
Untukmu
yang selalu kusebut dalam do'a :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar