Ayah... Ibu...
Aku ingin jujur kepadamu, aku
ingin menyampaikan semua yang selama ini jarang ku ucapkan kepada
ayah&ibu...
Karena setiap aku ingin mengucap,
setiap aku ingin jujur, tiba-tiba lidah ini terasa kelu, hati ini alot untuk
memulainya, bibir ini sangat sungkan bergerak, mata ini ragu-ragu untuk menatap
mantap kedua bola mata ayah&ibu... Yah, Bu mungkin anakmu ini malu, atau
mungkin gengsi, aku tidak tahu. Atau mungkin rasa itu bercampur satu sehingga
membuatku semakin berat untuk mengaku...
Yah bu...
Sebenarnya aku hanya ingin
berterima kasih... berterima kasih atas segala yang telah ayah&ibu berikan
kepadaku...
Terima kasih atas kasih sayang
ayah&ibu yang tidak terhingga sedari dulu sampai saat ini...
Terima kasih atas pendidikan,
ilmu yang telah ayah&ibu alirkan kepadaku, ayah&ibu menyekolahkanku,
mengantarku mengaji diwaktu kecilku dulu dan sampai saat inipun ayah&ibu
masih mengingatkanku untuk terus mengaji...
Terima kasih karena ayah&ibu
berhasil menjadi orang tua yang hebat bagiku, dan bagi mereka anak-anak ayah
ibu...
Terima kasih untuk kesabaran
ayah&ibu menghadapi sifatku yang begitu keras, dan menghadapi sikapku yang
seringkali salah tapi tidak mau dibenarkan...
Terima kasih untuk kekhawatiran
ayah&ibu terhadapku...
Terima kasih untuk keringat
ayah&ibu yang telah rela mengucur setiap harinya demi menghidupi aku,
menghidupi kami, anak-anakmu... Anak yang hanya dapat protes jika keinginan
kami belum terpenuhi, yang marah ketika dinasehati, dan merasa serba tidak
ingin diatur-atur padahal itu demi kebaikanku...
Terima kasih Ayah... Terima kasih
ibu...
Atas doa-doa ayah&ibu yang
selalu terucap untukku... doa-doa yang aku yakini itu luar biasa dan sangat
berpengaruh besar untukku dan untuk kehidupanku, dulu, saat ini ataupun
nanti...
Lihatlah yah.. buu, aku tumbuh
normal seperti anak gadis kebanyakan, aku tumbuh menjadi gadis yang cantik,
menjadi gadis yang cerdas, menjadi gadis yang mandiri dan dapat ayah&ibu
percaya... Iyakan yah ? bu ? bukankah begitu ?
Aku menjadi seperti ini karena
siapa ? Karena ayah&ibu, karena ketidaklelahan ayah&ibu untuk terus
mendoakanku, menyebut-nyebut namaku disetiap sujud ayah&ibu kepada sang
khaliq Allah swt.
Tapi Ayaah... Ibuu...
Maafkan aku... aku belum bisa
menjadi seperti yang ayah&ibu inginkan...
Mungkin ayah&ibu tidak
menginginkan balasan apapun dariku, tapi intinya aku... aku belum bisa
membahagiakan ayah&ibu seperti ayah&ibu membahagiakanku diwaktu kecilku
dulu sampai saat ini aku beranjak dewasa... maafkan aku belum bisa menjadi aku
yang membanggakan untuk ayah&ibu...
Maafkan aku... Maafkan aku ayah..
ibu..
Sejauh ini aku hanya mampu
mengucapkan terima kasih dan mendoakan ayah&ibu lewat doa-doa sederhanaku
yang insyaallah akan menjadi luar biasa untuk kebahagiaan ayah&ibu, amin
insyaallah Allah mengabulkan...
Yah... Buu.. sejujurnya aku
rindu, aku rindu cium peluk dekap ayah&ibu yang sudah lama tidak aku
rasakan... aku rindu dan aku sangat sangat rindu... aku ingin mencium dan
memeluka ayah&ibu.. ingin dan sangat ingin...
Ayah... Ibu...
Aku tahu ribuan bahkan jutaan
kali aku berterima kasihpun mungkin itu tidak akan bisa membalas jasa-jasa
ayah&ibu kepadaku selama ini... aku tahu...
Tapi yah, bu... aku berdoa dan
selalu berdoa untuk ayah&ibu, agar selalu sehat dan bahagia kapanpun,
dimanapun, karena aku ataupun karena siapapun didunia ini.. Semoga Allah
meridhai dan memberkahi...
Ayah~Ibu malaikatku...
Ayah... Ibu... maafkan aku...
Ayah... Ibu... aku rindu, aku
rindu, dan aku menyayangi kalian.. Aku sayang ayah&ibu karena Allah swt
:')({})