Selasa, 17 Maret 2015

Ayah ~ Ibu Malaikatku

Ayah... Ibu...

Aku ingin jujur kepadamu, aku ingin menyampaikan semua yang selama ini jarang ku ucapkan kepada ayah&ibu...
Karena setiap aku ingin mengucap, setiap aku ingin jujur, tiba-tiba lidah ini terasa kelu, hati ini alot untuk memulainya, bibir ini sangat sungkan bergerak, mata ini ragu-ragu untuk menatap mantap kedua bola mata ayah&ibu... Yah, Bu mungkin anakmu ini malu, atau mungkin gengsi, aku tidak tahu. Atau mungkin rasa itu bercampur satu sehingga membuatku semakin berat untuk mengaku...

Yah bu...
Sebenarnya aku hanya ingin berterima kasih... berterima kasih atas segala yang telah ayah&ibu berikan kepadaku...
Terima kasih atas kasih sayang ayah&ibu yang tidak terhingga sedari dulu sampai saat ini...
Terima kasih atas pendidikan, ilmu yang telah ayah&ibu alirkan kepadaku, ayah&ibu menyekolahkanku, mengantarku mengaji diwaktu kecilku dulu dan sampai saat inipun ayah&ibu masih mengingatkanku untuk terus mengaji...
Terima kasih karena ayah&ibu berhasil menjadi orang tua yang hebat bagiku, dan bagi mereka anak-anak ayah ibu...
Terima kasih untuk kesabaran ayah&ibu menghadapi sifatku yang begitu keras, dan menghadapi sikapku yang seringkali salah tapi tidak mau dibenarkan...
Terima kasih untuk kekhawatiran ayah&ibu terhadapku...
Terima kasih untuk keringat ayah&ibu yang telah rela mengucur setiap harinya demi menghidupi aku, menghidupi kami, anak-anakmu... Anak yang hanya dapat protes jika keinginan kami belum terpenuhi, yang marah ketika dinasehati, dan merasa serba tidak ingin diatur-atur padahal itu demi kebaikanku...

Terima kasih Ayah... Terima kasih ibu...
Atas doa-doa ayah&ibu yang selalu terucap untukku... doa-doa yang aku yakini itu luar biasa dan sangat berpengaruh besar untukku dan untuk kehidupanku, dulu, saat ini ataupun nanti...

Lihatlah yah.. buu, aku tumbuh normal seperti anak gadis kebanyakan, aku tumbuh menjadi gadis yang cantik, menjadi gadis yang cerdas, menjadi gadis yang mandiri dan dapat ayah&ibu percaya... Iyakan yah ? bu ? bukankah begitu ?
Aku menjadi seperti ini karena siapa ? Karena ayah&ibu, karena ketidaklelahan ayah&ibu untuk terus mendoakanku, menyebut-nyebut namaku disetiap sujud ayah&ibu kepada sang khaliq Allah swt.

Tapi Ayaah... Ibuu...
Maafkan aku... aku belum bisa menjadi seperti yang ayah&ibu inginkan...
Mungkin ayah&ibu tidak menginginkan balasan apapun dariku, tapi intinya aku... aku belum bisa membahagiakan ayah&ibu seperti ayah&ibu membahagiakanku diwaktu kecilku dulu sampai saat ini aku beranjak dewasa... maafkan aku belum bisa menjadi aku yang membanggakan untuk ayah&ibu...

Maafkan aku... Maafkan aku ayah.. ibu..

Sejauh ini aku hanya mampu mengucapkan terima kasih dan mendoakan ayah&ibu lewat doa-doa sederhanaku yang insyaallah akan menjadi luar biasa untuk kebahagiaan ayah&ibu, amin insyaallah Allah mengabulkan...

Yah... Buu.. sejujurnya aku rindu, aku rindu cium peluk dekap ayah&ibu yang sudah lama tidak aku rasakan... aku rindu dan aku sangat sangat rindu... aku ingin mencium dan memeluka ayah&ibu.. ingin dan sangat ingin...

Ayah... Ibu...
Aku tahu ribuan bahkan jutaan kali aku berterima kasihpun mungkin itu tidak akan bisa membalas jasa-jasa ayah&ibu kepadaku selama ini... aku tahu...
Tapi yah, bu... aku berdoa dan selalu berdoa untuk ayah&ibu, agar selalu sehat dan bahagia kapanpun, dimanapun, karena aku ataupun karena siapapun didunia ini.. Semoga Allah meridhai dan memberkahi...

Ayah~Ibu malaikatku...

Ayah... Ibu... maafkan aku...
Ayah... Ibu... aku rindu, aku rindu, dan aku menyayangi kalian.. Aku sayang ayah&ibu karena Allah swt :')({})